Archive for July, 2007

Putus Asa

Oleh : Hidayatul Karomah

Manusiawi apabila seseorang merasakan sedih atau kecewa atas sesuatu. Rasulullah SAW pun demikian, dalam doanya beliau senantiasa memohon supaya Abu Tholib, sang paman yang amat dicintai, dibukakan pintu hidayah untuk beriman dan memeluk Islam. Namun apa mau dikata, hingga ajal menjemput sang paman tidak juga mengucap syahadat sebagai ikrar seorang Muslim. Segala daya upaya telah dilakukan diiringi doa telah dipanjatkan pula, namun apa yang diharapkan tak juga menjadi kenyataan. Namun, tentu tidak tepat apabila memvonis usaha kita sia-sia.

Read the rest of this entry »

Hakikat Hidayah

Oleh : AS Rumawan Hidayat

Sebagian orang berpandangan bahwa hidayah itu gratis dari Allah dan akan diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sehingga, mereka beralasan ketika masih dalam kemaksiatan, ”Kita kan belum dapat hidayah.”

Di sisi lain, ada orang yang tidak ingin memperoleh hidayah. Mereka menganggap petunjuk agama hanya seperti candu yang tidak membantunya sama sekali dalam meraih kesuksesan. Benarkah hidayah diberikan gratis, tanpa upaya dari kita untuk meraihnya? Hidayah terambil dari huruf-huruf ha’, dal, dan ya’, yang artinya menunjuki atau menuntun kepada sesuatu. Sedangkan dalam Alquran dan sunah dipakai untuk sesuatu yang dapat mengantarkan kepada kebenaran agama. Dalam konteks ini, Alquran disebut hidayah karena mampu mengantarkan kepada kebenaran.

Read the rest of this entry »

Di Balik Wajah Teduh Itu

Oleh : Faradays Muhammad

Hari itu seperti biasa, dia yang terbungkus pakaian putih itu sedang duduk di sajadahnya. Mulutnya bergerak-gerak melantunkan dzikir kepada Tuhan-Nya. Wajahnya pun sama seperti hari-hari sebelumnya. Putih bersih, bercahaya… Menggambarkan kebeningan hatinya. Kau tahu apa yang paling kusenangi untuk dilakukan saat melihatnya seperti itu? Aku akan berbaring dan meletakkan kepalaku di pangkuannya. Sambil menengadah melihat wajah teduhnya yang menenangkan. Enak sekali rasanya saat itu, sulit diungkapkan. Terlebih saat ia berdoa untuk kebaikan diriku.

Read the rest of this entry »

Hidayah pada Secarik Kertas

KotaSantri.com : Iqra… Iqra… Iqra… Begitu bunyi suara yang membisiki telinga saya dalam mimpi. Bisikan misterius itu mengingatkan saya pada kisah Nabi saat mendapat wahyu pertama di Gua Hira. Saya tidak menganggap mimpi itu sekadar kembang tidur yang melenakan. Itulah awal saat saya menangkap cahaya Islam. Dan secarik kertas bertuliskan ‘Islam Agama Hakiki’, kian menguatkan tekad saya untuk memilih Islam sebagai panduan hidup.

Read the rest of this entry »

Berkampanye untuk Meraih Jabatan

Assalamualaikum Wr. Wb.,
 
Ustadz, saya adalah salah seorang penggemar rubrik anda, banyak hal yang saya dapat peroleh dari rubrik ini, dan sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga saya, mudah mudahan Allah Membalas segala kebaikan Ustadz, Amin.

Ustadz saya mau bertanya, pada saat ini banyak sekali dari kita yang berkampanye ataupun apa namanya untuk memperoleh jabatan, sebut saja untuk menjadi presiden, padahal ada salah satu hadist yang mengatakan janganlah kamu menginginkan/ meminta suatu jabatan, karena Allah akan memberatkannya dengan jabatan tersebut. Bagaimana dengan keadaan saat ini di mana orang berebut menginginkan jabatan tersebut, padahal ada orang lain yang kita lihat mempunyai kemampuantetapi dia tidak dapat berbuat apa apa karena system yang beralaku mengharuskan dia untuk berkampanye dan sebagainya untuk menduduki jabatan tersebut. JAK

Fauzi

Read the rest of this entry »

Haramkah Berpartai?

Assalamu’alaikum,

Yth. Pak Ustad, saya mendapatemail dari teman tentang Fatwa Ulama yang mengharamkan berada dalam partai (hizbiyah).

Berikut kutipan Fatwanya: Lajnah Da`imah lil Ifta’ (Komite Tetap Urusan Fatwa) yang diketuai oleh Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullahu yang beranggotakan: Syaikh Abdur Razaq Afifi Rahimahullahu, Syaikh Abdullah bin Ghudayyan dan Syaikh Abdullah bin Hasan bin Qu’ud menjawab tentang haramnya hal ini di dalam fatwa no 1674 (tanggal 7/10/1397) sebagai berikut:

“Tidak boleh memecah belah agama kaum muslimin dengan bergolong-golongan dan berpartai-partai. karena sesungguhnya perpecahan ini termasuk yang dilarang oleh Allah, dan Allah mencela pencetus dan pengikut-pengikutnya, serta Allah janjikan pelakunya dengan siksa yang pedih. Allah Ta’ala berfirman:

“Artinya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” [Ali Imran: 103]

Benarkah Fatwa tersebut? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum,

Hanzhalah

Read the rest of this entry »

Qaul Qadim dan Qaul Jadid

Assalamu’alaikum Wr Wb

Ustadz yth, apa yang sebenarnya dimaksud dengan qaul qadim dan qaul jadid Imam Syafii. Apakah hal tersebut merupakan sekumpulan pendapat Imam Syafii mengenai BERBAGAI hal, ataukah hanya pendapat mengenai SATU hal saja?

Di negeri manakah kedua pendapat Imam Syafii tersebut dirumuskan. Dan Bisakah diberikan beberapa contohnya? Juga apa alasan yang melatarbelakangi perbedaan 2 pendapat tersebut.

Jazakallah, Wassalam Wr Wb

Abdullah

Read the rest of this entry »

Kriteria Ulama dan Ilmunya

Assalamu’alaikum wr wb.

Saya punya beberapa pertanyaan.

1. Apakah definisi ulama? Kapankah seseorang bisa dikatakan ulama?

2. Misalkan mayoritas ulama berpendapat A dan ada beberapa ulama berpendapat B, bolehkah kita mengikuti pendapat B karena itu lebih mudah bagi kita? Apakah hal tersebut bisa dikategorikan sebagai mengikuti hawa nafsu, karena kita mengambil sesuatu berdasarkan mudahnya saja?

Untuk itu saya meminta penjelasan juga dari Ustadz

Terima kasih atas jawaban Ustadz

Fatahillah

Read the rest of this entry »

Ucapan ‘amin’ dari Mana Asalnya?

Assalamu’alaikum wr wb.

Usztad, ana mau bertanya…. di mana datangnya kata “Amien” setelah kita membaca Al-fatiha shalat bersama? Ana coba mencari di al-quran tidak ketemu… Ana sering mendengar orang-orang Nasrani yang menyebut kata Amien itu.. Sedangkan sebuah hadist mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh meniru niru umat nasranai atau Yahudi… Bukankah demikian? Setahu ana orang-orang Syiah tidak menyebut kata Amien setelah membaca al fatiah… .. Rasanya orang-orang Syiah yang benar….. Menjalankan Shalat. sedangkan kita ini batal…

Ana takut, shalat ana tidak diterima oleh ALLAH dan takut berdosa, cape cape shalat saja 5 kali sehari… Akirnya. Ana tidak mebaca lagi. Bagaimana menurut Usztad?

Salam Fali.

Ali

Read the rest of this entry »

Niat Mandi Junub dan Tata Caranya

Assalamu’alaikum wr wb

Pak Ustadz, apakah benar bila seseorang yang dalam keadaan junub terus mandi besar tapi tidak di niatkan untuk mandi junub maka mandinya dianggap seperti mandi biasa bukan mandi junub?

Dengan kata lain badannya masih dalam keadan hadast besar sampai dia mandi yang diniati untuk mandi junub. Kalau benar, bagaimana dengan amalan orang tersebut seperti sholat, sedangkan dia masih dalam keadaan junub. Menurut saya, bukankah amalan seseorang dilihat dari niatnya? Kalo dia dalam keadaan junub terus mandi, bukankah di dalam hati sudah berniat untuk membersihkan diri dari hadast besar/berniat untuk mandi junub?

Yang terakhir, mohon dijelaskan adab yang dicontohkan nabi dalam hal mandi junub ini.

Wassalamualaikum wr wb

Eka

Read the rest of this entry »