Utsman bin Affan

Hampir semua sahabat Nabi memiliki keunikan sendiri-sendiri. Bersinergi dan berpadunya kompetensi yang unik tersebut menjadikan barisan Rasululah dan sahabat menjadi barisan yang kuat, kokoh dan maju.

Softness (Kelembutan)

Keunikan Utsman bin Affan terletak pada kelembutan dan sifat pemalunya. Beliau adalah sahabat yang sangat lembut dan pemalu. Meskipun, tentu saja dapat bersikap garang. Karena beliau juga mengikuti hampir seluruh peperangan bersama Nabi. Kecuali perang Badar, karena ia sedang merawat istrinya, Ruqayyah yang sedang sakit.

Suatu hari Rasulullah tidur terlentang, sedang kedua betisnya terbuka. Abu Bakar dan Utsman meminta masuk dan beliau tetap membiarkan betisnya terbuka. Tatkala Utsman meminta izin masuk, beliau langsung menutup betisnya dan berkata, “Bagaimana aku tidak merasa malu dengan orang yang malaikat saja malu kepadanya” (HR Muslim).

Rasulullah bersabda, “Umatku yang paling pengasih adalah Abu Bakar, yang paling keras menegakkan agama Allah adalah Umar, yang paling pemalu adalah Utsman …”(HR Ahmad & HR Tirmidzi)

Syaikh Khalid Muhammad Khalid berkata, “Ustman memiliki banyak watak yang penuh dengan kebaikan dan harga diri. Dari pribadinya memancar bau semerbak kasih sayang dimanapun anda menjumpainya. ”

“Kasih sayang yang tersebar dalam kehidupannya seperti air mengalir dalam batang yang hijau. ….kita dapati kasih sayangnya menjadi pelita seluruh hidupnya.”

“Kasih sayang telah meresap dalam hdup dan tingkah lakunya. ….kesetiannya terhadap kasih sayang jauh lebih kuat dibanding hidup tanpa mendapatkan tempat di barisan terdepan dari orang-orang yang penyayang dan shalih.”

“Ia seorang yang taat kepada Allah dan penyayang. Ia suka berpuasa di siang hari, sholat di malam hari, dan hatinya memancarkan kasih sayang.” Utsman berkata terhadap dirinya, “Aku tidak pernah berzina maupun mencuri, baik di masa jahiliyah maupun di masa Islam.” Adakah diantara kita yang memiliki sejarah yang begitu bersih dan jernih sebagaimana Utsman?

“ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az Zumar ayat 9)

Siapakah yang dimaksud dengan ayat tersebut. Abdullah bin Umar berkata, “Ia adalah Utsman.” Sikap lembutnya juga ditunjukkan oleh beliau dalam membantu kesulitan kaum muslimin.

Charitbale (Dermawan)

Utsman adalah sosok yang sangat dermawan. Ia pernah menanggung semua perlengkapan separuh dari pasukan kaum muslimin dalam perang ‘asrah. Saat itu, ia mendermakan 300 ekor onta dan 50 ekor kuda lengkap dengan segala peralatannya. Kemudian ia datang membawa seribu dinar dan memberikannya di hadapan Rasulullah. (HR Tirmidzi).

Diantara kemurahan hati dan sedekah yang diberikannya di jalan Allah SWT yaitu ketika Rasulullah menyiapkan tentara dalam perang Tabuk. Imam Ahmad meriwayatkan, “Bahwa Utsman datang dengan membawa 1000 dinar dibajunya lalu menuangkannya di kamar Rasulullah SAW. Lalu Nabi bersabda, “Utsman tidak akan miskin karena melakukan hal ini.”

Ibnu Syihab Zuhri meriwayatkan bahwa pada perang Tabuk Utsman membawa lebih dari 940 onta, kemudian membawa 60 kuda untuk menggenapinya menjadi seribu.” Kini berarti setara dengan 1000 mobil.

Ia juga pernah membeli sumur Raumah dari seorang Yahudi. Setelah itu ia mewakafkannya. Kemudian kaum muslimin memanfaatkannya sebagai sumber air minum. Menurut riwayat Al Baghawi ia membeli sumur tersebut dengan harga 35.000 dirham.

Ibnu Abbas berkata, “Ketika orang-orang mengalami paceklik di masa pemerintahan Abu Bakar. Abu Bakar berkata kepada mereka insya Allah besok sore kalian dibebaskan Allah dari kesulitan.

Besok paginya datang kafilah Utsman. Para pedagang datang kepada utsman dan meminta kepadanya supaya menjual barang-barang tersebut kepada mereka.

Utsman bertanya kepada mereka, “Berapa keuntungan yang akan kalian berikan kepadaku?” Mereka menjawab, “Sepuluh dengan dua belas.” Utsman berkata, “Saya telah mendapat lebih dari itu.” Pedagang-pedagang tersebut bertanya, “Siapa yang menambahimu sedangkan kami adalah pedagang-pedagang Madinah.” Utsman menjawab, “Ia adalah Allah, Dia menambahiku setiap dirham dengan sepuluh dirham, maka apakah kalian bisa menambahiku? ” Pedagang-pedagang tersebut berlalu dan Utsman berkata, “Yaa Allah kuberikan barang-barang ini kepada orang-orang miskin di Madinah tanpa bayar dan tanpa perhitungan. ”

Kesabaran Utsman bin Affan RA (Patient)

Utsman RA adalah sahabat yang sangat-sangat sabar. Beliau menghadapi berbagai cobaan dan ujian dengan tabah.

Ketika beliau masuk Islam, pamannya Al Hakam bin Al ‘Ash bin Umayyah menangkapnya dan mengikatnya dengan tali. Lalu Hakam berkata, “Apakah kamu membenci agama nenek moyangmu dan kamu berganti dengan agama yang baru? Demi Tuhan saya tidak akan melepaskanmu dari ikatan ini hingga kamu meninggalkan agama yang kamu anut sekarang juga.” Utsman berkata, “Demi Allah! Saya tidak akan meninggalkan agama ini untuk selamanya, dan saya tidak akan memisahkan diri darinya! Melihat keteguhan dan kesabaran Utsman, akhirnya Al hakam meninggalkan Utsan RA.

Kesabaran dan ketabahan lainnya adalah tatkala terjadi huru hara dalam pemerintahannya yang dipicu dan diprovokasi oleh orang-orang khawarij. Beliau juga tetap dalam kesabaran. Padahal jika mau, pada saat itu beliau dapat minta bantuan sahabat Anshar dan Muhajirin untuk mengawalnya. Atau dengan mengasingkan diri ke luar daerah. Atau dengan melepaskan kekhalifahan. Namun demi menjaga persatuan umat Utsman rela dirinya dijadikan sasaran pembunuhan oleh kaum durjana.

Maka benar sabda Rasulullah SAW, “Dia (Utsman) akan dibunuh dengan cara yang zhalim pada suatu peristiwa.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Umar). Dalam riwayat Ibnu Asakir dari Zaid bin Tsabit, Rasulullah bersabda, “Utsman datang kepadaku, dan pada saat itu ada seorang malaikat bersamaku, dia berkata, “Dia akan mati syahid dan akan dibunuh oleh kaumnya…”

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abdurrahman bin Mahdi dia berkata, “Dua sifat yang dimiliki oleh Utsman dan tidak dimiliki Abu Bakar maupun Umar, yaitu kesabarannya saat dikepung hingga ia terbunuh serta penghimpunan mushaf Alqur’an dalam bentuknya sekarang.”

Leadership

Meskipun tidak seperti Abu Bakar dan Umar, namun Utsman juga memiliki watak kepemimpinan yang tidak diragukan lagi. Buktinya hampir seluruh sahabat sepakat memba’iat Ustman sebagai khalifah pengganti Umar.

Pasca terbunuhnya khalifah Umar, Abdurrahman bin ‘Auf bertanya kepada kaum muhajirin dan anshar, “Menurut anda siapa yang patut menjadi khalifah setelah Umar?” Semua orang yang ditanya dan diminta pendapatnya selalu mengatakan, “Utsman.”. Maka segera ia membai’atnya dan diikuti bai’at oleh masyarakat secara masal.

Ibnu Mas’ud berkata, “Kami membai’at orang terbaik diantara kami.” Dalam riwayat lain dinyatakan, “Kami mengangkat orang terbaik (sebagai pemimpin) dan kami sungguh-sungguh. ”

Bukti lainnya adalah dimasa Utsman banyak wilayah dan daerah baru yang ditaklukkannya. Sehingga wilayah Islam membentang jauh dari Timur hingga ke Barat. Terbentang dari Sind di sebeah Timur, Kaukasus di sebelah utara, Afrika dan pulau-pulau Mediteranian di sebelah Barat dan Habasyah (Ethiopia) di sebelah selatan. Ibnu Katsier berkata, “Semua itu benar-benar terbukti dan terjadi pada masa Utsman RA.”

Yang termasuk negeri-negeri tersebut adalah Hamazan, Rayy, Safur, Arjan, Asfahan, Astakhar, Jurjan, Kabul, Sijistan, Tabristan, Azarbaijan, Armenia, Afrika, Ethiopia, Siprus, Malta dll.

Utsman pula yang membentuk armada angkatan laut Islam untuk pertama kalinya. Sebelumnya Umar menolak hal itu karena khawatir terhadap tentara muslim yang belum berpengalaman perang di laut. Utsman mebentuk armada laut dan memperoleh kemenangan besar dalam perang di atas kapal laut. Dan menyerang armada-armada yang sombong (armada laut Byzantium) dan kemudian menaklukkan pulau-pulau di Mediterania.


2 Responses to “Utsman bin Affan

Leave a Reply