<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tauziyah.com &#187; Kajian</title>
	<atom:link href="http://tauziyah.com/tags/kajian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tauziyah.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Jan 2011 18:42:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Ilmu Bumi (Geologi) II</title>
		<link>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-ii/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 08:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahima Maka mukjizat ilmiyah Al Qur&#8217;an merupakan suatu metode dakwah yang paling mujarab di abad sains dan teknologi ini, yaitu zaman yang tak ada lagi wahyu dari langit selain Al Qur&#8217;an. Sementara kitab-kitab samawi lainnya yang diturunkan sebelumnya telah mengalami erosi dan kehilangan esensi. Baik itu hilang sama sekali, atau hilang dasar-dasar ajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Rahima</p>
<p>Maka mukjizat ilmiyah Al Qur&#8217;an merupakan suatu metode dakwah yang paling mujarab di abad sains dan teknologi ini, yaitu zaman yang tak ada lagi wahyu dari langit selain Al Qur&#8217;an. Sementara kitab-kitab samawi lainnya yang diturunkan sebelumnya telah mengalami erosi dan kehilangan esensi. Baik itu hilang sama sekali, atau hilang dasar-dasar ajaran originalnya dengan bahasa bukan bahasa ketika diturunkan. Karena kitab-kitab lain selain Al Qur&#8217;an telah mengalami perubahan dan penyelewengan yang menyebabkannya keluar dari bingkai rabbani, meskipun kita meyakini bahwa asal usulnya adalah samawi dan kita mengakui kebenaran asal usul tersebut.</p>
<p><span id="more-222"></span>Rasulullah bersabda &#8220;Tatkala Allah menciptakan bumi, ia bergoyang dan menyentak, lalu Allah menstabilkannya dengan gunung&#8221; ( H.R Ahmad )</p>
<p>Nabi yang buta huruf ini hidup antara tahun 570 hingga 632, pada saat tak seorangpun, baik sebelum beliau SAW, ataupun 12 abad setelahnya, mengetahui apapun gerakan horizontal lithosfer bumi, peranan gunung sebagai stabilisator baginya. Rasulullah sudah menyampaikannya pada kita ummat manusia.</p>
<p>Dan telah kami jadikan dibumi ini gunung-gunung yang kokoh, supaya bumi itu tidak guncang bersama mereka, dan telah kami jadikan pula dibumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat padanya. &#8220;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam mendahului siang.&#8221; ( Q.S Yasin 40 )</p>
<p>&#8220;dan kamu lihat gunung-gunung itu , kamu sangka ia tetap pada tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan, begitulah perbuatan Allah yang membuat kokoh tiap-tiap sesuatu.&#8221; ( Q.S Al Naml : 88 )</p>
<p>Guna membahas pentingnya pemikiran ilmu geologi, atau persepsi dari Al Qur&#8217;an dan Hadist, adalah penting untuk memberikan informasi latar belakang yang menggambarkan dimana geologi sekarang dan bagaimana sampai ke kondisi sekarang.</p>
<p>Ilmu geologi sebagai ilmu pengetahuan dimulai kurang dari 200 tahun yang lalu. Meskipun adanya berbagai persepsi geologis yang bisa ditelusuri kembali ke Aristoteles lebih dari 2000 tahun yang lalu.</p>
<p>Pengumpulan dan Analisis dari data Geologis. Dalam dua abad setelah penelitian para pakar geologis dapat ditemukan bahwa dari hasil tanaman, kerang, tulang yang tetap ditemukan dalam batuan di akui sebagai catatan masa lalu.</p>
<p>(Salah satu contoh kecil, ilmu di bidang ini akan dapat menduga berapa umur suatu pohon, dilihat dari daun dan batang, atau kayunya, kapan terjadi musim panas, dan kapan terjadi musim dingin, hanya dilihat dari serat-serat pohon tersebut, ini saya dengar sendiri dari paman saya yang kebetulan bergerak di bidang kehutanan dan pertanian ini).</p>
<p>Cobalah kita lihat serat-serat dari suatu pohon. Ambil pohon yang umurnya lama, atau pendek, dan ukurannya tebal, atau tipis, akan terlihat jelas oleh kita serat-serat kayu tersebut. (untuk keterangan lebih lanjut mengenai umur suatu tanaman ini, silahkan yang berkompoten yang membicarakannya).</p>
<p>Menjelang tahun 1800 diakui lebih lanjut bahwa catatan kehidupan yang ditemukan dalam batuan berbeda dengan sekarang yang ditemukan, dan semakin jauh dalam waktu (yakni lapisan bawah sekali dalam urutan lapisan batuan), semakin beda catatan fosil, yang berbeda di temukan dalam batuan.</p>
<p>Penelitian untuk menentukan urutan ini dicapai dengan mengintegrasikan informasi dari urutan parsial batuan dari seluruh dunia. Penelitian ini banyak membuat sibuk para ilmuwan diabad ke–19, dan secara ilmiyah sama menariknya, dengan program ruang angkasa di zaman sekarang.</p>
<p>Kemajuan teknologi peralatan canggih yang diperlukan untuk memperoleh umur batuan, terutama sangat berkembang sejak tahun 1940 an. Apa yang dikatakan hadist mengenai semua ini? beberapa ayat dari berbagai bagian Al Qur&#8217;an dan Hadist mempunyai implikasi yang menarik. Allah berfirman : &#8220;katakanlah wahai Muhammad berjalanlah di atas bumi dan lihatlah bagaimana Allah memulai penciptaannya.</p>
<p>Pernyataan ini memerintahkan kita untuk melakukan hal-hal berikut :</p>
<p>1) Mengadakan perjalanan dimuka bumi.</p>
<p>2) Melakukan observasi (lihat-lihat), selama perjalanan itu.</p>
<p>3) Menuliskan pengamatan ini, menganalisis dan memahaminya, serta melihat bagaimana mulai penciptaan.</p>
<p>Informasi dari Al Qur&#8217;an menunjukkan rincian baik mengenai struktur bumi maupun mengenai gerakan lempeng kontinen. Dalam satu ayat, Al Qur&#8217;an menyatakan &#8220;Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap&#8221; ( Q.S 2: 22 ).</p>
<p>Hal-hal berikut yang ditunjukkan oleh ayat ini :</p>
<p>1) lapisan atas bumi, atau kerak bumi, sama dengan suatu hamparan pelindung.</p>
<p>2) Lapisan atas bumi adalah relative tipis terhadap bagian dalam, dan sekarang diketahui bahwa ketebalan relative sama dengan kulit apel dibandingkan dengan<br />
keseluruhan apel.</p>
<p>3) Sama seperti hamparan yang melindungi kekerasan dan bahaya dibawahnya, demikian pula kerak bumi yang melindungi kehidupan dari panas didalam bumi.</p>
<p>Ayat lain dalam Al Qur&#8217;an menyatakan :</p>
<p>&#8220;dan dia menancapkan gunung-gunung dibumi,supaya bumi ini tidak goncang bersama kamu. Dan dia menciptakan sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk&#8221; (Q.S 16 : 15)</p>
<p>Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut :</p>
<p>1) Benua dibumi terhampar dan diciptakan dizaman purba, sama seperti dihamparkan, atau ditarik.</p>
<p>2) Terdapat gerakan terus-menerus benua-benua.</p>
<p>3) Pembentukan gunung dikaitkan dengan gerakan ini.</p>
<p>4) Gunung distabilkan dengan turun kelapisan astenosfer.</p>
<p>5) Bahan plastis (lentur) terdapat dibawah kerak bumi, karena ia menjadi tidak stabil, tanpa efek menurun ( sinking effect ).</p>
<p>Jadi, ayat-ayat ini memberikan indikasi yang jelas mengenai struktur bumi dan gerakan lempeng tektonik. Kerak bumi dan karakteristik strukturalnya tidak dipelajari secara rinci sampai abad ke 19. Ahli-ahli geologi tidak mempunyai teori yang komfrehensip untuk menjelaskan proses ini, mengaitkannya dengan gerakan kontinen sampai paro terakhir abad kedua puluh.</p>
<p>Sekarang kita terangsang untuk merenungkan sebuah hadist dalam shahih Muslim yang menyatakan, sebagai salah satu datangnya Hari perhitungan sebagai berikut : &#8220;Hari perhitungan tidak akan datang sebelum daerah Arab kembali menjadi subur, hijau dengan sungai-sungai&#8221;.</p>
<p>Hadist ini mengacu pada iklim masa lalu, dan masa yang akan datang, dari bukti geologis bahwa daerah ini pernah hijau dan akan menjadi hijau lagi dalam waktu kurang dari satu abad. Mengenai hal ini, Mesir sudah jelas dulunya adalah tanah pertanian, terbukti dengan adanya kisah nabi Yusuf yang menjadi Menteri keuangan di dalam mengatur pertanian, kala orang-orang palestina datang meminta bahan-bahan primer untuk dimakan.</p>
<p>Begitupun selama bertahun- tahun masa panen, dan masa paceklik (tempat penyimpanan itu masih ada sampai sekarang, adanya di Luxor, sementara Kincir nabi Yusuf, mungkin kincir pertama di dunia kali, hanya sayangnya negeri Kincir justru terkenal dari Negara Belanda(?). Kincir nabi Yusuf masih ada, dan memiliki bunyi khusus.</p>
<p>Dan bila dihubungkan dengan masa-masa saat ini, Mesir bukanlah seluruhnya tanah padang pasir yang tandus lagi, tapi sudah banyak kehijauan di sebagian daerah, begitupun sungai-sungai Nil, yang di buat bendungan-bendungan baru, serta aliran-aliran baru di daerah perpasiran, sehingga jadilah padang pasir tersebut menjadi tanah pertanian. Wallaua&#8217;lam masa yad.</p>
<p>Tak kalah juga, kalau tidak salah,dua tahun yang lampau di jajirah Arab, sudah ada gundukan es, salju. Ini pertanda, suatu saat kelak, Hadist Rasulullah benar-benar terbukti, bahwa jazirah Arab akan kembali menjadi subur kembali.</p>
<p>Lantas kenapa dulunya tanah Arab, subur, menjadi kering begitu?. Ini pembahasan di bidang lain, yang menyangkut zaman Es. Disana disebutkan bagaimana rotasi tersebut.</p>
<p>Wassalam.( Cairo 1 oktober 03.Rahima )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu Bumi (Geologi) I</title>
		<link>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-i/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 07:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahima Allah SWT berfirman di dalam kitabNya yang maha mulia : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu,keduanya dahulu adalah satu kesatuan yang terpadu.Kemudian kami pisahkan antara keduanya.Dan daripada air kami jadikan segala sesuatu yang hidup,maka mengapakah mereka tiada juga beriman? ( Al Anbiya 3 ) Muhammad Kamil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Rahima</p>
<p>Allah SWT berfirman di dalam kitabNya yang maha mulia : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu,keduanya dahulu adalah satu kesatuan yang terpadu.Kemudian kami pisahkan antara keduanya.Dan daripada air kami jadikan segala sesuatu yang hidup,maka mengapakah mereka tiada juga beriman? ( Al Anbiya 3 )</p>
<p><span id="more-221"></span>Muhammad Kamil Abd As Shamad dalam bukunya &#8221; Al I&#8217;jaz &#8216;Ilmi fi l Qur&#8217;an &#8221; halaman 77-78 mengatakan bahwa : Ilmu moderen pada abad terakhir telah menemukan bahwa,bumi dan langit-langit merupakan satu kesatuan,yang pada akhirnya terbelah .</p>
<p>Kemudian masing-masing dari unsur keduanya berasal dari awan-awan ( asap ),yang semakin lama semakin menebal dan membentuk suatu benda ( tak obahnya penciptaan manusia yang berasal hanya dari setetes air mani,kemudian menjadi benda yang keras dan bergerak ).</p>
<p>Kedua unsur ini sudah dibuktikan bahwa zat-zat yang ada di bumi dan matahari satu. Yaitu berupa gas yang terapung. Hal ini dilukiskan dan dibadaikan oleh Allah SWT dalam firmanNya &#8220;Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit, dan langit itu masih merupakan asap, lalu Allah berkata kepadanya dan kepada bumi, datanglah kamu keduanya menurut perintahku, dengan suka hati, atau terpaksa, keduanya menjawab, kami datang dengan suka hati.” ( Q.S Al Fushilat 11 ).</p>
<p><strong>BENTUK BUMI </strong></p>
<p>Sesuai dengan firman Allah SWT dalam kitabNya yang mulia : “Dan bumi setelah itu dijadikannya terhampar (seperti bulat telur ).” ( Q.S An Naazi&#8217;aat 30 ).</p>
<p>Kamus bahasa Arab memberikan arti kata &#8220;Dahaha&#8221; yaitu menjadikannya seperti &#8220;Ad Dahiyah”, yakni Bulat telor. Dan yang menguatkan lagi firman Allah bahwa bentuk bumi ini bulat adalah firmanNya sebagai berikut : &#8220;Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari, dan memelihara kedua tempat terbenamnya.” (Q.S Ar Rahman 17 )</p>
<p>Andaikan saja, bentuk bumi ini terbentang luas dan terhampar merata, tentu tempat terbit dan terbenamnya matahari satu. Dan cahaya matahari pasti menyinari seluruh isi jagad alam raya ini sekaligus, berarti tidak ada malam, karena diterangi oleh matahari, tanpa ada dinding pembatasnya.</p>
<p>Salah satu contoh saja, cobalah kita pinjam dulu bola kaki dunia itu, atau bola apa saja, kemudian kita kasih senter, maka bila kita mensenternya ( memberikan cahaya), pada bagian atas, maka bagian bawahnya gelap. Atau kita sinari bagian Barat, maka bagian Timurnya akan gelap, begitu juga sebaliknya. Karena bagian bawah, atau Timur terhalang mendapat sinaran tersebut. Ini pertanda bahwa bumi itu bulat,dan tidak datar begitu saja. Dan ini juga sesuai dengan firman Allah SWT</p>
<p>&#8220;Dan dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edar nya. Dia Allahlah yang menutupkan malam atas siang dan siang atas malam, dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang telah ditentukan.&#8221; (Q.S Al Anbiyaa). &#8220;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam mendahului siang.&#8221; ( Q.S Yasin 40 ).</p>
<p><strong>ISYARAT-ISYARAT ALQUR&#8217;AN TENTANG GEOLOGI</strong></p>
<p>Zaglul Raghib Muhammad Al Najjar, (mukjizat Al Qur&#8217;an) dalam keterangannya mengenai ilmu geologi ini menyatakan : ”Dalam berbagai ayat, Al Qur&#8217;an banyak memberikan indikasi tentang jagad raya dengan segala bagian-bagiannya ( langit, bumi, segala benda mati dan hidup yang ada, serta berbagai fenomena jagat raya lainnya yang muldimensional ).”</p>
<p>Isyarat-isyarat itu menunjukkan bukti (istidlal) atas kekuasaan Allah yang tidak terbatas, ilmu dan hikmah yang maha sempurna dalam menciptakan jagad raya ini. Ini semua sebagai hujjah ( argumentasi ) terhadap orang-orang kafir, musyrik dan kaum skeptis, dan sekaligus mengukuhkan hakikat uluhiyah Allah, Rabb alam semesta. Jika kaum Muslimin memanfaatkan hal keilmuan dari Allah ini, niscaya mereka akan menjadi pelopor dalam setiap penemuan ilmiyah. Sekurang-kurangnya terdapat 49 ayat kauniyah di dalam Al Qur&#8217;an yang membicarakan bumi.</p>
<p>Antara lain yang membicarakan tentang lapis luar bumi dimana kita hidup diatasnya. Ayat-ayat yang mengandung sejumlah fakta ilmiyah geologi dapat diklasifikasikan dalam kompilasi-kompilasi berikut :</p>
<p>1) Ayat yang menyuruh manusia supaya berjalan dimuka bumi dan meneliti cara awal penciptaan, yang merupakan suatu metodologi ilmiyah dalam kajian geologi.</p>
<p>2) Ayat-ayat yang menunjukkan gerak dan asal usul bumi. Antara lain penyifatan bola bumi dan peredarannya, ayat–ayat yang menegaskan tentang posisi planet-planet hakekat ekspansi jagat raya permulaan alam yang dimulai dengan satu partikel (satu padu), kemudian partikel pertama yang meledak (tahap pemisahan), permulaan langit dan tahap penciptaannya, yang pertama dalam kabut tipis (tahap nabula) tersebarnya benda antara langit dan bumi (benda antara planet-planet), dan keselarasan seluruh yang ada di langit dan dibumi.</p>
<p>3) Ayat yang menetapkan bahwa setiap besi yang ada di planet bumi ini, telah diturunkan dari langit.</p>
<p>4) Ayat yang menetapkan bahwa bumi mempunyai tumbuh-tumbuhan, dan ini merupakan suatu sifat fundamental planet bumi yang kita huni ini.</p>
<p>5) Ayat-ayat Al Qur&#8217;an yang berbicara tentang berbagai fenomena laut yang sangat urgen. Seperti gelapnya lautan dan samudra (peranan gelombang yang bersifat intern dan ekstern dalam pembentukannya). Pertemuan air laut air tawar dengan air asin.</p>
<p>6) Ayat-ayat yang berbicara tentang gunung. Antara lain ada yang mensifatinya sebagai &#8220;Pasak , tiang bumi&#8221;.</p>
<p>7) Ayat yang mengisyaratkan tentang proses pertumbuhan kulit bumi yang yang terdiri dari air dan udara. Itu terjadi dengan dikeluarkannya bagian-bagian kedua aspek tersebut dari perut bumi atau ayat-ayat yang mensifati tabi&#8217;at retroactive protective, bagi kulit bumi yang bersifat gas.</p>
<p> <img src='http://tauziyah.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Ayat-ayat yang mengisyaratkan tentang lembutnya kulit bumi yang membatu, rata gelombang permukaannya, terpecah lembah dan anak sungainya serta semakin berkurangnya ujung-ujung bumi.</p>
<p>9) Ayat yang menjelaskan tentang mengendapnya air hujan didalam bumi,dan mengisyaratkan adanya semacam selokan (kolam) air disekitar bumi dan bebatuannya.</p>
<p>10) Dan lain-lainnya. Fakta ilmiyah ini, tak pernah dikenal oeh manusia sebelum abad ini, justru banyak fakta-fakta ilmiyah itu yang belum dicapai oleh manusia kecuali pada beberapa dawarsa terakhir ini, setelah adanya upaya-upaya brilliant dan analisis mendalam tentang sejumlah besar observasi dan eksprimen-eksprimen ilmiyah dalam berbagai aspek yang ditangkap dari fenomena jagad raya.</p>
<p>Sesungguhnya keterdahuluan Al Qur&#8217;an dalam mengisyaratkan fakta-fakta ilmiyah tersebut dengan ungkapan yang sangat teliti, baik dari segi llmiyahnya, ataupun bahasanya, serta cakupan dan totalitasnya. Inilah ia mukjizat ilmiyah Al Qur&#8217;anulkarim.</p>
<p>Al Qur&#8217;an tetap terpelihara kata perkata, kalimat perkalimat, karena Allah akan memeliharanya &#8220;Inna nahnu nazzalnaa Ad Dzikra, wainnaa lahuu lahaafidzuun&#8221; (Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al Qur&#8217;an itu, maka kami juga yang akan memeliharanya.)</p>
<p>(Rahima, Cairo 1 Oktober 2003)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan dan Kebaikan</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/25/kesalahan-dan-kebaikan/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/25/kesalahan-dan-kebaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 12:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/25/kesalahan-dan-kebaikan/</guid>
		<description><![CDATA[&#8221;Ingatlah olehmu dua perkara, yaitu kesalahanmu kepada orang lain dan kebaikan orang lain kepadamu. Lupakan dua perkara, yaitu kebaikanmu pada orang lain dan kesalahan orang lain kepadamu.&#8221; Nasihat ahli hikmah ini, perlu kita jadikan bahan renungan dan introspeksi dalam upaya mencapai pribadi yang ber-akhlakul karimah. Nilai seseorang bukanlah berada pada penampilan dirinya, bukan pula dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221;Ingatlah olehmu dua perkara, yaitu kesalahanmu kepada orang lain dan kebaikan orang lain kepadamu. Lupakan dua perkara, yaitu kebaikanmu pada orang lain dan kesalahan orang lain kepadamu.&#8221;</p>
<p>Nasihat ahli hikmah ini, perlu kita jadikan bahan renungan dan introspeksi dalam upaya mencapai pribadi yang ber-akhlakul karimah. Nilai seseorang bukanlah berada pada penampilan dirinya, bukan pula dari jabatan dan harta benda yang telah dikumpulkan. Seseorang dinilai bukan dari kursi yang diduduki, bukan pula berapa pangkat yang disandang dan tanda jasa yang melekat pada dadanya, serta bukan karena garis keturunannya. Seorang itu dinilai dari budi pekerti luhur yang menghiasi perilakunya.Â </p>
<p><span id="more-217"></span>Dikatakan dalam pepatah Arab, &#8221;Kemuliaan seseorang itu dengan budi pekerti yang baik, bukan karena keturunan.&#8221; Mengapa kita harus mengingat kesalahan yang telah dikerjakan pada orang lain? Dengan mengingatnya, akan menimbulkan perasaan menyesal dalam diri kita, perasaan yang mendorong untuk bertobat kepada Allah, kemudian berusaha memperbaikinya dengan meminta maaf dan tidak akan mengulanginya.Â </p>
<p>Mengingat kebaikan orang lain terhadap kita akan mendorong kita selalu berbuat baik kepada orang lain. Kehidupan tidak akan terbina dengan baik tanpa kebaikan orang lain, yang pada hakikatnya kebaikan itu untuk dirinya sendiri. Rasulullah SAW bersabda, &#8221;Tidak sempurna iman seseorang sampai dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.&#8221; (HR Bukhari-Muslim) .Â </p>
<p>Melupakan kebaikan yang telah diperbuat pada orang lain akan mendorong kita menjadi pribadi yang mukhlis. Setiap kebaikan, hanya diniatkan lillah ta&#8217;la, seikhlas-ikhlasnya. Sebagai Muslim, sudah semestinya menjaga agar hati selalu suci dari kemunafikan, perbuatan harus selalu suci dari riya&#8217;, lidah harus selalu suci dari kebohongan. Sedangkan dengan melupakan kesalahan orang lain, akan mendorong kita menjadi pribadi pemaaf. Kita akan gampang memaafkan, sebesar apa pun kesalahan orang.Â </p>
<p>(Mahmudi Arif D )Â </p>
<p>Source : republika.co. id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/25/kesalahan-dan-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garis Edar</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/25/garis-edar/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/25/garis-edar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 12:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/25/garis-edar/</guid>
		<description><![CDATA[Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur&#8217;an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu. Â  &#8220;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:33) Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur&#8217;an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu. </span></p>
<p><span style="font-family: Arial"></span>Â </p>
<p style="text-align: justify"><span class="ayet1"><span style="color: windowtext; font-family: Arial">&#8220;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:33)</span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="ayet1"><span style="color: windowtext; font-family: Arial"></span></span></p>
<p><span class="ayet1"><span style="color: windowtext; font-family: Arial"></span></span><span style="font-family: Arial"><span id="more-214"></span></p>
<p></span><span style="font-family: Arial">Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu: </span><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial">&#8220;Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 36:38)</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur&#8217;an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial">â€œSebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.â€</span></em></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></em></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></em></span><span style="font-family: Arial">Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur&#8217;an sebagai berikut: </span><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial">&#8220;Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 51:7)</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah &#8220;berenang&#8221; sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial">â€œSemua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.â€</span></em></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></em></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></em></span><span style="font-family: Arial">Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur&#8217;an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa &#8220;dipenuhi lintasan dan garis edar&#8221; sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur&#8217;an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur&#8217;an adalah firman Allah. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">Sumber : harunyahya.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/25/garis-edar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembungkusan Tulang oleh Otot</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/25/pembungkusan-tulang-oleh-otot/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/25/pembungkusan-tulang-oleh-otot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 12:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/25/pembungkusan-tulang-oleh-otot/</guid>
		<description><![CDATA[â€œTahapan-tahapan perkembangan bayi dalam rahim ibu dipaparkan dalam Al Qur&#8217;an. Sebagaiman diuraikan dalam ayat ke-14 surat Al Mu&#8217;minuun, jaringan tulang rawan pada embrio di dalam rahim ibu mulanya mengeras dan menjadi tulang keras. Lalu tulang-tulang ini dibungkus oleh sel-sel otot. Allah menjelaskan perkembangan ini dalam ayat: &#8220;â€¦dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>â€œTahapan-tahapan perkembangan bayi dalam rahim ibu dipaparkan dalam Al Qur&#8217;an. Sebagaiman diuraikan dalam ayat ke-14 surat Al Mu&#8217;minuun, jaringan tulang rawan pada embrio di dalam rahim ibu mulanya mengeras dan menjadi tulang keras. Lalu tulang-tulang ini dibungkus oleh sel-sel otot. Allah menjelaskan perkembangan ini dalam ayat: &#8220;â€¦dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging&#8221;.</p>
<p><span id="more-213"></span>Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur&#8217;an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.</p>
<p>&#8220;Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik&#8221; (Al Qur&#8217;an, 23:14)</p>
<p>Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur&#8217;an adalah benar kata demi katanya.</p>
<p>Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.</p>
<p>Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut: Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)</p>
<p>Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Al Qur&#8217;an, benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.</p>
<p>Sumber : harunyahya.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/25/pembungkusan-tulang-oleh-otot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Perbankan Syariah &amp; Universal Banking</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/25/sistem-perbankan-syariah-universal-banking/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/25/sistem-perbankan-syariah-universal-banking/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 12:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/25/sistem-perbankan-syariah-universal-banking/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tahun 1970-an, perbankan syariah telah muncul sebagai suatu kenyataan yang baru di dunia keuangan internasional. bank syariah modern untuk pertama kali didirikan di Dubai dengan nama Dubai Islamic Bank pada tahun 1973. Kemudian bank syariah berkembang di berbagai negara, bahkan hingga ke negara-negara yang berpenduduk mayoritas non Muslim, seperti di Denmark, Luxembourg, Switzerland, United [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak tahun 1970-an, perbankan syariah telah muncul sebagai suatu kenyataan yang baru di dunia keuangan internasional. bank syariah modern untuk pertama kali didirikan di Dubai dengan nama Dubai Islamic Bank pada tahun 1973. Kemudian bank syariah berkembang di berbagai negara, bahkan hingga ke negara-negara yang berpenduduk mayoritas non Muslim, seperti di Denmark, Luxembourg, Switzerland, United Kingdom, dan Amerika Serikat.</p>
<p><span id="more-212"></span>Tujuan utama menegakkan perbankan islam di seluruh dunia adalah untuk mempromosikan, memelihara, dan mengembangkan penerapan prinsip-prinsip Islam di dalam sektor bisnis. Secara lebih khusus, tujuan bank islam dilihat dari konteks peran dalam perekonomian adalah:</p>
<p>â€¢Â menerapkan jasa keuangan kontemporer yang disesuaikan dengan Syariah islam;</p>
<p>â€¢Â berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran dengan prinsip-prinsip hukum islam;</p>
<p>â€¢Â alokasi sumber daya keuangan yang terbatas ke dalam proyek yang lebih menguntungkan dan bermanfaat untuk perekonomian;</p>
<p>â€¢Â membantu melindungi keseimbangan distribusi pendapatan dan sumber daya.</p>
<p>Oleh karena bank syariah dapat melayani siapa saja, muslim maupun non muslim, maka jasa-jasa perbankan syariah telah dilihat oleh bank-bank internasional sebagai alternatif pembiayaan bagi dunia usaha. Hal ini dilakukan misalnya oleh Citicorp, Chase Manhattan Bank, ANZ Bank, Commersbank G, Deutsche Bank AG, HSBC, Bankers Trust, JP Morgan, Goldman Sachs, dan lainnya. Sedangkan di Indonesia sendiri, bank syariah baru berdiri pada tahun 1992. Hingga tahun 1998, hanya satu bank syariah beroperasi di Indonesia. Setelah keluarnya Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 yang merubah Undang-Undang Perbankan Nomor 7 tahun 1992 dan mengakomodir peraturan tentang bank syariah, barulah lahir sank syariah lain dan berkembang dengan pesat. Pada akhir September 2007 jumlah bank syariah di Indonesia mencapai 28 Bank, terdiri dari 3 Bank Umum Syariah (BUS) dan 25 Unit Usaha Syariah (UUS) bank umum.Â </p>
<p>Sementara itu, di beberapa negara Eropa berkembang suatu sistem perbankan yang dikenal sebagai Universal Banking. Universal Banking adalah suatu system perbankan di yang bukan hanya memberikan pinjaman, tetapi juga dapat berfungsi sebagai penjamin hutang perusahaan dan atau menjadi pemegang saham (pemodal) pada perusahaan sekuritas. Sebagai contoh, perbankan umum di Jerman, dapat menerima simpanan berjangka, meminjamkan uang, penjamin saham perusahaan, dan berperan sebagai penasihat investasi perusahaan besar. Dalam system Universal Banking, tidak ada pemisahaan antara perbankan komersial dengan perbankan investasi.</p>
<p>Universal Banking System memungkinkan bank untuk menggunakan informasi nasabah dengan lebih baik dan mengijinkan perbankan menjual lebih banyak servis di bawah satu atap seperti â€œFinancial Supermaketâ€. Sisi negatif dari sistem ini, adalah adanya kemungkinan konsentrasi kekuatan ekonomi pada sejumlah kecil institusi bank besar yang memegang modal pada perusahaan yang juga berperan sebagai peminjam dana.</p>
<p>Dalam perkembangannya, sistem perbankan syariah dapat diterima oleh semua masyarakat keuangan internasional, bukan hanya yang beragama Islam, dan terus tumbuh dengan signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan nilai-nilai dalam operasional bank syariah terus berorientasi kepada etika bisnis yang sehat dan juga menawarkan jasa-jasa yang jauh lebih banyak daripada perbankan konvensional. Perbankan syariah dapat menawarkan jasa-jasa lebih dari yang ditawarkan oleh investment banking, karena jasa-jasa bank syariah merupakan suatu kombinasi yang dapat diberikan oleh commercial bank, finance company, dan merchant bank. Oleh karena itu, system perbankan syariah berpeluang besar dikembangkan sebagai universal banking.</p>
<p>Selain di beberapa negara Eropa, universal banking system juga digunakan sebagi model bagi beberapa lembaga perbankan di Amerika. Namun terdapat perbedaan penerapan antara di Eropa dengan di Amerika. Secara umum, isu-isu universal banking pada sistim perbankan di daratan Eropa. berkisar pada hal-hal sebagai berikut:</p>
<p>a.Â  Konsep universal banking dimana bank memegang kendali sepenuhnya posisi asset jangka pendek dan jangka panjang memungkinkan bank untuk mengurangi information asymmetries dan internalise risk. Namun pada sisi lain kondisi ini akan mendorong moral hazard akibat â€œpasar gandaâ€ dimana pada saat terjadi krisis ekonomi, bank yang memiliki informasi lengkap akan segera meninggalkan pasar. Begitu kondisi nasabah memburuk bank bisa mensekuritisasi pembiayaannya dan menjual portfolionya.</p>
<p>b.Â Penerapan universal banking juga akan mendorong beberapa problem moral hazard seperti; rendahnya return riil para deposan, tingginya return relatif yang mendorong bank dan nasabah untuk menciptakan misalokasi dana, tingginya biaya bank ketika moral hazard memburuk, bank terdorong untuk mengambil posisi penyertaan lebih besar.</p>
<p>Sementara itu, isu yang muncul pada penerapan konsep universal banking versi Amerika adalah ketidakmampuan bank untuk memenuhi harapan stakeholder. Pada mulanya, munculnya konglomerasi industri keuangan diharapkan akan menciptakan keuntungan yang signfikan; (1) tingginya tingkat efisiensi dan profitabilitas akibat semakin tingginya skala ekonomis, (2) peningkatan tingkat kesehatan bank akibat diversifikasi usaha (3) tingkat kepuasan nasabah semakin tinggi karena konsep one-stop shopping akan mengurangi biaya.</p>
<p>Pada kenyataannya kondisi perbankan di Amerika dan secara global memperlihatkan bahwa bank-bank besar dengan konsep universal banking secara umum gagal untuk mewujudkan improvement pada tingkat efisiensi, profitabilitas, value nasabah dan pemegang saham. Konglomerasi perbankan malah memperbesar systemic risk karena mereka terdorong untuk memasuki aktifitas dengan return dan risiko yang tinggi terkait dengan pasar modal. Pada akhirnya peningkatan risiko ini mendorong fenomena â€œtoo big to failâ€.</p>
<p>Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa sistem perbankan syariah yang dapat menawarkan jasa-jasa lebih dari yang ditawarkan oleh investment banking, berpeluang besar dikembangkan sebagai universal banking. Dengan demikian, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi perbankan Syariah pada konsep universal banking adalah konsistensi pemeliharaan dan pengembangan penerapan prinsip-prinsip Islam di dalam sektor bisnis. Prinsip-prinsip ekonomi islam yang harus dipertahankan bagi konsep universal banking adalah nilai keadilan, efisiensi, stabilitas, dan pertumbuhan.Â </p>
<p>Nilai keadilan dapat dirasakan dengan menggunakan sistem perbankan Syariah adalah sebagai berikut:</p>
<p>- Risiko usaha dibagi lebih adil antara pelaku usaha dengan pemilik modal;</p>
<p>- Mengganti pengembalian yang tetap dengan pembagian proporsional dari keuntungan yang akan menentukan pengembalian yang adil pada modal tanpa peduli apakah keuntungan usaha tinggi atau rendah dan tidak peduli pada tingkat harga yang dipengaruhi oleh inflasi, stabilitas dan deflasi;</p>
<p>- Kekayaan akan menghasilkan kekayaan kembali kepada pemilik ketika pekerjaan dalam aktivitas ekonomi pada akhirnya memberikan nilai tambah.</p>
<p>Nilai efisiensi yang harus dapat diperoleh dengan memanfaatkan perbankan syariah pada konsep universal banking adalah:</p>
<p>- Perbedaan dalam pembiayaan yang cenderung pada pembagian risiko modal, yakni dengan melakukan pembiayaan yang bermanfaat, namun tidak harus sangat produktif dalam menghasilkan laba;</p>
<p>- Pembagian hasil dan atau keuntungan disepakati secara adil antara pemberi dan pengguna modal, dengan keputusan akhir bersama untuk usaha;</p>
<p>- Menjaga hubungan sosial antara kelas yang berbeda pada pemberi dan pengguna modal.</p>
<p>- Penggunaan prinsip non bunga akan menjadi faktor pendukung stabilitas, karena dapat mengurangi kecenderungan inflasi serta penciptaan uang yang tidak berhubungan dengan investasi produktif.</p>
<p>Memperhatikan bahwa Universal Banking adalah suatu sistem perbankan yang bukan hanya memberikan pinjaman, tetapi juga dapat berfungsi sebagai penjamin hutang perusahaan dan atau menjadi pemegang saham (pemodal) pada perusahaan sekuritas, serta hal-hal yang berkaitan dalam ekonomi islami, yakni keberagaman jenis kerjasama serta tujuan nilai keadilan, efisiensi, stabilitas dan pertumbuhan, maka dapat disimpulkan bahwa sistem universal banking cocok diterapkan dengan sistem perbankan syariah. Penerapan nilai-nilai syariah diharapkan juga dapat meminimalkan permasalahan moral dalam konsep universal banking secara global.</p>
<p>Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/25/sistem-perbankan-syariah-universal-banking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menempatkan SDM sebagai Human Capital</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/25/menempatkan-sdm-sebagai-human-capital/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/25/menempatkan-sdm-sebagai-human-capital/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 12:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/25/menempatkan-sdm-sebagai-human-capital/</guid>
		<description><![CDATA[Seiring berkembangnya era ekonomi baru, berkembang pula budaya yang menitikberatkan pada bottom line yang mengandung arti bahwa laba hari ini bukan laba jangka panjang, sehingga ketika menghadapi masalah maka perusahaan perlu mengambil tindakan cepat dan menentukan. Mempertahankan pekerja pada saat perusahaan bermasalah, saat ini, dipandang sebagian pihak sebagai tindakan lemah hati dan rendah pikiran. Oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring berkembangnya era ekonomi baru, berkembang pula budaya yang menitikberatkan pada bottom line yang mengandung arti bahwa laba hari ini bukan laba jangka panjang, sehingga ketika menghadapi masalah maka perusahaan perlu mengambil tindakan cepat dan menentukan. Mempertahankan pekerja pada saat perusahaan bermasalah, saat ini, dipandang sebagian pihak sebagai tindakan lemah hati dan rendah pikiran. Oleh karena itu, memiliki â€œpekerja tetapâ€ dianggap merugikan dibandingkan dengan outsourcing, sehingga pekerja tidak lebih dari sebuah obyek sewa pelengkap produksi.Â  Lebih jauh lagi, telah muncul idiom baru yang berbunyi â€œpecat pegawai anda begitu tidak dibutuhkan lagi, karena mereka selalu bisa disewa lagi nanti saat diperlukanâ€. Di samping itu menahan pekerja yang ingin keluar dari perusahaan juga dianggap sebagai akan membuat â€œbesar kepalaâ€ seorang pekerja, sehingga muncul idiom yang berbunyi â€œbiarkan satu pekerja anda pergi, karena masih ada seribu lamaran dengan gaji yang lebih rendah akan datang menggantikanâ€.</p>
<p><span id="more-211"></span>Akan tetapi, bagi perusahaan yang ingin menjadi sebuah perusahaan jangka panjang dan bertahan dari masa ke masa, maka tindakan di atas adalah merupakan sebuah tindakan melemahkan pembangunan loyalitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tindakan tersebut akan menyebabkan tingginya cost of employee turn-over. SDM adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan institusi/organisas i. Selanjutnya, Manajemen SDM (MSDM) berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimal.</p>
<p>Peran SDM bagi sebuah perusahaan yang ingin berumur panjang merupakan suatu hal strategis. Oleh karena itu, untuk menangani SDM yang handal harus dilakukan sebagai human capital. Para manajer harus mengaitkan pelaksanaan MSDM dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja, mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Peran strategis SDM dalam organisasi bisnis dapat dielaborasi dari segi teori sumber daya. Fungsi perusahaan adalah mengerahkan seluruh sumber daya atau kemampuan internal untuk menghadapi kepentingan pasar sebagai faktor eksternal utama. Sumber daya sebagaimana disebutkan di atas, adalah SDM strategis yang memberikan nilai tambah (added value) sebagai tolok ukur keberhasilan bisnis. Kemampuan SDM ini merupakan competitive advantage dari perusahaan. Dengan demikian, dari segi sumber daya, strategi bisnis adalah mendapatkan added value yang maksimum yang dapat mengoptimumkan competitive advantage. Adanya SDM ekspertis: manajer strategis (strategic managers) dan SDM yang handal yang menyumbang dalam menghasilkan added value tersebut merupakan value added perusahaan. Value added adalah SDM strategis yang menjadi bagian dari human capital perusahaan.</p>
<p>Manajemen sekarang telah banyak berubah dari keadaan 20-30 tahun lampau, di mana human capital menggantikan mesin-mesin sebagai basis keberhasilan kebanyakan perusahaan. Peter Drucker (1998), pakar manajemen terkenal bahkan mengemukakan bahwa tantangan bagi para manajer sekarang adalah tenaga kerja kini cenderung tak dapat diatur seperti tenaga kerja generasi yang lalu. Titik berat pekerjaan kini bergerak sangat cepat dari tenaga manual dan clerical ke knowledge-worker yang menolak menerima perintah (â€œkomandoâ€) ala militer, sebagaimana cara yang diadopsi oleh dunia bisnis 100 tahun yang lalu. Kecenderungan yang kini berlangsung adalah, angkatan kerja dituntut memiliki pengetahuan baru (knowledge-intensiv e, high tech-knowledgeable) , high tech-knowledgeable) yang sesuai dinamika perubahan yang tengah berlangsung. Tenaga kerja di sektor jasa di negara maju (kini sekitar 70 persen) dari tahun ke tahun semakin meningkat, dan tenaga paruh waktu (part-timer)Â  juga semakin meningkat. Pola yang berubah ini menuntut â€œpengetahuanâ€ baru dan â€œcara penangananâ€ (manajemen) yang baru. Moskowitz, R. and Warwick D. (1996) berpendapat, bahwa Human capital yang mengacu kepada pengetahuan, pendidikan, latihan, keahlian, dan ekspertis tenaga kerja perusahaan kini menjadi sangat penting, dibandingkan dengan waktu-waktu lampau.</p>
<p>Malcolm Baldrige, menyatakan bahwa penanganan SDM sebagai Human Capital telah berhasil jika MSDM sudah merencanakan penerapan dan intergrasi pertumbuhan pegawai secara penuh, mencakup program pelatihan, alur pengembangan karier, penilaian/proses kesadaran pribadi, kompensasi, pemberian wewenang, dan hasil terukur. Di samping itu manajemen senior dan madya terlibat secara penuh dan mendukung serta turut berlatih bersama untuk membangun perkembangan organisasi dan pegawai. Semua personalia dalam organisasi sudah merasakan bekerja dalam kelompok (bukan hanya sebagai individu). Setiap unit kerja sudah menguasai pegawai mereka melalui kelompok fungsional dan pembagian informasi yang sesuai dengan fungsi masing-masing. Perusahaan sebagai organisasi telah mempunyai suatu rencana menyeluruh dan secara penuh terhadap pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap penigkatan kualitas secara penuh. Dan, setiap pegawai mendapatkan reward untuk setiap prestasi.</p>
<p>Untuk mencapai penanganan SDM sebagai Human Capital dapat dinilai dari komponen-komponen sebagai berikut:</p>
<p>1.Â  Perencanaan dan Pengelolaan SDM</p>
<p>a.Â Seberapa jauh perencanaan SDM dikaitkan dengan strategi;</p>
<p>b.Â Seberapa jauh SDM dikaitkan dengan tujuan peningkatan kualitas;</p>
<p>c.Â Seberapa besar penggunaan data pegawai untuk peningkatan pengelolaan SDM.</p>
<p>2.Â  Peningkatan Pegawai</p>
<p>a.Â Seberapa besar insentif bagi keterlibatab pegawai dalam peningkatan kualitas;</p>
<p>b.Â Seberapa besar wewenang yang diberikan kepada pegawai dalam area kerja mereka;</p>
<p>c.Â Bagaimana pengukuran dan pemantauan pegawai dalam peningkatan kualitas;</p>
<p>d.Â Bagaimana indicator monitoring keterlibatan pegawai pada semua tingkatan.</p>
<p>3.Â  Pendidikan dan Pelatihan</p>
<p>a.Â Bagaimana sistematika pengembangan program pelatihan dan pendidikan;</p>
<p>b.Â Bagaimana mengukur kaitan pelatihan dan pendidikan dengan pekerjaan pegawai;</p>
<p>c.Â Seberapa jauh pengaruh hasil pelatihan berhubungan dengan area pekerjaan pegawai;</p>
<p>d.Â Bagaimana mengukur pelatihan pegawai dengan kategori pekerjaan</p>
<p>4.Â  Kinerja Pegawai dan Pengakuan</p>
<p>a.Â Seberapa jauh reward program mendukung tujuan peningkatan mutu;</p>
<p>b.Â Bagaimana intensitas organisasi meninjau ulang dan meningkatan reward program;</p>
<p>c.Â Bagaimana pengelolaan data dan bukti pengenalan setiap pegawai;</p>
<p>d.Â Bagaimana keberlanjutan peningkatan program untuk mencapai kepuasan pegawai.</p>
<p>5.Â  Kepuasan Pegawai</p>
<p>a.Â Seberapa jauh program pengembangan pelayanan kepada pegawai;</p>
<p>b.Â Bagaimana system penilaian &amp; evaluasi kepuasan pegawai;</p>
<p>c.Â Bagaimana kelengkapan data dalam peningkatan dan pelayanan pegawai.<br />
Â </p>
<p>Dengan demikian, human capital, bukanlahÂ  memposisikan manusia sebagai modal layaknya mesin, sehingga seolah-olah manusia sama dengan mesin, sebagaimana teori human capital terdahulu. Namun setelah teori ini semakin meluas, maka human capital justru bisa membantu pengambil keputusan untuk memfokuskan pembangunan manusia dengan menitikberatkan pada investasi pendidikan (termasuk pelatihan) dalam rangka peningkatan mutu organisasi sebagi bagian pembangunan bangsa. Penanganan SDM sebagai human capital menunjukkan bahwa hasil dari investasi non fisik jauh lebih tinggi dibandingkan investasi berupa pembangunan fisik.</p>
<p>Islam sebagai sebuah way of life, mengajarkan dan mengatur bagaimana menempatkan SDM pada sebuah syirkah (perusahaan) . Islam sangat peduli terhadap hukum perlindungan hak-hak dan kewajiban mutualistik antara pekerja dengan yang mempekerjakan. Etika kerja dalam Islam mengharuskan, bahwa gaji dan bayaran serta spesifikasi dari sebuah pekerjaan yang akan dikerjakan harus jelas dan telah disetujui pada saat adanya kesepakatan awal, dan pembayaran telah dilakukan pada saat pekerjaan itu telah selesai tanpa ada sedikitpun penundaan dan pengurangan. Para pekerja juga mempunyai kewajiban untuk mengerjakan pekerjaannya secara benar, effektif,Â  dan effisien. Al Quran mengakui adanya perbedaan upah di antara pekerja atas dasar kualitas dan kuantitas kerja yang dilakukan sebagaimanaÂ  yangÂ  dikemukakanÂ  dalamÂ  Surah Al AhqaafÂ  ayat 19,Â  SurahÂ Â  Al Najm ayat 39-41. Sungguh sangat menarik apa yang ada dalam Al Quran yang tidak membedakan perempuan dengan laki-laki dalam tataran dan posisi yang sama untuk masalah kerja dan upah yang mereka terima, sebagaimana yang terungkap dalam Surah Aliâ€™ Imran ayat 195.</p>
<p>Islam juga menganjurkan, untuk melakukan tugas-tugas dan pekerjaan tanpa ada penyelewelengan dan kelalaian, dan bekerja secara efisien dan penuh kompentensi. Ketekunan dan ketabahan dalam bekerja dianggap sebagai sesuatu yang mempunyai nilai terhormat. Suatu pekerjaan kecil yang dilakukan secara konstan dan professional lebih baik dari sebuah pekerjaan besar yang dilakukan dengan cara musiman dan tidak professional. Hal ini sesuai dengan Sabda Rasullulah yang berbunyi â€œSebaik-baiknya pekerjaan adalah yang dilakukan penuh ketekunan walaupun sedikit demi sedikit.â€ (H.R. Tirmidzi). Kompentensi dan kejujuran adalah dua sifat yang membuat seseorang dianggap sebagai pekerja unggulan sebagaimana yang dinyatakan dalam Surah Al Qashash ayat 26.Â </p>
<p>Standard Al Quran untuk kepatutan sebuah pekerjaan adalah berdasarkan pada keahlian dan kompetensi seseorang dalam bidangnya. Ini merupakan hal penting, karena tanpa adanya kompentensi dan kejujuran, maka bisa dipastikan tidak akan lahir efisiensi dari seseorang. Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi manajemen sebuah organisasi (perusahaan) untuk menempatkan seseorang sesuai dengan kompetensinya.Â </p>
<p>Berdasarkan ayat-ayat di atas, dapat disimpulkan, bahwa Islam mengajarkan SDM dalam sebuah perusahaan merupakan salah satu capital bukan sebagai cost unit. Dengan demikian, penanganan SDM sebagai human capital, bukanlah sesuatu yang baru dalam aktivitas ekonomi Islami.Â </p>
<p>Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/25/menempatkan-sdm-sebagai-human-capital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amanah</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/amanah/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/amanah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 12:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/amanah/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau orang mau memperhatikan syariat Islam dan seluruh ajarannya, maka dia akan mendapati bahwa keseluruhannya tidak lain adalah untuk mashlahat dan kebahagiaan manusia. Salah satu perilaku dan pengajaran tertinggi di dalam Islam adalah diwajibkannya sifat amanah, yang ini merupakan perbendaharaan agama Islam, kekayaan yang sangat mendasar dan bahkan agama itu merupakan amanah. Ada tiga kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau orang mau memperhatikan syariat Islam dan seluruh ajarannya, maka dia akan mendapati bahwa keseluruhannya tidak lain adalah untuk mashlahat dan kebahagiaan manusia. Salah satu perilaku dan pengajaran tertinggi di dalam Islam adalah diwajibkannya sifat amanah, yang ini merupakan perbendaharaan agama Islam, kekayaan yang sangat mendasar dan bahkan agama itu merupakan amanah.</p>
<p><span id="more-205"></span>Ada tiga kata sepadan yang semuanya dibentuk dari huruf alif, mim dan nun, ketiganya memiliki hubungan yang erat, yaitu aman, amanah dan iman dan makna ketiganya hampir serupa yaitu menunjukkan kepada ketenangan atau tumaâ€™ninah. Amanah menunjukkan pada kepercayaan, dan kepercayaan adalah ketenangan, sedang aman adalah hilangnya rasa takut dan ini juga berarti ketenangan, kemudian iman bermakna pembenaran dan ketetapan (iqrar) serta amal perbuatan, yang didalamnya terdapat pula ketenangan.</p>
<p>Oleh karena itu Allah menyebut hamba-Nya dengan sebutan mukmin karena hanya orang mukmin saja yang dapat memelihara amanat Allah, menunaikan serta memegangnya dengan erat, sebagaimana difirmankan oleh Allah, artinya,<br />
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, (QS. 23:8)</p>
<p>Dalam konteks perilaku kehidupan sehari-hari amanah memilki arti tumbuhnya sikap untuk memelihara dan menjaga apa saja yang menjadi perjanjian atau tanggungan manusia berupa benda nyata atau yang bersifat maknawi. Hal ini seperti yang ditunjukkan di dalam sabda nabi saw, â€œSetiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinannya.â€</p>
<p>Maka amanah memiliki makna yang sangat luas yang mencakup seluruh hubungan muamalah dan hak-hak pihak lain yang harus ditunaikan.</p>
<p>Maka secara garis besar amanah terbagi menjadi tiga bagian:</p>
<p>1.Â Amanah dalam Menunaikan Hak-hak Allah Azza wa Jalla.<br />
Yaitu dengan menauhidkan-Nya, mengesakan-Nya di dalam beribadah, mengerjakan apa yang Dia perintahkan dan menjauhi apa yang Dia larang, semata-mata untuk mengharapkan keridhaan Allah. Ini merupakan amanah yang terbesar, yang setiap hamba wajib melaksanakannya pertama kali sebelum amanah-amanah yang lain. Dan darinya akan muncul seluruh bentuk amanah yang lain.</p>
<p>2.Â Amanah dalam Nikmat yang Diberikan Allah.<br />
Seperti nikmat pendengaran, penglihatan, pemeliharaan, harta dan anak-anak. Juga amanah badan dan segala isinya, kepala dan kemampuan otaknya untuk berfikir. Maka setiap mukallaf wajib menggunakan nikmat-nikmat tersebut sesuai fungsinya yang Allah ciptakan dan dalam rangka menunaikan perintah-perintah Allah.</p>
<p>Apabila anggota badan, kesehatan, harta dan seluruh nikmat yang kita terima digunakan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Taâ€™ala, maka berarti kita telah merealisasikan amanah serta menunaikan sesuai tuntutannya.</p>
<p>Dan sebagai balasannya maka Allah akan menjaga dan memelihara orang yang berbuat demikian dan juga menjaga nikmat tersebut. Nabi saw bersabda, artinya, â€œJagalah Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah Allah maka dia akan kau dapati dihadapanmu.â€</p>
<p>Seorang salaf berkata, â€œBarang siapa bertakwa kepada Allah maka dia telah menjaga dirinya sendiri, dan barang siapa menyia-nyiakan ketakwaan kepada-Nya maka berarti dia menyia-nyiakan dirinya sendiri, sedangkan Allah tidak pernah membutuhkannya.â€</p>
<p>Oleh karenanya siapa saja yang menunaikan amanah dalam menjaga batasan-batasan Allah serta memelihara hak-hak Nya, baik yang berkaitan dengan dirinya atau apa yang diberikan oleh Allah berupa nikmat, harta dan sebagainya maka Allah akan menjaganya untuk kebaikan agama dan dunianya. Sebab balasan itu sesuai dengan amal usaha seseorang sebagaimana firman Allah swt, â€Hai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).â€ (QS. 2:40)</p>
<p>â€œHai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.â€ (QS. 47:7)</p>
<p>3.Â Amanah dalam Menunaikan Hak Sesama Manusia</p>
<p>Seperti titipan, harta, rahasia, aib dan kehormatan dan lain sebagainya. Al Qurâ€™an telah menyebutkan tentang keutamaan sifat amanah dalam banyak ayat, yang sekaligus menganjurkan kepada kita untuk memelihara dan menjaganya. Diantaranya adalah firman Allah, artinya, â€œSesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, Juga firman Allah yang menyebutkan sifat-sifat orang mukmin yang berhak mendapatkan surga Firdaus Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanatâ€ (yang dipikulnya) dan janjinya, (QS. 23:8)</p>
<p>Berkaitan dengan amanah ada sebuah ayat yang sangat mulia yang menceritakan tentang tawaran Allah kepada langit , bumi dan gunung untuk memikul amanah, namun mereka semua enggan karena merasa tidak mampu, lalu amanah tersebut dipikul oleh manusia. Allah swt berfirman, â€œSesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodohâ€ (QS. 33:72)</p>
<p>Dalam ayat ini terkandung penjelasan tentang beratnya amanah dan beban yang harus ditanggung oleh manusia, dimana langit, bumi dan gunung sebagai makhluk Allah yang perkasa dan kuat merasa lemah dan enggan untuk memikul amanah itu, takut dan khawatir jikalau tidak sanggup menunaikannya.</p>
<p>Akan tetapi manusia menawarkan diri untuk memikul amanah tersebut,dan dengan itu manusia berarti telah berlaku zhalim terhadap diri sendiri, sekaligus telah bersikap bodoh terhadap berbagai konskwensi yang begitu banyak dari amanah itu, berupa kerja keras sehingga tidak menjadikannya terjerumus ke dalam siksa.</p>
<p>Oleh karenanya siapa saja yang menerima amanah ini, menjaganya serta menunaikan hak-haknya maka dia mendapatkan kemenangan dan pahala yang besar. Dan barang siapa yang menyia-nyiakannya, menelantarkan hak-haknya maka dia akan merugi dan mendapatkan siksa. Maka dalam lanjutan ayat Allah menjelaskan tiga golongan manusia dalam menunaikan amanah tersebut, yaitu munafik, musyrik dan mukmin.</p>
<p>â€œSehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mu&#8217;min laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:73)</p>
<p>Orang musyrik menyia-nyiakan amanah secara lahir dan batin, orang munafik menyia-nyiakan amanah secara batin meskipun secara lahirnya terlihat menunaikan amanah sedangkan orang mukmin menjaga amanah Allah secara lahir dan batin.</p>
<p>Ada satu hal yang perlu diperhatikan tentang kengganan langit, bumi dan gunung, yang berbeda dengan keengganan iblis ketika diperintahkan sujud terhada Adam as. Perbedaanya adalah bahwa keengganan langit, bumi dan gunung adalah timbul dari kelemahan dan ketidakmampuan sedangkan keengganan iblis karena menolak dan takabbur (sombong). Hal yang kedua adalah bahwa yang disampaikan kepada langit,bumi dan gunung adalah tawaran yang disitu ada pilihan sedangkan yang disampaikan kepada iblis adalah perintah wajib yang harus, tidak ada pilihan lain selain patuh.</p>
<p><strong>Beberapa Pelajaran Seputar Amanah</strong></p>
<p>â€¢Â Amanah adalah akhlak yang bersifat utuh, tidak bisa hanya dilaksanakan sebagiannya saja. Maka orang yang amanah terhadap yang sedikit dan berkhianat terhadap yang banyak dia adalah khianah. Orang yang amanah dalam satu kondisi lalu berkhianat dalam kondisi yang lain maka berarti tidak amanah.</p>
<p>â€¢Â Amanah adalah akhlak dan ciri keimanan. Dengan pendidikan keimanan dia akan menjadi baik dan bersih yaitu dengan menumbuhkan rasa kedekatan Allah, yang tak satupun tersembunyi di hadapan Allah, serta takut ketika ditanya di hadapan Allah. Orang yang amanah hanya ketika ada orang lain berarti dia belum merealisasikan amanah.</p>
<p>â€¢Â Amanah adalah bekal paling besar dan paling baik yang dimiliki seseorang, jika seseorang terpercaya di dalam amanahnya maka itu merupakan kekayaan di dunia sebelum nanti di akhirat.</p>
<p>â€¢Â Amanah adalah kekuatan, dalam pengaruh dan kekuasaan, kemuliaan dan kecukupan, bahkan merupakan kekuatan jiwa sehingga tidak lemah dan tunduk terhadap hawa nafsu dan segala yang membawa kepada kebinasaan.</p>
<p>â€¢Â Lawan amanah adalah khianah yaitu meninggalkan dan menyembunyikan yang hak dan yang seharusya disampaikan. Dan ini merupakan karakter utama orang munafik sebagaimana di dalam hadits yang masyhur, Nabi saw bersabda, artinya, â€œTanda-tanda orang munafik ada tiga, â€œJika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari, dan jika dipercaya berkhianat.â€</p>
<p><strong>Macam-macam Khianat</strong></p>
<p>Allah swt berfirman, artinya, â€Hai orang-orang beriman, janganlah kamu, mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.â€ (QS. 8:27</p>
<p>Berdasar ayat ini, khianat ada tiga macam:<br />
1.Â Khianat terhadap hak-hak Allah swt, yang paling besar adalah kufur dan syirik kemudian setelah itu disusul dengan fusuq (kefasikan) dan â€˜ishyan (kemaksiatan) .Tauhid,shalat, puasa, ikhlas,zakat, rukuâ€™,sujud,mandi janabah adalah contoh amanat seorang hamba di hadapan Allah swt, yang harus ditunaikan dengan benar dan tidak boleh dikhianati.<br />
2.Â Khianat terhadap hak-hak Rasul saw, yaitu dengan meremehkan sunnah-sunnah dan pengajarannya, ghuluw (berlebihan) di dalam mengagungkan beliau, meninggalkan sunnah dan melakukan bidâ€™ah atau membuat hal-hal baru di dalam agama padahal tidak pernah diajarkan oleh beliau saw.<br />
3.Â Khianat terhadap hak-hak sesama manusia, seperti khianat di dalam harta, kehormatan atau nasihat terhadap mereka. Amanah terhadap sesama manusia amat banyak, diantaranya adalah amanat anak,orang tua, kerabat,suami- istri, tetangga,amanah dalam jual beli, berbicara, pekerjaan, ilmu, nasihat, dan lain sebagainya.</p>
<p>Semoga Allah menolong kita semua untuk dapat melaksanakan amanah kehidupan ini, amin. Wallahu aâ€™lam bish shawab.</p>
<p>Sumber: â€Al-Amanah, mafhumuha,shuwaruha ,tsamaratuha.â€ Asmaâ€™ binti Rasyid ar- Ruwaisyid.</p>
<p>Sumber : www.alsofwah.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/amanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tathayyur, Kesialan Tak Beralasan</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/tathayyur-kesialan-tak-beralasan/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/tathayyur-kesialan-tak-beralasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 12:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/tathayyur-kesialan-tak-beralasan/</guid>
		<description><![CDATA[Arti Tathayyur Tathayyur (baca; tatoyur yakni merasa sial ketika melihat jenis burung tertentu atau selainnya), sebagaimana dikatakan al Imam Ibnu Hajar al-Asqalani berasal dari kata thiyarah atau tiirah akar kata (mashdar) dari kata tathayyara, sebagaimana kata takhayyara mashdarnya khiyarah. Asal-usul Tathayyur Asal usul tathayyaur (dalam kehidupan Arab), bahwa pada masa jahiliyah orang orang mengandalkan arah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Arti Tathayyur</strong></p>
<p>Tathayyur (baca; tatoyur yakni merasa sial ketika melihat jenis burung tertentu atau selainnya), sebagaimana dikatakan al Imam Ibnu Hajar al-Asqalani berasal dari kata thiyarah atau tiirah akar kata (mashdar) dari kata tathayyara, sebagaimana kata takhayyara mashdarnya khiyarah.</p>
<p><span id="more-204"></span><strong>Asal-usul Tathayyur</strong></p>
<p>Asal usul tathayyaur (dalam kehidupan Arab), bahwa pada masa jahiliyah orang orang mengandalkan arah terbangnya burung. Jika salah seorang dari mereka akan keluar rumah untuk suatu urusan maka apabila melihat burung terbang ke arah kanan mereka merasa beruntung dan melanjutkan perjalanan. Jika melihat burung terbang ke arah kiri maka mereka beranggapan sial dan membatalkannya. Terkadang juga mereka sengaja melepaskan burung lalu di lihat ke mana arah terbangnya kemudian dari situ ia menentukan sikap.</p>
<p><strong>Tathayyur dalam Lintasan Sejarah </strong></p>
<p>Sejarah tathayyur sudah ada smenjak dahulu kala, sudah lama orang-orang mempunyai anggapan bahwa kesialan itu dapat disebabkan oleh adanya makhluk tertentu yang menurut mereka membawa sial. Kaum Tsamud juga telah bertathayyur, mereka merasa sial dengan keberadaan Nabi Shalih di tengah-tengah mereka, sebagaimana firman Allah swt, Mereka menjawab: &#8220;Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu&#8221;.Shaleh berkata:&#8221;Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji&#8221;. (QS. an-Naml: 47) Demikian pula dengan Bani Israil, sebagaimana firman Allah dalam surat al A&#8217;raf 130-131.</p>
<p>Tathayyur terus berlanjut hingga pada masa Arab Jahiliyah dengan berbagai macam bentuknya. Diantara mereka ada yang beranggapan sial dengan adanya jenis burung tertentu, bagaimana cara terbangnya, atau dengan angin, bintang ataupun dengan suara orang serta binatang tertentu.</p>
<p>Setelah Nabi saw diutus dengan membawa wahyu maka beliau jelaskan bahwa kepercayaan tathayyur tersebut adalah batil. Rasulullah saw bersabda, artinya, â€œTidak ada thiyarah (sial karena burung) dan tidak ada kesialan (karena makhluk tertentu).&#8221;</p>
<p>Beliau menjelaskan bahwa kepercayaan semacam ini timbul hanya berdasarkan persangkaan orang-orang (sama sekali tidak mempunyai dasar yang masuk akal,red). Beliau ajarkan bahwa apa yang mereka peroleh atau apa yang menimpa mereka tidak lain karena (takdir) yang telah ditetapkan Allah untuknya.</p>
<p><strong>Tathayyur di Masa Kini</strong></p>
<p>Di masa kini pengaruh- pengaruh tathayyur masih begitu kental dan terasa, terbukti dengan semakin marak dan menjamurnya paranormal alias dajjal yang mengklaim mengetahui perkara ghaib. Diantara mereka ada yang meramal dengan bintang, membaca telapak tangan ataupun dengan cara lainnya yang pada dasarnya merupakan pelecehan terhadap keberadan akal manusia.</p>
<p>Tak ketinggalan negara- negara yang katanya disebut sebagai negara maju, modern atau negara industri, dimana mereka lebih menyandarkan kepada hal-hal yang bersifat materi dan logika (akal) ternyata masyarkatnya banyak yang lari kepada dukun dan tukang ramal, bahkan hal itu telah menjadi keyakinan yang menancap pada kebanyakan masyarakatnya.</p>
<p>Tak terhitung para petinggi dan pejabat pemerintahan yang datang menghadap &#8220;orang pinter&#8221; dan tukang ramal baik yang pria maupun wanita, baik ke tempat praktek mereka, ataupun dalam event dan acara-acara yang disiarkan oleh berbagai media. Dan terbukti bahwa mereka yang datang rata-rata terpengaruh dan membenarkan apa saja yang diucapkan oleh sang paranormal. Yang demikian ini juga terjadi di negara-negara Amerika dan Eropa.</p>
<p>Dalam hal ini ada sebuah berita yang dikeluarkan oleh sebuah kantor berita di London bahwa mantan presiden AS Ronald Reagen bukanlah merupakan satu-satunya orang yang mengangkat penasehat dari kalangan dukun dalam membantu mengurus negaranya. (Diterbitkan dalam koran al Qabas (Kuwait) edisi 22 Mei 1998, tentang dunia sihir dan paranormal oleh Dr Sulaiman al Asyqar)</p>
<p>Sementara di Perancis telah diadakan sensus bahwa lebih dari sepuluh juta penduduk Perancis mendatangi paranormal dan tukang ramal secara rutin. Fenomena ini menyebar pada seluruh strata dan kelompok masyarakat mulai dari para petinggi negara hingga tukang sampah. Salah satu hal yang menggiring itu adalah banyak perpustakaan yang dipenuhi dengan buku-buku ramalan bintang dalam setiap penghujung tahun, mereka ingin tahu berbagai peristiwa yang bakal terjadi pada tahun berikutnya.</p>
<p>Telah menjadi kebiasaan orang-orang Prancis pada tiap akhir tahun mereka menunggu terbitnya buku-buku yang memuat ramalan-ramalan tukang tenung, terutama seorang peramal wanita yang dikenal dengan Elizabet Teisyih, yang presiden Faranso Mitaran banyak bertanya kepadanya, meminta petunjuk terhadap permasalahan yang dihadapinya. (Koran asy Syarq al Ausath no 8003 Jum&#8217;at 30-7-1421 H)</p>
<p>Di beberapa negara maju marak juga model perdukunan yang disebut dengan melihat bola kristal. Dimana sang penyihir komat-kamit mulutnya seraya membaca mantera dihadapan bola itu, lalu mendengarkan apa yang dibisikkan oleh setan, setelah itu memberitahukan bisikan setan itu kepada orang lain (pasiennya).</p>
<p>Salah satu bukti yang menunjukkan mendunianya paranormal, khurafat dan keyakinan batil terutama di negara yang mengaku maju adalah apa yang terdapat dalam uang dolar Amerika bergambar mata, yang dimaksudkan untuk menolak mata yang dengki (ain). (lihat &#8216;Alamus sihri wa asy syu&#8217;udzah hal 65, Dr Sulaiman al Asyqar)</p>
<p>Orang-orang barat juga punya keyakinan bahwa angka tertentu merupakan pembawa sial, jika memiliki angka itu maka mereka berasumsi bahwa sial bakal menimpa. Diantara angka &#8220;keramat&#8221; itu adalah angak tiga belas (13), sehingga salah satu maskapai penerbangan internasional mambuang angka tersebut dari tempat duduk di dalam pesawat.</p>
<p>Demikian juga penduduk New Zealand, mereka juga beranggapan sial dengan angka tiga belas sehingga mereka tidak menulisnya pada apa-apa yang mereka miliki. Dan dengan sebab tidak dipakainya angka tiga belas ini sering terjadi kesalahpahaman di dalam berbagai pelayanan umum sebagaimana diungkapkan oleh para wartawan mereka. (koran New Zealand Hirald edisi 12-10-1420 H/19-1-2000 M, disiarkan juga oleh kantor berita reuters dan diterbitkan dalam koran ar Riyadh Kamis 13/10/1420).</p>
<p>Setelah diperhatikan maka diketahui bahwa angka tiga belas ternyata merupakan angka keramat (angka apes dan sial) bagi paranormal dan tukang ramal, dan ini menunjukkan bahwa tathayyur memiliki kaitan yang sangat erat dengan dunia perdukunan. Di Eropa, jumlah paranormal dan peramal mancapai jutaan baik yang pria maupun wanita. Di Paris, ibu kota Perancis ada lebih dari dua puluh lima ribu juru nujum pria dan wanita. (Majalah Express, Perancis). Disana juga diadakan kontes paranormal dan juru nujum dengan skala internaisonal, tentunya untuk apa lagi kalau bukan mencari pelanggan.<br />
Dalam kaitan pergantian milenium baru (th 2000) lalu beberapa paranormal kesohor meramalkan bahwa tahun 2000 merupakan tahun kehancuran alam semesta, ada lagi paranormal yang mengatakan bahwa pada tahun itu matahari akan meledak dan itu tersebar melalui beberapa pemberitaan media di dunia. Maka banyak penduduk dunia yang begadang pada malam pertama tahun itu (pergantian tahun) seraya menahan nafas menunggu apa yang bakal terjadi dengan alam ini. Namun apa yang terjadi, semua hanya dusta belaka.</p>
<p>Ramalan semacam ini sebenarnya hanya mengadopsi dari paranormal di masa lalu. Pada tahun 999 terdapat ramalan yang menyebutkan bahwa tahun 1000 akan terjadi peristiwa demikian dan demikian. Maka akibat ramalan itu, penduduk Eropa berbondong-bondong keluar menuju Baitul Maqdis, dengan harapan agar akhir kehidupan mereka berada di tempat yang suci. (at Tanabbu&#8217; bil ghaib, Ahmad asy Syantanawi, terbitan Dar al Ma&#8217;arif Mesir)</p>
<p><strong>Bentuk-bentuk Tathayyur </strong></p>
<p>Hampir dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari masih kita dapati adanya unsur tathayyur, baik disadari atau tidak.Dan aspek yang terbesar adalah tathayyur dan anggapan sial dalam hal yang berkaitan dengan sakit, kematian serta penghasilan atau rejeki. Dan nyata sekali bahwa antara tathayyur dengan dunia paranormal dan perdukunan memilki kaitan sangat kuat yang saling mendukung satu dengan lainnya.</p>
<p>Ada diantara dukun itu yang meramal nasib dengan membaca telapak tangan. Ada pula bentuk ramalan dengan kartu, demikian juga yang banyak terpampang di halaman berbagai majalah atau koran berupa ramalam bintang (zodiak). Majalah dan koran semacam ini telah memberikan andil dalam penyebaran khurafat. Para artis dan penyayi pun tak ketinggalan sering mengungkapkan masalah masalah semisal, seperti dirinya berada dibawah naungan zodiak ini, sehingga dalam keseharian harus begini, pantangannya adalah ini dan itu.</p>
<p>Ada pula sebagian orang atau pengusaha yang apabila kedatangan tamu dengan ciri fisik tertentu maka dia merasa sial sehingga menutup toko atau kantornya takut rugi dan terkena musibah. Sebagian yang lain merasa sial dengan nomer atau angka tertentu seperti angka 13 atau angka 3 dan ada pula orang yang merasa sial apabila melihat cermin yang pecah.<br />
Ada pula bentuk tathayyur yang merupakan warisan kaum Yahudi, yakni merasa sial apabila melihat wanita yang sedang dalam masa â€˜iddah atau haidh. Ada juga sebagian masyarakat yang bertathayyur dengan burung gagak atau burung hantu (dan burung perkutut, red).</p>
<p>Tak ketinggalan orang rafidhah (syi&#8217;ah), mereka merasa sial dengan angka sepuluh. Menurut penjelasan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahwa orang syiah membenci angka sepuluh disebabkan kebencian mereka terhadap shahabat pilihan yaitu sepuluh shahabat yang dijamin masuk surga. (lihat Minhaj as Sunnah an Nabawiyah 1/38-39).</p>
<p>Walhasil masih banyak masyarakat di belahan bumi ini yang meyakini tathayyur, dan ini merupakan peluang emas bagi para dukun dan dajjal yang sering dianggap sebagai â€œorang pinterâ€ untuk terus dan asyik menjalankan profesinya, â€œmembodohi orangâ€.</p>
<p>Islam telah mengingkari adanya tathayyur, dan jika dengan sebab tathayyur ini seorang muslim lantas medatangi dukun maka dia berhadapan dengan dua ancaman, tidak diterima shalatnya empat puluh hari atau yang lebih fatal lagi dicap kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw. Wallahu aâ€™lam.</p>
<p>Diringkas dan disadur dengan bebas dari kitab â€œat-Tasyaâ€™um wa at-Tathayyur fi hayatin naas, Khalid bin Abdur Rahman asy-Syayiâ€™</p>
<p>Sumber : www.alsofwah.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/tathayyur-kesialan-tak-beralasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memfungsikan Masjid sebagai Pusat Pengembangan Ekonomi Umat</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/memfungsikan-masjid-sebagai-pusat-pengembangan-ekonomi-umat/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/memfungsikan-masjid-sebagai-pusat-pengembangan-ekonomi-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 12:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/memfungsikan-masjid-sebagai-pusat-pengembangan-ekonomi-umat/</guid>
		<description><![CDATA[Firman Allah SWT: â€œHanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut, selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharpkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS.9/ At-Taubah: 18) Masjid, berasal dari bahasa Arab, yang artinya adalah suatu tempat sujud. Fungsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Firman Allah SWT:<br />
â€œHanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut, selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharpkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS.9/ At-Taubah: 18)</p>
<p><span id="more-203"></span>Masjid, berasal dari bahasa Arab, yang artinya adalah suatu tempat sujud. Fungsi utama masjid adalah sebagai tempat sholat bersujud kepada Allah SWT, dan melaksanakan ibadah-ibadah yang telah disyariatkan- Nya. Masjid merupakan tempat orang berkumpul dan melakukan sholat secara berjamaah dengan tujuan sebenarnya adalah meningkatkan solidaritas dan silaturrahmi di antara sesama kaum muslim. Di samping itu, jika kita lihat dari sejarah, di masa Rasulullah SAW dan pada masa-masa kejayaan Islam, masjid bukan saja menjadi tempat sholat, tetapi menjadi pusat kegiatan kaum muslim. Kegiatan di bidang pemerintahan, mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, peradilan, dan kemiliteran, dibahas dan dipecahkan di lembaga masjid. Masjid, pada saat itu, berfungsi pula sebagai pusat pengembangan kebudayaan Islam, juga sebagai tempat halaqah atau diskusi, mengaji, dan memperdalam ilmu-ilmu pengetahuan agama secara khusus dan pengetahuan umum secara luas.</p>
<p>Pada masa awal ajaran Islam dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, bangunan masjid sangat sederhana, seperti Masjid Nabawi di Madinah yang hanya berupa sebuah tanah berpagar batu bata yang digunakan untuk mengatur semua urusan umat. Masjid itu terbuka dan dilindungi oleh batang pohon kurma, salah satu serambi digunakan untuk melindungi orang-orang yang sholat dari sinar matahari, dan serambi yang lain merupakan rumah orang-orang Makkah yang berhijrah bersama Rasulullah, dan beliau sendiri tinggal di bangunan sederhana yang dibangun berlawanan dengan sisi luar sebelah timur dinding masjid. Setelah Rasulullah meninggal dunia, barulah orang-orang Islam membangun masjid secara ekslusif sebagai tempat ibadah.</p>
<p>Pada saat ini, banyak masjid dibangun setiap tahunnya, baik oleh masyarakat secara bersama-sama, ataupun organisasi-organisa si kemasyarakatan, serta oleh pemerintah sendiri. Bangunan masjid tersebut, banyak yang mempunyai arsitektur yang indah dan megah dengan konstruksi yang sangat mahal. Namun, terkadang disayangkan, keindahan dan bahkan kemegahan bangunan masjid yang tersebar di berbagai penjuru negeri tidak menunjukkan tingkat kesejahteraan para jamaahnya, bahkan yang lebih ironis untuk biaya pemeliharaan masjid tersebut seringkali dilakukan dengan meminta-minta di pinggir jalan, sehingga menurunkan citra umat Islam secara keseluruhan.</p>
<p>Dalam Muktamar â€œRisatul Masjidâ€ pada tahun 1975 di Makkah, disepakati bahwa masjid dikatakan berperan dengan baik jika memiliki:<br />
1. Ruang shalat yang memenuhi persyaratan kesehatan;<br />
2. Ruang-ruang khusus wanita yang memungkinkan mereka keluar-masuk tanpa bercampur dengan pria, baik digunakan untuk shalat maupun untuk membina keterampilan mereka;<br />
3. Ruang pertemuan dan perpustakaan;<br />
4. Ruang poliklinik dan ruang â€œperawatanâ€ jenazah;<br />
5. Ruang bermain, berolahraga, dan berlatih bagi remaja.</p>
<p>Dengan demikian, sesuai dengan muktamar di atas, fungsi masjid bukan saja tempat sujud dalam arti sempit, tetapi juga tempat beribadah kepada Allah yang tidak hanya terbatas pada peribadatan vertical tetapi juga peribadahan dalam dimensi horizontal.</p>
<p>Apabila kita kaji secara lebih dalam, sebenarnya sangat banyak fungsi masjid yang dapat dikembangkan untuk mengangkat harkat umat Islam. Fungsi-fungsi tersebut antara lain adalah:</p>
<p>1. Masjid merupakan tempat kaum muslimin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT;</p>
<p>2.Masjid adalah tempat kaum muslimin beriâ€™tikaf, membersihkan diri, menggembleng batin untuk membina kesadaran dan mendapatkan pengalaman batin/ kegamaan sehingga selalu terpelihara keseimbangan jiwa dan raga serta kebutuhan pribadi;</p>
<p>3. Masjid adalah tempat bermusyawarah kaum muslimin guna memecahkan persoalan-persoalan yang timbul dalam masyarakat;</p>
<p>4. Masjid adalah tempat kaum muslimin berkonsultasi, mengajukan kesulitan-kesulitan , meminta bantuan dan pertolongan;</p>
<p>5. Masjid adalah tempat membina keutuhan ikatan jamaah dan kegotongroyongan di dalam mewujudkan kesejahteraan bersama;</p>
<p>6. Masjid dengan majelis taklimnya merupakan wahana untuk meningkatkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan muslimin;</p>
<p>7. Masjid adalah tempat pembinaan dan pengembangan kader-kader pimpinan umat;</p>
<p>8. Masjid tempat mengumpulkan dana, menyimpan, dan membagikannya;</p>
<p>9. Masjid tempat melaksanakan pengaturan dan supervisi sosial.</p>
<p>Di beberapa kota-kota di Indonesia, beberapa tahun terakhir, terlihat suatu fenomena baru yang menunjukkan sebagian masjid telah berfungsi selain sebagai tempat ibadah (shalat) juga merupakan tempat pengembangan pendidikan, tempat pemberdayaan ekonomi umat, dan tempat kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Dengan demikian, keberadaan masjid memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat lingkungannya. Fungsi masjid yang seperti itu, perlu terus dikembangkan dengan pengelolaan yang baik dan teratur, sehingga dari masjid lahir insan-insan muslim yang berkualitas dan masyarakat yang sejahtera.</p>
<p>Dalam upaya peningkat kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pinggiran kota dan pedesaan dapat dilakukan dengan menggiatkan masjid-masjid untuk berperan alami dalam kehidupan jamaah dan masyarakat di lingkungan masjid dengan menggunakan ajaran Islam sebagai agama yang dianut oleh masyarakat setempat sebagai mekanisme perubahan sosial dan peningkatan motivasi dalam berusaha sehingga dapat mempercepat perubahan sosio-ekonomi di wilayah-wilayah masjid tersebut berada.</p>
<p>Peningkatan kesejahteraan umat tersebut dapat dilakukan dengan membuat Koperasi yang beranggotakan jamaah dari masjid dan kegiatan ekonomi yang berbasiskan kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan masjid serta penyediaan kebutuhan jamaah dan masyarakat di sekitar masjid tersebut.</p>
<p>Di samping lembaga Koperasi yang telah dikenal, saat ini juga berkembang lembaga Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang merupakan lembaga pendukung kegiatan ekonomi masyarakat kecil bawah (golongan ekonomi lemah) dengan berlandaskan sistem ekonomi Syariah Islam. Badan Hukum dari BMT dapat berupa Koperasi untuk BMT yang telah mempunyai kekayaan lebih dari Rp 40 juta dan telah siap secara administrasi untuk menjadi koperasi yang sehat dilihat dari segi pengelolaan koperasi dan baik (â€œthayyibanâ€) dianalisa dari segi ibadah, amalan shalihan para pengurus yang telah mengelola BMT secara Syariah Islam. Sebelum berbadan hukum koperasi, BMT dapat berbentuk sebagai KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang dapat berfungsi sebagai Pra Koperasi.</p>
<p>Tujuan berdirinya BMT adalah guna meningkatkan kualitas usaha ekonomi bagi kesejahteraan anggota, yang merupakan jamaah masjid lokasi BMT berada pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan ekonomi umat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan, maka sudah seharusnya memanfaatkan dan memberdayakan BMT, yang didirikan di masjid-masjid, sebagai lembaga yang menghimpun masyarakat ekonomi lemah dengan mengembangkan iklim usaha dalam lingkungan sosial ekonomi yang sehat dan menggandeng lembaga-lembaga pemerintahan daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan Lembaga Perbankan Syariah, yang sedang berkembang saat ini di Indonesia, dalam sebuah bentuk kemitraan berupa pembinaan manajerial koperasi, bantuan pengembangan perangkat dan sistem keuangan mikro, serta kerjasama pendanaan dan pembiayaan.Â </p>
<p>Dengan membuat sebuah program kemitraan bagi BMT, di masjid-masjid, maka diharapkan dapat mengembangkan usaha-usaha mikro, sebagai pelaku utama ekonomi kerakyatan, yang akan sulit jika dibiayai dengan menggunakan konsep perbankan murni. Pada sisi lain kemitraan seperti ini juga akan meningkatkan kemampuan Koperasi dan BMT sebagai lembaga keuangan alternatif yang akhirnya program ekonomi Kerakyatan yang didengung-dengungka n selama ini dalam mencapai visi mencapai kesejahteraan lahir dan bathin, insya Allah akan dapat terwujud. Namun sebelum mewujudkan visi masyarakat sejahtera lahir dan bathin, kita harus menyadari bahwa makna kesejahteraan yang ingin dicapai bukan hanya dari sisi materi semata, tetapi lebih dari itu yakni mempunyai ketersinggungan dengan apek ruhaniah yang juga mencakup permasalahan persaudaraan manusia dan keadilan sosial ekonomi, kesucian kehidupan, kehormatan individu, kebersihan harta, kedamaian jiwa dan kebahagiaan, serta keharmonisan kehidupan keluarga dan masyarakat, sehingga mendiskusikan konsep kesejahteraan tersebut tidak terbatas pada variabel-variabel ekonomi semata, melainkan juga menyangkut moral, adat, agama, psikologi, sosial, politik, demografi, dan sejarah.</p>
<p>Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/memfungsikan-masjid-sebagai-pusat-pengembangan-ekonomi-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

