Archive for May 21st, 2007

Tenang dengan Angsuran Tetap

Krisis moneter yang melanda Indonesia mulai paruh kedua 1997 dan mencapai puncaknya pada 1998 – 1999, menyisakan pengalaman buruk bagi nasabah kredit kepemilikan rumah (KPR) konvensional. Waktu itu, banyak nasabah dibuat kalang kabut oleh angsuran KPR yang melonjak drastis. 

Tidak tanggung – tanggung, kenaikan angsuran KPR bias melejit hingga lebih dari separuhnya. Misalkan, cicilan KPR yang tadinya Rp500.000, tiba-tiba melonjak hingga menjadi Rp1.000.000 per bulan. Itulah konsekuensi KPR konvensional. Angsuran bisa berubah setiap saat begitu ada kenaikan suku bunga. Nah, kemungkinan perubahan angsuran inilah yang membuat was-was nasabah. 

Read the rest of this entry »

Kembali ke Ekonomi Islam

Oleh : Wirawan

Siapa yang membuat sistem moneter dunia? 

Pertanyaan tersebut sukar dijawab secara pasti. Namun pendekatan untuk jawaban di atas adalah dengan melihat negara – negara   yang pernah mendominasi dunia. Kalau tidak puas dengan jawaban di atas saat ini kita bisa tunjuk hidung ke IMF, World Bank & Bank for International Settlements (BIS, yaitu asosiasi bank – bank sentral dunia). Sistem moneter dunia sedikit banyak masih di bawah kendali negara – negara yang pernah mendominasi dunia, yang dekat dengan masa kita antara lain adalah Perancis & Inggris yang pernah berjaya sebelum Perang Dunia I, kemudian Rusia dan Amerika Serikat setelah Perang Dunia II. 

Read the rest of this entry »

Dua Perjanjian Dalam Satu Transaksi Jual Beli

Oleh : Prof.Dr.Abdullah al-Mushlih & Prof.Dr.Shalah ash-Shawi 

Membuat dua perjanjian dalam satu transaksi jual beli merupakan hal yang dilarang dalam syariat. Diriwayatkan adanya sejumlah dalil yang melarang perbuatan tersebut. Diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah tentang larangan Rasulullah terhadap hal tersebut. 

Hadits Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diriwayatkan bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa yang melakukan dua perjanjian jual beli dalam satu transaksi jual beli, maka hendaknya ia mengambil yang paling sedikit, kalau tidak ia telah mengambil riba.”

Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya dari Hadits Ibnu Mas’ud bahwa ia menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang adanya dua perjanjian dalam satu transaksi.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Tidaklah pantas melakukan dua perjanjian dalam satu transaksi.”

Read the rest of this entry »

Menghitung Zakat

Untuk judul ini, silahkan klik di sini

Imam Bukhari

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam kitab-kitab Fiqih dan Hadits, Hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Read the rest of this entry »

Imam Muslim

Siapa tak kenal Imam Muslim. Di kalangan santri, karya-karyanya masih menjadi rujukan penting berkaitan dengan ilmu Hadits. Di bidang ini (periwayatan Hadits), namanya sering disandingkan dengan Imam Bukhari, penghimpun dan perawi Hadits terbaik. Karena itu, nama Imam Muslim dan Imam Bukhari kerap kali bersanding dalam periwayatan sebuah Hadits.

Keduanya pun, dalam literatur Islam, kemudian dikenal dengan sebutan Imam Syaikhaan (dua ulama besar perawi Hadits). Bahkan, tak jarang sebuah Hadits hanya ditulis perawinya dengan nama rawahu syaikhaan maksudnya tak lain Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

 

Read the rest of this entry »

Saat Titipan Harus Diambil Oleh Sang Pemilik

24 Jan 07 06:23 WIB 

Oleh Nura Maya Sari 

Terus terang saya pernah merasakan kesedihan yang cukup mendalam karena kehilangan orang tercinta. Terlebih saat itu saya masih sangat butuh bimbingan seorang ibu. Figur yang paling dekat bagi seorang anak perempuan. Beliau diambil oleh Sang Khalik setelah bertahun-tahun sakit keras. 

Saat itu, memang saya sedikit kurang mengerti “Kejadian ini mengapa dengan segera menimpa saya? Ini sungguhkah?”. Tapi saya selalu teringat pesan ibu saya bahwa “Allah Pemilik semuanya, kamu, Mamah, Bapakmu, Mas-mas dan Mbakmu bahkan seluruh yang ada di dunia ini. Jadi, ibaratnya titipan, kita harus legowo kalau yang punya sudah memintanya kembali”. Jadi, satu hal yang membesarkan hati saya, bisa jadi ibu saya lebih dicintai Allah SWT sehingga dengan segera diambil, tidak terlalu lama dititipkan. 

Read the rest of this entry »

Jangan Ragu dengan Rezeki Allah

26 Sep 06 07:13 WIB 

Oleh Sus Woyo 

Saya mau pergi ke rumah orang tua saya. Waktu itu, anak saya yang masih berumur lima tahun dan menjelang sekolah TK itu menangis ingin ikut. Awalnya saya tidak berencana untuk membawa dia, namun karena tangisnya tidak mau berhenti, akhirnya saya ajak juga. 

Sebelum berangkat, dia saya beri janji. Agar selama perjalanan nanti jangan jajan. Sebab saya sedang tidak punya uang. Saya hanya ada uang untuk ongkos berangkat ke rumah orang tua saya saja. Selebihnya saya tidak punya apa-apa. 

Read the rest of this entry »

Nikmat…begitu banyak yang telah terlewatkan tanpa mensyukurinya

30 Jan 06 12:53 WIB 

Oleh Bunda Shafiya 

Saat itu kami; aku, bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk Soto Lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu. Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki untuk membelikan sekantung plastik es teh bagi si anak. 

Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan. Tampak si anak sangat menikmatinya, kehausan barangkali. Setelah si anak puas, ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit, mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya, sang ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati-hati dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu.. Subhanallah! Betapa orang seperti mereka sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati. 

Read the rest of this entry »

Jeruk Busuk Rasa Manis

Oleh Bayu Gawtama

Suatu hari, ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit, terdengar suara makian keras dari pasien sebelah, “Bawa jeruk kok busuk, mau ngeracunin saya? Biar saya cepat mati?”

Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. Boleh jadi benar, bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Dan tanpa bertanya lagi, marahlah ia kepada si pembawa jeruk. 

Read the rest of this entry »