Tenang dengan Angsuran Tetap
Krisis moneter yang melanda Indonesia mulai paruh kedua 1997 dan mencapai puncaknya pada 1998 – 1999, menyisakan pengalaman buruk bagi nasabah kredit kepemilikan rumah (KPR) konvensional. Waktu itu, banyak nasabah dibuat kalang kabut oleh angsuran KPR yang melonjak drastis.Â
Tidak tanggung – tanggung, kenaikan angsuran KPR bias melejit hingga lebih dari separuhnya. Misalkan, cicilan KPR yang tadinya Rp500.000, tiba-tiba melonjak hingga menjadi Rp1.000.000 per bulan. Itulah konsekuensi KPR konvensional. Angsuran bisa berubah setiap saat begitu ada kenaikan suku bunga. Nah, kemungkinan perubahan angsuran inilah yang membuat was-was nasabah.Â
