Perjalanan Pertama Ke Syam Dan Usaha Mencari Rezki
Oleh: Tim dakwatuna.com
Ketika usia beliau 12 th, nabi Muhammad saw diajak pamannya Abu Thalib berdagang ke Syam. Saat sampai ke Bashra mereka bertemu seorang pendeta bernama Bahira, ia adalah seorang pendeta Nasrani yang sangat ahli tentang Injil. Ketika ia melewati nabi Muhammad saw, ia mengamatinya dan mengajaknya berbicara. Beberapa saat kemudian Bahira menoleh kepada Abu Thalib dan bertanya, “Apa kedudukan anak ini di sisimu?†Jawab Abu Thalib, “Ia anakku.†(Abu Thalib selalu memanggil nabi Muhammad saw sebagai anaknya, karena kecintaannya yang sangat pd beliau), Bahira berkata, “Dia bukan anakmu, karena tidak mungkin ayah anak ini masih hidup.†Abu Thalib terkejut dan berkata, “Ia anak saudaraku.†Maka tanya Bahira lagi, “Bagaimana kondisi ayahnya?†Abu Thalib menjawab, “Ia meninggal saat ibu anak ini mengandungnya.†Kata Bahira, “Kali ini jawaban Anda benar! Bawalah anak ini pulang dan jaga dia dari orang Yahudi. Karena kalau mereka melihat dia di sini, pasti akan dicelakakannya. Sungguh putra saudaramu ini kelak akan berurusan dg sebuah perkara yang sangat besar†Maka Abu Thalib cepat pulang kembali ke Makkah[1].
