<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tauziyah.com &#187; Tadabbur Alam</title>
	<atom:link href="http://tauziyah.com/tags/kajian/tadabur-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tauziyah.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Jan 2011 18:42:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Ilmu Bumi (Geologi) II</title>
		<link>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-ii/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 08:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahima Maka mukjizat ilmiyah Al Qur&#8217;an merupakan suatu metode dakwah yang paling mujarab di abad sains dan teknologi ini, yaitu zaman yang tak ada lagi wahyu dari langit selain Al Qur&#8217;an. Sementara kitab-kitab samawi lainnya yang diturunkan sebelumnya telah mengalami erosi dan kehilangan esensi. Baik itu hilang sama sekali, atau hilang dasar-dasar ajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Rahima</p>
<p>Maka mukjizat ilmiyah Al Qur&#8217;an merupakan suatu metode dakwah yang paling mujarab di abad sains dan teknologi ini, yaitu zaman yang tak ada lagi wahyu dari langit selain Al Qur&#8217;an. Sementara kitab-kitab samawi lainnya yang diturunkan sebelumnya telah mengalami erosi dan kehilangan esensi. Baik itu hilang sama sekali, atau hilang dasar-dasar ajaran originalnya dengan bahasa bukan bahasa ketika diturunkan. Karena kitab-kitab lain selain Al Qur&#8217;an telah mengalami perubahan dan penyelewengan yang menyebabkannya keluar dari bingkai rabbani, meskipun kita meyakini bahwa asal usulnya adalah samawi dan kita mengakui kebenaran asal usul tersebut.</p>
<p><span id="more-222"></span>Rasulullah bersabda &#8220;Tatkala Allah menciptakan bumi, ia bergoyang dan menyentak, lalu Allah menstabilkannya dengan gunung&#8221; ( H.R Ahmad )</p>
<p>Nabi yang buta huruf ini hidup antara tahun 570 hingga 632, pada saat tak seorangpun, baik sebelum beliau SAW, ataupun 12 abad setelahnya, mengetahui apapun gerakan horizontal lithosfer bumi, peranan gunung sebagai stabilisator baginya. Rasulullah sudah menyampaikannya pada kita ummat manusia.</p>
<p>Dan telah kami jadikan dibumi ini gunung-gunung yang kokoh, supaya bumi itu tidak guncang bersama mereka, dan telah kami jadikan pula dibumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat padanya. &#8220;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam mendahului siang.&#8221; ( Q.S Yasin 40 )</p>
<p>&#8220;dan kamu lihat gunung-gunung itu , kamu sangka ia tetap pada tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan, begitulah perbuatan Allah yang membuat kokoh tiap-tiap sesuatu.&#8221; ( Q.S Al Naml : 88 )</p>
<p>Guna membahas pentingnya pemikiran ilmu geologi, atau persepsi dari Al Qur&#8217;an dan Hadist, adalah penting untuk memberikan informasi latar belakang yang menggambarkan dimana geologi sekarang dan bagaimana sampai ke kondisi sekarang.</p>
<p>Ilmu geologi sebagai ilmu pengetahuan dimulai kurang dari 200 tahun yang lalu. Meskipun adanya berbagai persepsi geologis yang bisa ditelusuri kembali ke Aristoteles lebih dari 2000 tahun yang lalu.</p>
<p>Pengumpulan dan Analisis dari data Geologis. Dalam dua abad setelah penelitian para pakar geologis dapat ditemukan bahwa dari hasil tanaman, kerang, tulang yang tetap ditemukan dalam batuan di akui sebagai catatan masa lalu.</p>
<p>(Salah satu contoh kecil, ilmu di bidang ini akan dapat menduga berapa umur suatu pohon, dilihat dari daun dan batang, atau kayunya, kapan terjadi musim panas, dan kapan terjadi musim dingin, hanya dilihat dari serat-serat pohon tersebut, ini saya dengar sendiri dari paman saya yang kebetulan bergerak di bidang kehutanan dan pertanian ini).</p>
<p>Cobalah kita lihat serat-serat dari suatu pohon. Ambil pohon yang umurnya lama, atau pendek, dan ukurannya tebal, atau tipis, akan terlihat jelas oleh kita serat-serat kayu tersebut. (untuk keterangan lebih lanjut mengenai umur suatu tanaman ini, silahkan yang berkompoten yang membicarakannya).</p>
<p>Menjelang tahun 1800 diakui lebih lanjut bahwa catatan kehidupan yang ditemukan dalam batuan berbeda dengan sekarang yang ditemukan, dan semakin jauh dalam waktu (yakni lapisan bawah sekali dalam urutan lapisan batuan), semakin beda catatan fosil, yang berbeda di temukan dalam batuan.</p>
<p>Penelitian untuk menentukan urutan ini dicapai dengan mengintegrasikan informasi dari urutan parsial batuan dari seluruh dunia. Penelitian ini banyak membuat sibuk para ilmuwan diabad ke–19, dan secara ilmiyah sama menariknya, dengan program ruang angkasa di zaman sekarang.</p>
<p>Kemajuan teknologi peralatan canggih yang diperlukan untuk memperoleh umur batuan, terutama sangat berkembang sejak tahun 1940 an. Apa yang dikatakan hadist mengenai semua ini? beberapa ayat dari berbagai bagian Al Qur&#8217;an dan Hadist mempunyai implikasi yang menarik. Allah berfirman : &#8220;katakanlah wahai Muhammad berjalanlah di atas bumi dan lihatlah bagaimana Allah memulai penciptaannya.</p>
<p>Pernyataan ini memerintahkan kita untuk melakukan hal-hal berikut :</p>
<p>1) Mengadakan perjalanan dimuka bumi.</p>
<p>2) Melakukan observasi (lihat-lihat), selama perjalanan itu.</p>
<p>3) Menuliskan pengamatan ini, menganalisis dan memahaminya, serta melihat bagaimana mulai penciptaan.</p>
<p>Informasi dari Al Qur&#8217;an menunjukkan rincian baik mengenai struktur bumi maupun mengenai gerakan lempeng kontinen. Dalam satu ayat, Al Qur&#8217;an menyatakan &#8220;Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap&#8221; ( Q.S 2: 22 ).</p>
<p>Hal-hal berikut yang ditunjukkan oleh ayat ini :</p>
<p>1) lapisan atas bumi, atau kerak bumi, sama dengan suatu hamparan pelindung.</p>
<p>2) Lapisan atas bumi adalah relative tipis terhadap bagian dalam, dan sekarang diketahui bahwa ketebalan relative sama dengan kulit apel dibandingkan dengan<br />
keseluruhan apel.</p>
<p>3) Sama seperti hamparan yang melindungi kekerasan dan bahaya dibawahnya, demikian pula kerak bumi yang melindungi kehidupan dari panas didalam bumi.</p>
<p>Ayat lain dalam Al Qur&#8217;an menyatakan :</p>
<p>&#8220;dan dia menancapkan gunung-gunung dibumi,supaya bumi ini tidak goncang bersama kamu. Dan dia menciptakan sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk&#8221; (Q.S 16 : 15)</p>
<p>Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut :</p>
<p>1) Benua dibumi terhampar dan diciptakan dizaman purba, sama seperti dihamparkan, atau ditarik.</p>
<p>2) Terdapat gerakan terus-menerus benua-benua.</p>
<p>3) Pembentukan gunung dikaitkan dengan gerakan ini.</p>
<p>4) Gunung distabilkan dengan turun kelapisan astenosfer.</p>
<p>5) Bahan plastis (lentur) terdapat dibawah kerak bumi, karena ia menjadi tidak stabil, tanpa efek menurun ( sinking effect ).</p>
<p>Jadi, ayat-ayat ini memberikan indikasi yang jelas mengenai struktur bumi dan gerakan lempeng tektonik. Kerak bumi dan karakteristik strukturalnya tidak dipelajari secara rinci sampai abad ke 19. Ahli-ahli geologi tidak mempunyai teori yang komfrehensip untuk menjelaskan proses ini, mengaitkannya dengan gerakan kontinen sampai paro terakhir abad kedua puluh.</p>
<p>Sekarang kita terangsang untuk merenungkan sebuah hadist dalam shahih Muslim yang menyatakan, sebagai salah satu datangnya Hari perhitungan sebagai berikut : &#8220;Hari perhitungan tidak akan datang sebelum daerah Arab kembali menjadi subur, hijau dengan sungai-sungai&#8221;.</p>
<p>Hadist ini mengacu pada iklim masa lalu, dan masa yang akan datang, dari bukti geologis bahwa daerah ini pernah hijau dan akan menjadi hijau lagi dalam waktu kurang dari satu abad. Mengenai hal ini, Mesir sudah jelas dulunya adalah tanah pertanian, terbukti dengan adanya kisah nabi Yusuf yang menjadi Menteri keuangan di dalam mengatur pertanian, kala orang-orang palestina datang meminta bahan-bahan primer untuk dimakan.</p>
<p>Begitupun selama bertahun- tahun masa panen, dan masa paceklik (tempat penyimpanan itu masih ada sampai sekarang, adanya di Luxor, sementara Kincir nabi Yusuf, mungkin kincir pertama di dunia kali, hanya sayangnya negeri Kincir justru terkenal dari Negara Belanda(?). Kincir nabi Yusuf masih ada, dan memiliki bunyi khusus.</p>
<p>Dan bila dihubungkan dengan masa-masa saat ini, Mesir bukanlah seluruhnya tanah padang pasir yang tandus lagi, tapi sudah banyak kehijauan di sebagian daerah, begitupun sungai-sungai Nil, yang di buat bendungan-bendungan baru, serta aliran-aliran baru di daerah perpasiran, sehingga jadilah padang pasir tersebut menjadi tanah pertanian. Wallaua&#8217;lam masa yad.</p>
<p>Tak kalah juga, kalau tidak salah,dua tahun yang lampau di jajirah Arab, sudah ada gundukan es, salju. Ini pertanda, suatu saat kelak, Hadist Rasulullah benar-benar terbukti, bahwa jazirah Arab akan kembali menjadi subur kembali.</p>
<p>Lantas kenapa dulunya tanah Arab, subur, menjadi kering begitu?. Ini pembahasan di bidang lain, yang menyangkut zaman Es. Disana disebutkan bagaimana rotasi tersebut.</p>
<p>Wassalam.( Cairo 1 oktober 03.Rahima )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu Bumi (Geologi) I</title>
		<link>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-i/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 07:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rahima Allah SWT berfirman di dalam kitabNya yang maha mulia : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu,keduanya dahulu adalah satu kesatuan yang terpadu.Kemudian kami pisahkan antara keduanya.Dan daripada air kami jadikan segala sesuatu yang hidup,maka mengapakah mereka tiada juga beriman? ( Al Anbiya 3 ) Muhammad Kamil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Rahima</p>
<p>Allah SWT berfirman di dalam kitabNya yang maha mulia : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu,keduanya dahulu adalah satu kesatuan yang terpadu.Kemudian kami pisahkan antara keduanya.Dan daripada air kami jadikan segala sesuatu yang hidup,maka mengapakah mereka tiada juga beriman? ( Al Anbiya 3 )</p>
<p><span id="more-221"></span>Muhammad Kamil Abd As Shamad dalam bukunya &#8221; Al I&#8217;jaz &#8216;Ilmi fi l Qur&#8217;an &#8221; halaman 77-78 mengatakan bahwa : Ilmu moderen pada abad terakhir telah menemukan bahwa,bumi dan langit-langit merupakan satu kesatuan,yang pada akhirnya terbelah .</p>
<p>Kemudian masing-masing dari unsur keduanya berasal dari awan-awan ( asap ),yang semakin lama semakin menebal dan membentuk suatu benda ( tak obahnya penciptaan manusia yang berasal hanya dari setetes air mani,kemudian menjadi benda yang keras dan bergerak ).</p>
<p>Kedua unsur ini sudah dibuktikan bahwa zat-zat yang ada di bumi dan matahari satu. Yaitu berupa gas yang terapung. Hal ini dilukiskan dan dibadaikan oleh Allah SWT dalam firmanNya &#8220;Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit, dan langit itu masih merupakan asap, lalu Allah berkata kepadanya dan kepada bumi, datanglah kamu keduanya menurut perintahku, dengan suka hati, atau terpaksa, keduanya menjawab, kami datang dengan suka hati.” ( Q.S Al Fushilat 11 ).</p>
<p><strong>BENTUK BUMI </strong></p>
<p>Sesuai dengan firman Allah SWT dalam kitabNya yang mulia : “Dan bumi setelah itu dijadikannya terhampar (seperti bulat telur ).” ( Q.S An Naazi&#8217;aat 30 ).</p>
<p>Kamus bahasa Arab memberikan arti kata &#8220;Dahaha&#8221; yaitu menjadikannya seperti &#8220;Ad Dahiyah”, yakni Bulat telor. Dan yang menguatkan lagi firman Allah bahwa bentuk bumi ini bulat adalah firmanNya sebagai berikut : &#8220;Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari, dan memelihara kedua tempat terbenamnya.” (Q.S Ar Rahman 17 )</p>
<p>Andaikan saja, bentuk bumi ini terbentang luas dan terhampar merata, tentu tempat terbit dan terbenamnya matahari satu. Dan cahaya matahari pasti menyinari seluruh isi jagad alam raya ini sekaligus, berarti tidak ada malam, karena diterangi oleh matahari, tanpa ada dinding pembatasnya.</p>
<p>Salah satu contoh saja, cobalah kita pinjam dulu bola kaki dunia itu, atau bola apa saja, kemudian kita kasih senter, maka bila kita mensenternya ( memberikan cahaya), pada bagian atas, maka bagian bawahnya gelap. Atau kita sinari bagian Barat, maka bagian Timurnya akan gelap, begitu juga sebaliknya. Karena bagian bawah, atau Timur terhalang mendapat sinaran tersebut. Ini pertanda bahwa bumi itu bulat,dan tidak datar begitu saja. Dan ini juga sesuai dengan firman Allah SWT</p>
<p>&#8220;Dan dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edar nya. Dia Allahlah yang menutupkan malam atas siang dan siang atas malam, dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang telah ditentukan.&#8221; (Q.S Al Anbiyaa). &#8220;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam mendahului siang.&#8221; ( Q.S Yasin 40 ).</p>
<p><strong>ISYARAT-ISYARAT ALQUR&#8217;AN TENTANG GEOLOGI</strong></p>
<p>Zaglul Raghib Muhammad Al Najjar, (mukjizat Al Qur&#8217;an) dalam keterangannya mengenai ilmu geologi ini menyatakan : ”Dalam berbagai ayat, Al Qur&#8217;an banyak memberikan indikasi tentang jagad raya dengan segala bagian-bagiannya ( langit, bumi, segala benda mati dan hidup yang ada, serta berbagai fenomena jagat raya lainnya yang muldimensional ).”</p>
<p>Isyarat-isyarat itu menunjukkan bukti (istidlal) atas kekuasaan Allah yang tidak terbatas, ilmu dan hikmah yang maha sempurna dalam menciptakan jagad raya ini. Ini semua sebagai hujjah ( argumentasi ) terhadap orang-orang kafir, musyrik dan kaum skeptis, dan sekaligus mengukuhkan hakikat uluhiyah Allah, Rabb alam semesta. Jika kaum Muslimin memanfaatkan hal keilmuan dari Allah ini, niscaya mereka akan menjadi pelopor dalam setiap penemuan ilmiyah. Sekurang-kurangnya terdapat 49 ayat kauniyah di dalam Al Qur&#8217;an yang membicarakan bumi.</p>
<p>Antara lain yang membicarakan tentang lapis luar bumi dimana kita hidup diatasnya. Ayat-ayat yang mengandung sejumlah fakta ilmiyah geologi dapat diklasifikasikan dalam kompilasi-kompilasi berikut :</p>
<p>1) Ayat yang menyuruh manusia supaya berjalan dimuka bumi dan meneliti cara awal penciptaan, yang merupakan suatu metodologi ilmiyah dalam kajian geologi.</p>
<p>2) Ayat-ayat yang menunjukkan gerak dan asal usul bumi. Antara lain penyifatan bola bumi dan peredarannya, ayat–ayat yang menegaskan tentang posisi planet-planet hakekat ekspansi jagat raya permulaan alam yang dimulai dengan satu partikel (satu padu), kemudian partikel pertama yang meledak (tahap pemisahan), permulaan langit dan tahap penciptaannya, yang pertama dalam kabut tipis (tahap nabula) tersebarnya benda antara langit dan bumi (benda antara planet-planet), dan keselarasan seluruh yang ada di langit dan dibumi.</p>
<p>3) Ayat yang menetapkan bahwa setiap besi yang ada di planet bumi ini, telah diturunkan dari langit.</p>
<p>4) Ayat yang menetapkan bahwa bumi mempunyai tumbuh-tumbuhan, dan ini merupakan suatu sifat fundamental planet bumi yang kita huni ini.</p>
<p>5) Ayat-ayat Al Qur&#8217;an yang berbicara tentang berbagai fenomena laut yang sangat urgen. Seperti gelapnya lautan dan samudra (peranan gelombang yang bersifat intern dan ekstern dalam pembentukannya). Pertemuan air laut air tawar dengan air asin.</p>
<p>6) Ayat-ayat yang berbicara tentang gunung. Antara lain ada yang mensifatinya sebagai &#8220;Pasak , tiang bumi&#8221;.</p>
<p>7) Ayat yang mengisyaratkan tentang proses pertumbuhan kulit bumi yang yang terdiri dari air dan udara. Itu terjadi dengan dikeluarkannya bagian-bagian kedua aspek tersebut dari perut bumi atau ayat-ayat yang mensifati tabi&#8217;at retroactive protective, bagi kulit bumi yang bersifat gas.</p>
<p> <img src='http://tauziyah.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Ayat-ayat yang mengisyaratkan tentang lembutnya kulit bumi yang membatu, rata gelombang permukaannya, terpecah lembah dan anak sungainya serta semakin berkurangnya ujung-ujung bumi.</p>
<p>9) Ayat yang menjelaskan tentang mengendapnya air hujan didalam bumi,dan mengisyaratkan adanya semacam selokan (kolam) air disekitar bumi dan bebatuannya.</p>
<p>10) Dan lain-lainnya. Fakta ilmiyah ini, tak pernah dikenal oeh manusia sebelum abad ini, justru banyak fakta-fakta ilmiyah itu yang belum dicapai oleh manusia kecuali pada beberapa dawarsa terakhir ini, setelah adanya upaya-upaya brilliant dan analisis mendalam tentang sejumlah besar observasi dan eksprimen-eksprimen ilmiyah dalam berbagai aspek yang ditangkap dari fenomena jagad raya.</p>
<p>Sesungguhnya keterdahuluan Al Qur&#8217;an dalam mengisyaratkan fakta-fakta ilmiyah tersebut dengan ungkapan yang sangat teliti, baik dari segi llmiyahnya, ataupun bahasanya, serta cakupan dan totalitasnya. Inilah ia mukjizat ilmiyah Al Qur&#8217;anulkarim.</p>
<p>Al Qur&#8217;an tetap terpelihara kata perkata, kalimat perkalimat, karena Allah akan memeliharanya &#8220;Inna nahnu nazzalnaa Ad Dzikra, wainnaa lahuu lahaafidzuun&#8221; (Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al Qur&#8217;an itu, maka kami juga yang akan memeliharanya.)</p>
<p>(Rahima, Cairo 1 Oktober 2003)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2008/04/30/ilmu-bumi-geologi-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garis Edar</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/25/garis-edar/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/25/garis-edar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 12:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/25/garis-edar/</guid>
		<description><![CDATA[Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur&#8217;an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu. Â  &#8220;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:33) Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur&#8217;an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu. </span></p>
<p><span style="font-family: Arial"></span>Â </p>
<p style="text-align: justify"><span class="ayet1"><span style="color: windowtext; font-family: Arial">&#8220;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:33)</span></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="ayet1"><span style="color: windowtext; font-family: Arial"></span></span></p>
<p><span class="ayet1"><span style="color: windowtext; font-family: Arial"></span></span><span style="font-family: Arial"><span id="more-214"></span></p>
<p></span><span style="font-family: Arial">Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu: </span><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial">&#8220;Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 36:38)</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur&#8217;an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial">â€œSebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.â€</span></em></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></em></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></em></span><span style="font-family: Arial">Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur&#8217;an sebagai berikut: </span><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial">&#8220;Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 51:7)</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah &#8220;berenang&#8221; sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial">â€œSemua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.â€</span></em></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></em></span></p>
<p style="text-align: justify"><span class="resimalti1"><em><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></em></span><span style="font-family: Arial">Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur&#8217;an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa &#8220;dipenuhi lintasan dan garis edar&#8221; sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur&#8217;an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur&#8217;an adalah firman Allah. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">Sumber : harunyahya.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/25/garis-edar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembungkusan Tulang oleh Otot</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/25/pembungkusan-tulang-oleh-otot/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/25/pembungkusan-tulang-oleh-otot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 12:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/25/pembungkusan-tulang-oleh-otot/</guid>
		<description><![CDATA[â€œTahapan-tahapan perkembangan bayi dalam rahim ibu dipaparkan dalam Al Qur&#8217;an. Sebagaiman diuraikan dalam ayat ke-14 surat Al Mu&#8217;minuun, jaringan tulang rawan pada embrio di dalam rahim ibu mulanya mengeras dan menjadi tulang keras. Lalu tulang-tulang ini dibungkus oleh sel-sel otot. Allah menjelaskan perkembangan ini dalam ayat: &#8220;â€¦dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>â€œTahapan-tahapan perkembangan bayi dalam rahim ibu dipaparkan dalam Al Qur&#8217;an. Sebagaiman diuraikan dalam ayat ke-14 surat Al Mu&#8217;minuun, jaringan tulang rawan pada embrio di dalam rahim ibu mulanya mengeras dan menjadi tulang keras. Lalu tulang-tulang ini dibungkus oleh sel-sel otot. Allah menjelaskan perkembangan ini dalam ayat: &#8220;â€¦dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging&#8221;.</p>
<p><span id="more-213"></span>Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur&#8217;an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.</p>
<p>&#8220;Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik&#8221; (Al Qur&#8217;an, 23:14)</p>
<p>Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur&#8217;an adalah benar kata demi katanya.</p>
<p>Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.</p>
<p>Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut: Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)</p>
<p>Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Al Qur&#8217;an, benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.</p>
<p>Sumber : harunyahya.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/25/pembungkusan-tulang-oleh-otot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pergerakan Gunung</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/pergerakan-gunung/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/pergerakan-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 12:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/pergerakan-gunung/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.Â &#8221;Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 27:88) Gerakan gunung-gunung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.Â &#8221;Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 27:88)</p>
<p><span id="more-196"></span>Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.</p>
<p>Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.</p>
<p>Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.</p>
<p>Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.</p>
<p>Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut: Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil.</p>
<p>Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)</p>
<p>Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah &#8220;continental drift&#8221; atau &#8220;gerakan mengapung dari benua&#8221; untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)</p>
<p>Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qurâ€™an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qurâ€™an.</p>
<p>Sumber : harunyahya.com<br />
Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/pergerakan-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fungsi Gunung</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/fungsi-gunung/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/fungsi-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 11:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/fungsi-gunung/</guid>
		<description><![CDATA[Al Qurâ€™an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung. &#8220;Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka&#8230;&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:31)Â  Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.Â Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qurâ€™an [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al Qurâ€™an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.<br />
&#8220;Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka&#8230;&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:31)Â  Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.Â Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qurâ€™an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.</p>
<p><span id="more-195"></span>Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.</p>
<p>Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:<br />
Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)</p>
<p>Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai &#8220;pasak&#8221;:<br />
&#8220;Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?&#8221; (Al Qur&#8217;an, 78:6-7)<br />
Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.</p>
<p>Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah &#8220;isostasi&#8221;. Isostasi bermakna sebagai berikut:</p>
<p>Isostasi : kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster&#8217;s New Twentieth Century Dictionary, 2. edition &#8220;Isostasy&#8221;, New York, s. 975) Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qurâ€™an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.</p>
<p>&#8220;Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka&#8230;&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:31)</p>
<p>Sumber : harunyahya.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/fungsi-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegelapan dan Gelombang di Dasar Laut</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/kegelapan-dan-gelombang-di-dasar-laut/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/kegelapan-dan-gelombang-di-dasar-laut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 11:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/kegelapan-dan-gelombang-di-dasar-laut/</guid>
		<description><![CDATA[Pengukuran yang dilakukan dengan teknologi masa kini berhasil mengungkapkan bahwa antara 3 hingga 30% sinar matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Jadi, hampir semua tujuh warna yang menyusun spektrum sinar matahari diserap satu demi satu ketika menembus permukaan lautan hingga kedalaman 200 meter, kecuali sinar biru. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak dijumpai sinar apa pun. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengukuran yang dilakukan dengan teknologi masa kini berhasil mengungkapkan bahwa antara 3 hingga 30% sinar matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Jadi, hampir semua tujuh warna yang menyusun spektrum sinar matahari diserap satu demi satu ketika menembus permukaan lautan hingga kedalaman 200 meter, kecuali sinar biru. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak dijumpai sinar apa pun. Fakta ilmiah ini telah disebutkan dalam ayat ke-40 surat An Nuur sekitar 1400 tahun yang lalu.</p>
<p><span id="more-194"></span>&#8220;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 24:40)<br />
Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans: Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)</p>
<p>Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.</p>
<p>Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan &#8220;gelap gulita di lautan yang dalam&#8221; digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qurâ€™an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.</p>
<p>Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur &#8220;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awanâ€¦&#8221; mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qurâ€™an yang lain.</p>
<p>Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang &#8220;terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.&#8221; Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)</p>
<p>Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur&#8217;an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur&#8217;an adalah kalam Allah.</p>
<p>Sumber : harunyahya.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/kegelapan-dan-gelombang-di-dasar-laut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atap yang Terpelihara</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/08/19/atap-yang-terpelihara/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/08/19/atap-yang-terpelihara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Aug 2007 06:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/08/19/atap-yang-terpelihara/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Al Qur&#8217;an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit: &#8220;Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:32) Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20. Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Al Qur&#8217;an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:<br />
&#8220;Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:32)</p>
<p>Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.</p>
<p><span id="more-174"></span>Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.</p>
<p>Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, &#8211; seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.</p>
<p>Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.</p>
<p>Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.</p>
<p>Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:<br />
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius &#8211; tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (<a href="http://www.jps.net/bygrace/index">http://www.jps.net/bygrace/index</a>. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)</p>
<p>Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.</p>
<p>Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur&#8217;an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.</p>
<p>Sumber : www.harunyahya.comÂ <br />
Â </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/08/19/atap-yang-terpelihara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/08/19/tiga-tahapan-bayi-dalam-rahim/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/08/19/tiga-tahapan-bayi-dalam-rahim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Aug 2007 06:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/08/19/tiga-tahapan-bayi-dalam-rahim/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam ayat ke-6 surat Az Zumar, disebutkan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibu dalam tiga kegelapan. Embriologi modern telah mengungkap bahwa perkembangan ebriologi bayi terjadi pada tiga daerah yang berbeda dalam rahim ibu. Dalam Al Qur&#8217;an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya. &#8220;&#8230; Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam ayat ke-6 surat Az Zumar, disebutkan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibu dalam tiga kegelapan. Embriologi modern telah mengungkap bahwa perkembangan ebriologi bayi terjadi pada tiga daerah yang berbeda dalam rahim ibu.</p>
<p>Dalam Al Qur&#8217;an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.<br />
<em>&#8220;&#8230; Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?&#8221;</em> (Al Qur&#8217;an, 39:6)</p>
<p><span id="more-173"></span>Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar.</p>
<p>Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:Â &#8221;Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.&#8221; (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)</p>
<p>Â Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:</p>
<p><strong>- Tahap Pre-embrionik</strong></p>
<p>Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.</p>
<p><strong>- Tahap Embrionik</strong></p>
<p>Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai &#8220;embrio&#8221;. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.</p>
<p><strong>- Tahap fetus</strong></p>
<p>Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai &#8220;fetus&#8221;. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.</p>
<p>Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur&#8217;an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur&#8217;an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur&#8217;an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.</p>
<p>Sumber : www.harunyahya.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/08/19/tiga-tahapan-bayi-dalam-rahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Yang Melindungi Tulang Beruang Hibernasi Telah Terungkap</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/07/28/sistem-yang-melindungi-tulang-beruang-hibernasi-telah-terungkap/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/07/28/sistem-yang-melindungi-tulang-beruang-hibernasi-telah-terungkap/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2007 03:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tadabbur Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/07/28/sistem-yang-melindungi-tulang-beruang-hibernasi-telah-terungkap/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah penelitian tentang beruang hitam telah menyingkap keberadaan sebuah sistem yang melindungi tulang-tulang hewan ini selama bulan-bulan panjang hibernasinya*.Â  Pada saat yang sama, penelitian ini menjadi sumber gagasan bagi cara-cara pengobatan baru bagi orang-orang yang menderita kerusakan sel tulang dengan cepat selama tubuhnya tidak aktif bergerak. Para ilmuwan yang dipiumpin oleh Seth Donahue dari Michigan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah penelitian tentang beruang hitam telah menyingkap keberadaan sebuah sistem yang melindungi tulang-tulang hewan ini selama bulan-bulan panjang hibernasinya*.Â  Pada saat yang sama, penelitian ini menjadi sumber gagasan bagi cara-cara pengobatan baru bagi orang-orang yang menderita kerusakan sel tulang dengan cepat selama tubuhnya tidak aktif bergerak.</p>
<p>Para ilmuwan yang dipiumpin oleh Seth Donahue dari Michigan Technology University di Houghton mengamati pertumbuhan tulang pada spesies Ursus americanus yang tidak mengalami kerusakan tulang selama hibernasi yang berlangsung antara lima sampai tujuh bulan. (1) Para peneliti memusatkan pengamatan pada ekspresi lima gen yang berhubungan dengan metabolisme tulang beruang-beruang tersebut.Â  Donahue dan rekan-rekannya mengungkap bahwa produksi sel tulang tetap rendah dan bahkan dapat mencapai puncaknya ketika beruang-beruang tersebut aktif kembali.Â  Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa beruang-beruang itu tidak menunjukkan pelemahan atau pengecilan tulang akibat usia.</p>
<p><span id="more-164"></span>Para peneliti menemukan bahwa kalsium, yang terdapat dalam tubuh beruang dan yang merupakan unsur utama penyusun tulang, mengalami sebuah daur yang paling efisien, yang dengannya tulang-tulang tersebut terlindungi.Â  Tujuan berikutnya dari Donahue dan timnya adalah mengembangkan cara-cara baru perawatan tulang bagi manusia dengan membandingkan struktur hormon-hormon yang berhubungan dengan produksi sel tulang pada manusia dan beruang.<br />
Sistem luar biasa efisien yang teramati pada beruang-beruang yang berhibernasi bukanlah yang pertama.Â  Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan majalah Nature pada tahun 2001, pengamatan pada beruang-beruang dari spesies yang sama menunjukkan bahwa beruang mengalami kerusakan sel otot yang lebih kecil selama hibernasi dibandingkan dengan makhluk lainnya. (2) Para peneliti yang mempelajari beruang selama lebih dari empat tahun menghitung bahwa pada akhir hibernasi mereka selama lima bulan, beruang-beruang tersebut hanya kehilangan 23% dari kekuatan otot mereka, dan antara 10% dan 15% dari protein mereka.Â  Sebaliknya, manusia yang menghabiskan waktu yang sama di tempat tidur akan kehilangan 85% kekuatan otot dan 90% protein mereka.</p>
<p>Sistem tanpa cacat pada beruang ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan penting yang perlu dijawab.Â  Seekor beruang memiliki berat ratusan kilogram.Â  Tulang-tulang dalam tubuh seekor beruang yang tidak bergerak selama berbulan-bulan tetap menahan beban yang sangat berat, dan, tambahan lagi, berat yang lebih besar lagi dibebankan pada otot-otot, yang terdiri dari jaringan-jaringan yang lebih lembut daripada jaringan tulang, pada bagian badan yang bersentuhan dengan tanah.</p>
<p>Dari sudut pandang ini, pasien yang harus tetap berada di tempat tidur rumah sakit membutuhkan perawatan yang sangat besar.Â  Para perawat membalikkan badan mereka di siang hari, agar berat badan mereka terdistribusi pada berbagai bagian dan karenanya mencegah terjadinya rasa sakit.Â  Fenomena di mana manusia tidak dapat diam tanpa bergerak sehari pun, sementara seekor beruang, dengan berat yang berkali lipat, dapat tidur selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan tanpa makan sama sekali dan tidak menderita kerusakan tulang atau otot di akhir rentang waktu tersebut adalah benar-benar menakjubkan.</p>
<p>Perawatan terhadap orang-orang lumpuh yang diberikan para perawat dan dokter disediakan secara otomatis oleh sistem dalam tubuh beruang.Â  Sel-sel tulang menunjukkan penggunaan kalsium yang efisien, dan metabolisme beruang mempertahankan kehilangan otot agar selalu berada pada tingkat yang cukup rendah.</p>
<p>Kerusakan otot tidaklah terhindarkan pada orang-orang yang kelaparan, dan dapat berakibat mematikan.Â  Perut anak-anak kelaparan yang membuncit adalah akibat dari otot yang dihancurkan di dalam tubuh mereka yang tidak lagi berlemak, dan penimbunan air yang terjadi menyusul proses ini.Â  Namun, penimbunan semacam itu tidak terjadi di dalam tubuh beruang, dan beruang terkecualikan dari keadaan ini, yang jika sebaliknya akan berakibat kematian.</p>
<p>Namun demikian, bagaimana caranya sel-sel tulang dan otot beruang dapat menunjukkan pengaturan sedemikian rumit?Â  Bagaimana sel-sel ini, yang tidak memiliki kemampuan berpikir sama sekali, dapat mengatur keluar-masuknya kalsium dari dan ke dalam membran-membrannya dengan cara yang sedemikian sadar?Â  Bagaimana beruang-beruang itu tidak menderita kerusakan otot sebagaimana yang teramati pada manusia yang kelaparan, meskipun mereka tidak makan selama berbulan-bulan?</p>
<p>Sudah pasti, kecerdasan yang terlihat pada sel-sel tersebut tidaklah berasal dari molekul-molekul pembentuknya.Â  Atom-atom seperti oksigen, karbon dan nitrogen tidak dapat mengetahui kebutuhan beruang dan membuat perencanaan berdasarkan hal tersebut.Â  Jika demikian halnya, dapatlah dipahami bahwa kecerdasan pada sel-sel tersebut berasal dari sebuah wujud yang memiliki kecerdasan mahatinggi.Â  Tidak ada keraguan bahwa Tuhan kitalah, Allah Yang Mahakuasa, Tuhan dari Seluruh Alam, Yang menciptakan beruang dan melengkapinya dengan metabolisme-metabolisme untuk menjaga kesehatannya selama bulan-bulan hibernasi.Â  Dalam sebuah ayat Al Qur&#8217;an Allah berfirman,<br />
Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui?Â  Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?Â Â  (QS. Al Mulk, 67:14)</p>
<p>________________________________________<br />
CATATAN<br />
*Hibernasi: keadaan menyerupai tidur yang dialami sejumlah hewan di musim dingin. Suhu tubuh menurun dan detak jantung melambat, sehingga memungkinkan hewan tersebut memanfaatkan lemat yang tersimpan di dalam tubuhnya selama rentang waktu yang lebih lama.</p>
<p>1. Seth Donahue et. al, &#8220;Bone formation is not impaired by hibernation (disuse) in black bears Ursus americanus&#8221; The Journal of Experimental Biology, 1 December 2003, vol 206, h. 4233</p>
<p>2. Henry J. Harlow et. al &#8220;Muscle strength in overwintering bears&#8221; Nature, 22 February 2001, h. 997</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.harunyahya.com/">www.harunyahya.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/07/28/sistem-yang-melindungi-tulang-beruang-hibernasi-telah-terungkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

