<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tauziyah.com &#187; Thibbun Nabawiyah</title>
	<atom:link href="http://tauziyah.com/tags/thibbun-nabawiyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tauziyah.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Jan 2011 18:42:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Labu</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/25/labu/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/25/labu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 12:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/25/labu/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu makanan yang biasa dikonsumsi Rosululloh saw adalah makanan yang oleh para ilmuwan telah dijadikan tema riset dan analisis, di mana akhirnya mereka menemukan khasiat yang besar, dengan izin Alloh, yaitu dubÃ¢â€™ atau yaqthÃ®n atau qorâ€˜ (labu). BukhÃ´rÃ® telah membuat bab khusus tentang dubÃ¢â€™ ini, dalam kitabnya. Di dalamnya disebutkan hadits Nabi saw. yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu makanan yang biasa dikonsumsi Rosululloh saw adalah makanan yang oleh para ilmuwan telah dijadikan tema riset dan analisis, di mana akhirnya mereka menemukan khasiat yang besar, dengan izin Alloh, yaitu dubÃ¢â€™ atau yaqthÃ®n atau qorâ€˜ (labu).</p>
<p>BukhÃ´rÃ® telah membuat bab khusus tentang dubÃ¢â€™ ini, dalam kitabnya. Di dalamnya disebutkan hadits Nabi saw. yang diriwayatkan dari Anas : â€œBahwa Rosululloh saw datang kepada seorang budaknya yang ahli menjahit, budak itu menyuguhkan labu, lantas beliau terus memakannya. Saya jadi suka makan labu semenjak saya melihat Rosululloh saw memakannya.â€283)</p>
<p><span id="more-216"></span>Alloh Ta&#8217;ala berfirman :Â  â€œSesungguhnya YÃ»nus benar-benar salah seorang rosul. (Ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan. Kemudian ia ikut berundi lalu ia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Alloh. Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan ia ke daerah yang tandus, sedangkan ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuknya sebatang pohon dari jenis labu.â€ (Ash-ShÃ´ffÃ¢t [37] : 139-147)</p>
<p>Imam Ibnul Qoyyim secara panjang lebar telah berbicara mengenai labu284). Saudaraku mulia! Perhatikan, bagaimana Alloh menyebut pohon ini di dalam Al-Quran. Kemudian, mari kita perhatikan, bagaimana Rosululloh saw menyukai labu. Nanti Anda akan mengetahui khasiat-khasiat dari pohon ini.</p>
<p>AbÃ» ThÃ´lÃ»t berkata : Saya pernah berkunjung kepada Anas bin MÃ¢lik ra, sedangkan pada saat itu ia sedang makan labu. Ia mengatakan, â€œDuh, engkau adalah pohon yang tidak kusukai, kecuali karena Rosululloh saw menyukaimu.â€285) Ketahuilah, saudara, bahwa para pelaku riset ilmiah telah menegaskan bahwa tumbuhan jenis labu-labuan merupakan pencegah penyakit sekaligus obat dan gizi.286)</p>
<p>Dr. KamÃ¢l Fadhl berkata, â€œPara peneliti di bidang tumbuh-tumbuhan, kimia, farmasi, dan kedokteran seyogyanya melanjut-kan penelitian mereka, sebagai salah satu bentuk dakwah di tengah-tengah masyarakat non muslim, sekaligus sebagai bentuk perenungan di tengah-tengah masyarakat yang beriman dengan izin Alloh, tentang ayat-ayat Al-Quranul Karim yang berbicara mengenai pohon ini.</p>
<p>Ada suatu ide ilmiah yang dilontarkan dalam dua buah forum yang diakhiri dengan dua buah tulisan yang ditulis untuk meraih gelar master, salah satunya sudah selesai dan penulisnya meraih gelar master, sedangkan yang kedua hampir selesai.</p>
<p>Fokus ide dan tulisan tersebut dimulai dari tema labu, beberapa hikmah tentang relevansi penyebutan labu dengan kondisi Nabi YÃ»nus yang telah dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Quran, di mana beliau sempat tinggal di dalam perut ikan, keluar dari perut ikan itu dalam keadaan sakit, yang dalam tafsir dise-butkan bahwa beliau lemah tak berdaya atau sakit. Itu bisa terjadi karena apa yang dialaminya, sejak ditelan ikan, tinggal di dalam perut, dan dimuntahkan di daerah yang tandus.</p>
<p>Seorang ahli klasifikasi tumbuhan mengatakan bahwa sifat-sifat morfologis (bentuk luar) dan anatomis di antara masing-masing jenis tumbuhan dari satu famili kadang-kadang bermiripan dan kadang-kadang sama.Demikian pula para ahli farmakologi mengatakan bahwa bisa jadi komposisi kimiawi antara beberapa jenis tumbuhan dari satu famili memiliki kesamaan.</p>
<p>Berdasarkan hal itu, penelitian diarahkan untuk mengetahui komposisi sebagian jenis tumbuhan dari keluarga labu-labuan dan pengaruh pencegahan dan pengobatan yang dikandungnya terkait dengan keluarnya Nabi YÃ»nus as. dari perut ikan dalam keadaan sakit dan lemah tak berdaya. Hasil-hasil riset menunjukkan bahwa tumbuhan dari famili labu-labuan sangat efektif membunuh bakteri, kemudian tingkat efektivitas ini berbeda-beda sesuai dengan perbedaan jenis tumbuhan, bagian yang digunakan, jenis bakteri, dan ekstrak.</p>
<p>Labu â€˜asali (madu) adalah yang paling efektif membunuh bakteri.Adapun terkait dengan jenis bakteri, maka efektivitas dalam melawan bakteri gram positif287) lebih kuat dibandingkan dengan bakteri gram negatif.<br />
Semua ini menegaskan khasiat labu-labuan dalam mencegah dan mengobati mikroba.</p>
<p>Demikianlah, sedangkan riset dalam bidang ini masih terus berlangsung dan ini menguatkan pengaruh labu-labuan untuk mencegah adanya berbagai serangga, dan kemudian mencegah penyakit-penyakit yang ditularkan oleh serangga tersebut.Sebagian jenis labu-labuan sudah dikenal secara populer memiliki khasiat mengobati sejumlah penyakit, contohnya :</p>
<p>a.Â  Luka bakar, memar, keseleo.</p>
<p>b.Â  Menghilangkan demam ketika suhu badan tinggi.</p>
<p>Bisakah semua khasiat itu dianggap sebagai sebagian relevansi penyebutan labu dengan keadaan YÃ»nus as begitu keluar dari perut ikan? Tanpa melihat apakah junjungan kita Nabi YÃ»nus as memakan buah labu tersebut atau tidak, sesungguhnya labu merupakan tumbuhan bergizi tinggi, mudah dicerna, tidak memberatkan lambung dan usus, sangat bermanfaat bagi pengidap penyakit jantung, orang tua, dan siapa saja yang berada dalam masa-masa pemulihan kesembuhan secara umum.â€ Sampai di sini perkataan Dr. KamÃ¢l Fadhl KholÃ®fah.</p>
<p>_____________________</p>
<p>283) BukhÃ´rÃ® (5433).</p>
<p>284) Ath-Thibbu `n-NabawÃ®, Ibnu Qoyyim, hal. 404. Siapa yang ingin memperluas pengetahuannya tentang labu, hendaklah merujuk kepadanya.</p>
<p>285) Ath-Thibbu `n-NabawÃ®, Ibnu Qoyyim, hal. 404. Siapa yang ingin memperluas pengetahuannya tentang labu, hendaklah merujuk kepadanya.</p>
<p>286)Judul tulisan Dr. KamÃ¢l Fadhl KholÃ®fah, Dosen Ilmu Tumbuh-tumbuhan di Universitas Khortoum, Haiâ€™atul Iâ€˜jÃ¢zi `l-â€˜IlmÃ® li `l-Qurâ€™Ã¢n wa `s-Sunnah, edisi keempat belas, Dzulqoâ€˜dah 1423 H.</p>
<p>287)Gram adalah nama sejenis pewarna dalam mikrobiologi, untuk mewarnai bakteri. Bakteri gram negatif tak meresap zat warna tersebut, sedangkan bakteri gram positif meresapnya -penerj.</p>
<p>Sumber : www.thibbun-nabawi.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/25/labu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kayu Manis Obat Asam Urat</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/25/kayu-manis-obat-asam-urat-2/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/25/kayu-manis-obat-asam-urat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 12:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/25/kayu-manis-obat-asam-urat-2/</guid>
		<description><![CDATA[Kayu manis adalah salah satu rempah yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bumbu penyedap masakan dan pembuatan kue, kayu manis sejak dulu dikenal memiliki berbagai khasiat. Bahkan, kayu manis saat ini sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kosmetika. Kayu manis (Cinnamomum burmani) memang memiliki efek farmakologis yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kayu manis adalah salah satu rempah yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bumbu penyedap masakan dan pembuatan kue, kayu manis sejak dulu dikenal memiliki berbagai khasiat. Bahkan, kayu manis saat ini sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kosmetika.</p>
<p>Kayu manis (Cinnamomum burmani) memang memiliki efek farmakologis yang dibutuhkan dalam obat-obatan. Tumbuhan yang kulit batang, daun, dan akarnya bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan ini berkhasiat sebagai peluruh kentut (carminative), peluruh keringat (diaphoretic), antirematik, meningkatkan napsu makan (istomachica), dan menghilangkan sakit (analgesik).</p>
<p>Â <span id="more-215"></span>Kandungan kimia ada terdapat dalam kayu manis adalah minyak atsiri, eugenol, safrole, sinamaldehide, tanin, kalsium oksalat, damar, dan zat penyamak. Sifat kimia dari kayu manis adalah pedas, sedikit manis, hangat, dan wangi.</p>
<p>Menurut pakar obat-obatan herbal, Prof Hembing Wijayakusuma, kayu manis memiliki banyak khasiat obat. Di antaranya, obat asam urat, tekanan darah tinggi (hipertensi), radang lambung atau maag (gastritis), tidak napsu makan, sakit kepala (vertigo), masuk angin, perut kembung, diare, muntah-muntah, hernia, susah buang air besar, sariwan, asma, sakit kuning, dan lain-lain.</p>
<p>Sebagai obat asam urat, sebanyak 1 ibujari kayu manis, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkeh, 200 gram ubi jalar merah, 10 butir merica, 15 gram jahe merah, direbus dengan 1.500 cc air hingga tersisa 500 cc. Ramuan kemudian disaring lalu ditambahkan 200 cc air susu cair dan diminum. Sementara ubinya yang ikut direbus dimakan.</p>
<p>Resep obat asam urat lainnya, 1 ibu jari kayu manis, 15 gram jahe merah, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkeh, 4 lembar daun sosor bebek, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Air rebusan disaring dan diminum.</p>
<p>Mengatasi tekanan darah tinggi, 2 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 10 gram kencur, 15 gram daun sena, dan 20 gram daun saga direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc. Rebusan disaring dan diminum selagi hangat. Resep lainnya, 1 jari kulit kayu manis, 10 gram asam trengguli, 60 gram rambut jagung, dan 30 gram seledri, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Airnya kemudian disaring dan diminum hangat-hangat.</p>
<p>Obat maag, 10 gram kayu manis direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 100 cc, lalu disaring dan diminum selagi hangat. Obat sakit kepala, 10 gram kayu manis, 3 butir cengkeh, 5 gram biji pala, 5 gram merica, 10 gram jahe, ditumbuk hingga menjadi bubuk. Lalu diseduh dengan air secukupnya, disaring, dan diminum secara teratur.</p>
<p>Mengatasi masuk angin dan perut kembung, 5 gram kayu manis, 10 gram jahe, 5 butir cengkeh, 5 gram pulasari, 5 gram adas, 5 gram biji pala, dan gula aren secukupnya, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc. Kemudian disaring dan diminum selagi hangat sebanyak 150 cc, lakukan tiga kali sehari.</p>
<p>Obat diare, 5 gram kayu manis, 5 lembar daun jambu biji, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Air disaring dan ditambahkan gula secukupnya, kemudian diminum 150 cc sebanyak dua kali sehari. Mag</p>
<p>Sumber : republika.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/25/kayu-manis-obat-asam-urat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Dengan Kamâ€™ah, Itsmid, dan Celak</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/pengobatan-dengan-kam%e2%80%99ah-itsmid-dan-celak/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/pengobatan-dengan-kam%e2%80%99ah-itsmid-dan-celak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 12:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/pengobatan-dengan-kam%e2%80%99ah-itsmid-dan-celak/</guid>
		<description><![CDATA[Rosululloh Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam bersabda :Â  â€œKamâ€™ah termasuk al-mann, airnya menyembuhkan mata.â€374) Kamâ€™ah tumbuh di tanah tanpa ditanam. Ia disebut kamâ€™ah, karena keadaannya yang tersembunyi. Ia tersembunyi di bawah tanah, tanpa daun dan batang. Materinya berasal dari saripati tanah yang beruap yang menumpuk ke arah permukaan. Materi-materi ini menumpuk disebabkan oleh dinginnya musim dingin dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rosululloh Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam bersabda :Â  â€œKamâ€™ah termasuk al-mann, airnya menyembuhkan mata.â€374) Kamâ€™ah tumbuh di tanah tanpa ditanam. Ia disebut kamâ€™ah, karena keadaannya yang tersembunyi. Ia tersembunyi di bawah tanah, tanpa daun dan batang. Materinya berasal dari saripati tanah yang beruap yang menumpuk ke arah permukaan. Materi-materi ini menumpuk disebabkan oleh dinginnya musim dingin dan ditumbuhkan oleh hujan di musim semi, sehingga ia tumbuh dan muncul di permukaan tanah. Karena itu, ia disebut pula dengan judariyyu `l-ardhi (cacar bumi).</p>
<p>Â <span id="more-199"></span>Kamâ€™ah ini tumbuh di musim semi, bisa dimakan mentah maupun setelah dimasak. Ia juga disebut nabÃ¢tu `r-roâ€˜d (tum-buhan petir), karena kamâ€™ah akan muncul banyak, bila banyak petir, dan tanah merekah karena kemunculannya. Ada jenis kamâ€™ah yang bisa membunuh, warnanya agak kemerahan, bisa mengakibatkan tercekik (mati lemas).Kamâ€™ah digunakan sebagai celak, akan lebih bagus bila ia digunakan bersama itsmid. Penggunaan Itsmid dan Celak untuk Penyakit Mata. Demikianlah bab yang ditulis oleh BukhÃ´rÃ® dalam ShohÃ®h-nya Al-ItsmidÂ  wa `l-Kuhl mina `r-Romad (Menggunakan Itsmid dan Celak untuk Penyakit Mata). Dari SalÃ®m dari ayahnya, dimarfÃ»â€˜kannya :</p>
<p>â€œItsmid itu memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata.â€375) Beliau Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam bersabda : â€œSebaik-baik celak kalian adalah itsmid, yang digunakan sebelum tidur, sesungguhnya ia bisa memperjelas penglihatan dan menum-buhkan bulu mata.â€376)Unsurnya dingin dan kering, bisa menjadi sarana yang ber-manfaat menguatkan penglihatan mata, menguatkan urat-uratnya, dan memelihara kesehatannya. Ia menghilangkan daging yang berlebih dalam luka-luka dan bisul-bisul di mata, membersih-kan kotorannya, menghilangkan pusing apabila digunakan bersama madu yang dicampur sedikit air. Ia juga bisa menyem-buhkan luka bakar, jika ia ditumbuk dan dicampur dengan sebagian lemak segar serta dioleskan pada luka bakar. Ia merupakan celak mata yang paling baik, apalagi untuk orang-orang yang sudah tua, yang penglihatan mereka sudah lemah; apabila dicampur sedikit dengan misik.377)</p>
<p>Al-HÃ¢fizh Ibnu Hajar telah membawakan kepada kita sebuah kisah yang sangat populer. Ia berkata : Imam NawawÃ® berkata, â€œYang benar, airnya bisa menyembuhkan seluruh penyakit mata secara mutlak. Air kamâ€™ah diperas dan diteteskan ke mata.â€Ia juga berkata, â€œSaya dan beberapa orang lain pernah melihat di zaman sekarang, orang yang buta dan sudah tidak memiliki kemampuan penglihatan sama sekali. Lantas, ia mencelaki matanya dengan air kamâ€™ah saja, maka ia pun sembuh dan penglihatannya kembali normal. Ia adalah Syaikh yang terpercaya, KamÃ¢l bin â€˜Abd Ad-DimasyqÃ®, seorang yang sholih dan ahli periwayatan hadits. Beliau memakai air kamâ€™ah, karena meyakini dan ingin meraih berkah hadits ini, lantas Alloh memberikan manfaatnya kepadanya. â€Berikut ini sebuah artikel yang berjudul Kamâ€™ah, FithriyyÃ¢t Judzariyah378). Saya meringkasnya dalam beberapa poin berikut :</p>
<p><strong>Pengertian Kamâ€˜ah</strong></p>
<p>Kamâ€˜ah dalam bahasa orang-orang Maghrib disebut Tirfas. Kamâ€™ah adalah tunas yang bentuknya semacam gumpalan pada cendawan-cendawan kecil.Dalam beberapa tahun yang bercuaca baik, kamâ€™ah ber-kembang biak di tepi-tepi sungai, di mana tumbuh berbagai jenis tumbuhan dari famili ini. Kawasan yang terbentang dari Afrika Utara hingga perbatasan Asia Tengah, yang meliputi seluruh wilayah Iran, Syiria, Palestina, dan Jazirah Arab merupakan lingkungan alami tempat pembiakan kamâ€˜ah.Tunas-tunas itu tumbuh di lapisan permukaan tanah, mulai dari fase tertentu. Kita kadang menyaksikan permukaan tanah yang terkuak pada dua arah vertikal, sehingga menyebabkan terbelahnya tunas-tunas tersebut. Ini dianggap sebagai fase yang memadai untuk memetik kamâ€˜ah.</p>
<p><strong>Komposisi Utama Tunas Kamâ€™ah </strong></p>
<p>Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap tunas-tunas (trefzia bondieri) berhasil diperoleh beberapa hasil berikutÂ  (materiÂ  basah 77 %, dan materi keringnya 23 %) : kadar karbohidrat 60% dari materi kering, protein 18 % dari materi kering, abu 13 % dari materi kering.</p>
<p>Kadar asam amino yang berhasil dipisahkan dan dikenali mencapai tujuh belas asam, yang mengandung asam amino yang esensial bagi tubuh.Kamâ€˜ah Bagian dari Al-Mann, Airnya Menyembuhkan Mata379)Â  Salah satu penulis menjadikan kalimat di atas sebagai judul artikelnya380), saya akan meringkaskan poin-poin pentingnya sebagai berikut :</p>
<p>Ibnu SÃ®nÃ¢ menyebutkan bahwa air kamâ€™ah direbus, kemudian didinginkan, kemudian digunakan untuk celak. Kamâ€™ah adalah salah satu jenis jamur yang tumbuh di bawah permukaan tanah hingga kedalaman kurang lebih tiga puluh sentimeter, biasanya bergerombol. Jamur ini termasuk famili tyobrus. Kadang-kadang ia tumbuh di dekat pelepah pohon. Jumlah satu kelompok biasanya berkisar antara sepuluh hingga dua puluh. Badannya bulat berdaging, lunak dan teratur, permukaannya halus atau berbintik-bintik, bentuknya bundar, warnanya berbeda-beda, ada yang keabu-abuan, ungu, hingga hitam. Kamâ€˜ah banyak berada di tanah Jazirah Arab. Juga ada di Syam dan Mesir. Di Eropa juga ada, khususnya di Prancis dan Italia. Jenis kamâ€˜ah yang terbaik adalah yang kecil dan tumbuh di tanah berpasir.</p>
<p><strong>Ciri-ciri Kamâ€˜ah </strong></p>
<p>Orang-orang Arab menyebutnya nabÃ¢tu `r-roâ€˜d (tumbuhan petir), karena ia tumbuh banyak apabila banyak terdapat petir, ditumbuhkan oleh hujan di musim semi, seiring dengan terjadi-nya petir dan turunnya hujan. Sabda Nabi, â€œTermasuk Al-Mannâ€, maksudnya adalah Alloh Ta&#8217;ala telah menjadikannya sebagai mann (karunia) bagi hamba-hamba-Nya. Ia bukan tumbuhan, bukan hewan, tidak memiliki karakteristik tumbuhan, tidak mempunyai daun, akar, batang, atau bunga. Ia juga tumbuh tanpa perlu benih, pengolahan tanah, penanaman, dan pengairan. Ia dikaruniakan oleh Alloh kepada kita begitu saja. Lebih dari itu, ia tidak bisa ditanam dan dibudidayakan.</p>
<p>Semua riset ilmiah menegaskan bahwa setiap upaya budi daya kamâ€™ah selalu berakhir dengan kegagalan, sehingga ia masih tetap merupakan karunia Alloh yang diberikan begitu saja kepada kita. Hadits Rosululloh Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam tersebut pun masih merupakan mukjizat hingga Alloh kelak mewarisi bumi dan siapa saja yang ada di atasnya.</p>
<p><strong>Kamâ€˜ah Menurut Penelitian Ilmiah</strong></p>
<p>Air kamâ€™ah berwarna coklat dan beraroma menyengat. Airnya sering digunakan untuk penelitian medis. Di antaranya :</p>
<p>1.Â  Penelitian bakteriologis, di mana tempat-tempat pengem-bangbiakan bakteri gram positif dan gram negatif didatang-kan, dituangkan air kamâ€™ah pada koloni bakteri itu, tetapi ternyata tidak terjadi pertumbuhan bakteri.</p>
<p>2.Â  Uji coba pemakaian air kamâ€˜ah terhadap lensa mata yang kabur.</p>
<p>3.Â  Uji coba pemakaian air kamâ€˜ah terhadap kasus-kasus trakoma.</p>
<p>Dari penelitian, kita bisa mendapatkan kesimpulan yang jelas bahwa air kamâ€™ah mencegah â€œterbentuknya jaringan ikatâ€ (fibrosis) pada penyakit trakoma, karena intervensinya secara dominan dalam pembentukan sel-sel yang membentuk jaringan ikat. Bisa jadi, hal itu terjadi akibat netralisasi efek kimiawi racun-racun trakoma dan minimalisasi bertambahnya penum-pukan sel. Pada saat yang sama, ia juga mencegah pertumbuhan abnormal sel-sel konjungtiva dan meningkatkan nutrisi bagi sel-sel ini melalui perluasan pembuluh darah pada konjungtiva.</p>
<p>Karena infeksi pada konjungtiva disebabkan oleh proses terbentuknya jaringan ikat, sebagaimana telah saya sebutkan, maka kamâ€™ah bisa mencegah terjadinya infeksi konjungtiva atau trakoma tersebut.</p>
<p>Fakta-fakta ilmiah ini terlihat jelas dan nyata, sedangkan Rosululloh Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam telah mengabarkan kepada kita, meski beliau tidak memiliki laboratorium dan alat analisis. Itu tidak lain merupakan wahyu dari Alloh Ta&#8217;ala yang telah memilih beliau sebagai hamba pilihan di atas seluruh makhluk yang lain. (Sampai di sini ucapan Dr. Muâ€™tazz MarzÃ»qÃ®)</p>
<p><strong>Cara Penggunaan Kamâ€˜ah </strong></p>
<p>Ibnu Hajar Al-â€˜AsqolÃ¢nÃ® dalam Fathu Al-BÃ¢rÃ® mengatakan bahwa kamâ€™ah dibelah, direbus di atas bara sampai airnya mendidih, kemudian batang celak diambil dan diletakkan di belahan itu ketika masih hangat, kemudian airnya digunakan untuk celak.381)<br />
__________________________________________________________<br />
374)Â Muttafaqun â€˜alaih : BukhÃ´rÃ® (5708) dan Muslim (2049).</p>
<p>375) Ath-Thibbu `n-NabawÃ®, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, hal. 360-361.</p>
<p>376)Â  ShohÃ®h Ibni HibbÃ¢n, terdapat pula dalam ShohÃ®hu `l-JÃ¢miâ€˜ (2761).</p>
<p>377) Ath-Thibbu `n-NabawÃ®, Ibnul Qoyyim hal. 283.</p>
<p>378) Tulisan Dr. MushthofÃ¢ Hamzah, Ustadz Dr. â€˜Abdul MajÃ®d Balâ€˜abid, Dr. Husain ThÃ´hirÃ®, Haiâ€™atu `l-Iâ€˜jÃ¢zi `l-â€˜IlmÃ®, edisi kedelapan, Syawal, 1421 H.</p>
<p>379)Â  BukhÃ´rÃ® (5708) dan Muslim (2049).</p>
<p>380) Dr. Muâ€˜tazz MarzÃ»qÃ®, Mesir, Haiâ€™atu `l-Iâ€˜jazi `l-â€˜IlmÃ®, edisi Syawal 1421 H.</p>
<p>381)Â Â  Fathu `l-BÃ¢rÃ®, bab Al-Mann SyifÃ¢â€˜un li `l-â€˜Ain.<br />
Sumber : www.thibbun-nabawi.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/pengobatan-dengan-kam%e2%80%99ah-itsmid-dan-celak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengobatan dengan Talbinah</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/pengobatan-dengan-talbinah/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/pengobatan-dengan-talbinah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 12:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/pengobatan-dengan-talbinah/</guid>
		<description><![CDATA[Rosululloh Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam bersabda : â€œTalbinah menenangkan hati orang sakit, menghilangkan sebagian kesedihan.â€382) Dari â€˜isyah bahwa ia memerintah untuk meminum talbinah, ia mengatakan, â€œ Talbinah itu dibenci tapi bermanfaat.â€383) Â Pengertian Talbinah Talbinah adalah air jelai384) mendidih (atau tajin jelai -penerj.). Kandungan gizinya lebih besar dibandingkan dengan tepungnya. Ia merupakan obat yang berkhasiat mengobati batuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rosululloh Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam bersabda : â€œTalbinah menenangkan hati orang sakit, menghilangkan sebagian kesedihan.â€382) Dari â€˜isyah bahwa ia memerintah untuk meminum talbinah, ia mengatakan, â€œ Talbinah itu dibenci tapi bermanfaat.â€383)</p>
<p>Â <span id="more-198"></span><strong><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial">Pengertian Talbinah</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt; color: windowtext; font-family: Arial"></span></strong>Talbinah adalah air jelai384) mendidih (atau tajin jelai -penerj.). Kandungan gizinya lebih besar dibandingkan dengan tepungnya. Ia merupakan obat yang berkhasiat mengobati batuk dan radang tenggorokan, cocok untuk menghilangkan amandel, melancarkan buang air kecil, membersihkan isi lambung, memuaskan dahaga, dan memadamkan rasa panas.385)Talbinah lebih bermanfaat daripada sop, berkhasiat meng-hilangkan penyakit fisik maupun kejiwaan.</p>
<p>Disebut dengan talbinah karena setelah dimasak warnanya putih mirip susu. Ada beberapa metode penyajian, di antaranya adalah direndam, dimasak, atau ditepung.Setiap metode penyajian dari Talbinah ini memiliki cara penggunaan yang khas, tetapi metode penggunaan yang paling bermanfaat adalah diminum dengan dicampur madu.</p>
<p><strong>Komposisi Talbinah dan Khasiatnya dalam Pengobatan </strong></p>
<p>Talbinah mempunyai banyak khasiat. Di antaranya adalah :</p>
<p>1.Â Mengandung zat Betaglucan, yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol dalam darah.</p>
<p>2.Â Mengandung Vitamin E yang bisa melemahkan enzim-enzim yang mensintesis kolesterol.</p>
<p>3.Â Mengandung Potasium, yang berfungsi mengendalikan tekanan darah, karena ia menciptakan keseimbangan antara air dan garam.</p>
<p>4.Â Mengandung Potasium, Magnesium, anti oksidan, vitamin B, kekurangan zat-zat ini di dalam tubuh menyebabkan keku-rangan kimiawi. Para ilmuwan modern mengatakan bahwa penyakit-penyakit kejiwaan, depresi, dan sebagainya merupa-kan akibat kekurangan kimiawi.</p>
<p>5.Â Mengandung Melatonin yang berfungsi :</p>
<p>a.Â Menurunkan kolesterol.</p>
<p>b.Â Menurunkan tekanan darah.</p>
<p>c.Â Mengobati parkinson.</p>
<p>d.Â Meningkatkan kekebalan tubuh.</p>
<p>e.Â Mengobati gangguan tidur.</p>
<p>f.Â Mengobati kanker.</p>
<p>g.Â Mengobati depresi.</p>
<p>6.Â Mengandung Lysine, yang berfungsi membangun kesehatan tubuh.</p>
<p>7.Â Mengandung hormon Prostaglofuin, yaitu hormon yang menyebabkan tidur, dengan demikian talbinah mencegah terjadinya insomnia.</p>
<p>8.Â Jelai juga bisa dijadikan resep untuk penyakit-penyakit berikut ini :</p>
<p>a.Â Jantung dan berbagai penyakitnya.</p>
<p>b.Â Berbagai jenis demam.</p>
<p>c.Â Penyakit-penyakit dada.</p>
<p>d.Â Tekanan darah tinggi.</p>
<p>e.Â Kelemahan secara umum.</p>
<p>f.Â Kanker.</p>
<p>g.Â Infeksi dan kelemahan usus.</p>
<p>h.Â Luka-luka bernanah.</p>
<p>i.Â Depresi dan kasus-kasus kejiwaan.</p>
<p>j.Â Lambung.</p>
<p>k.Â Kelemahan hati.</p>
<p>l.Â Kelemahan seksual.</p>
<p>m.Â Thipoid (tifus).</p>
<p>n.Â Gangguan tidur.</p>
<p>o.Â Penyakit-penyakit dan berbagai jenis radang saluran urine.</p>
<p>p.Â Parkinson.</p>
<p>9.Â  Jelai dapat dimanfaatkan :</p>
<p>a.Â Jelai direbus hingga mendidih, setelah direndam. Ini merupakan metode pemanfaatan yang paling baik dan bermanfaat, karena ini merupakan metode orang-orang Arab kuno.</p>
<p>b.Â Digunakan untuk obat kumur; mengobati mencret, infeksi organ-organ dalam, depresi dan gangguan kejiwaan, kandung kemih, ginjal, lambung, dan usus; sebagai sumber nutrisi, sekaligus berfungsi membasahkan dan melunakkan.</p>
<p>c.Â Tepung jelainya dapat digunakan untuk :</p>
<p>â€¢Â Ditambahkan pada minuman dan kuah, bisa memu-dahkan pencernaan.Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â </p>
<p>â€¢Â Bisa dijadikan kompres untuk mengatasi penyakit-penyakit punggung.</p>
<p>â€¢Â Untuk membasahi berbagai macam infeksi kulit.386)</p>
<p><strong>Khasiat Medis Talbinah</strong></p>
<p>Berikut ini kesimpulan dari sebuah artikel yang ditulis oleh Dr. Mahir Nukman Muhammad :</p>
<p>1.Â Unsur Betaglucan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.</p>
<p>2.Â Asam Lysine penting untuk nutrisi manusia dan hewan, karena ia berperan dalam proses asimilasi protein.</p>
<p>3.Â Digunakan sebagai nutrisi ibu menyusui.</p>
<p><strong>Pemanfaatan Talbinah</strong>Â </p>
<p>Ada beberapa jenis produk dari jelai, di antaranya beras jelai, krupuk jelai, tepung jelai, mutiara jelai.</p>
<p>1.Â Adapun beras jelai, maka ia banyak digunakan di Inggris dan Skandinavia untuk berbagai industri, seperti plastik, kembang gula, dan kue-kue kering.</p>
<p>2.Â Di Eropa digunakan untuk krupuk jelai yang dimakan sebagai lauk sarapan dan sebagai makanan untuk anak-anak yang menyusui.</p>
<p>3.Â Adapun mutiara jelai, di samping digunakan dalam kue-kue kering, juga digunakan dalam industri kembang gula.</p>
<p>4.Â Di Amerika Serikat, banyak resep makanan yang diolah dengan menggunakan produk jelai.</p>
<p>5.Â Adapun di Mesir, jelai hanya digunakan sebagai produk makanan ternak, tidak untuk yang lain.</p>
<p><strong>Beberapa Hasil Penelitian Kimiawi, Biologi, dan Teknologi terhadap Talbinah</strong></p>
<p>Sebuah tesis yang ditulis oleh Sahar MushthofÃ¢ KÃ¢mil, M.A.387), membuktikan bahwa jelai mempunyai khasiat medis :</p>
<p>1.Â Unsur Betaglucan, berfungsi menurunkan kadar kolesterol dalam darah.</p>
<p>2.Â Vitamin E bisa menurunkan fungsi enzim-enzim yang mensintesis kolesterol, sehingga kolesterol turun.</p>
<p>3.Â Mengurangi resiko terkena kanker colon.</p>
<p>4.Â Mengurangi resiko terkena penyakit-penyakit jantung.</p>
<p>Berikut ini ringkasan tulisan tentang Urgensi Nutrisi yang Mengandung Produk Olahan Jelai bagi Kesehatan Pengidap Penyakit Kencing Manis (IDDM) dan Tipe Kedua yang Bukan Faktor Keturunan388), yang mengatakan bahwa jelai secara medis mempunyai fungsi :</p>
<p>a.Â Mengendalikan kadar gula dalam darah.</p>
<p>b.Â Mengobati penyakit tekanan darah.</p>
<p>c.Â Menurunkan kandungan lemak dalam darah.</p>
<p><strong>Roti Jelai dan Mukjizat Medis</strong></p>
<p>Dr. Hamid Mahmud, Dr. Islam Ahmad Mushthofa, dan Dr. â€˜Afaf â€˜Abdul HamÃ®d â€˜Athiyyah, telah memproduksi roti lokal yang higienis, dengan komposisi 20 % jelai, 5 % kacang kedelai, dan tepung gandum. Berbagai uji biologis telah menunjukkan bahwa roti tersebut berkhasiat :</p>
<p>1.Â  Menurunkan kadar glukosa.</p>
<p>2.Â  Menurunkan kadar kolesterol secara keseluruhan.</p>
<p>3.Â  Menurunkan gliserida dan lemak.</p>
<p>4.Â  Menurunkan fungsi-fungsi SGOT-SGPT hati.</p>
<p>5.Â  Menurunkan kreatinin ginjal dan asam urat dalam darah.</p>
<p>Satu hal yang penting dari jelai adalah bahwa jelai bebas dari unsur gelatin. Para dokter Belanda telah menyingkap buruknya absorpsi makanan yang disebabkan oleh penyakit Filamentosis yang penyebabnya adalah unsur gelatin yang ada di dalam gandum. Ditemukan pula bahwa gejala-gejala penyakit ini hilang dengan dihilangkannya unsur gelatin dari menu makanan pasien.389)<br />
__________________________________________<br />
382) Muttafaqun â€˜alaih : BukhÃ´rÃ® (5417) dan Muslim (2216).</p>
<p>383) ShohÃ®hu `l-BukhÃ´rÃ® (5690).</p>
<p>384) Jelai : barley, enjelai, dari genus Hordeum. Salah satu jenis tanaman sereal yang menjadi makanan pokok pada banyak penduduk di Eropa dan Afrika utara sejak zaman purba. Tepung berasnya dipakai untuk membuat roti, meski kini banyak digantikan oleh tepung gandum, jenis sereal lain -penerj.</p>
<p>385) Ath-Thibbu `n-NabawÃ®, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah hal. 329.</p>
<p>386) Dalam pasal ini, saya merujuk kepada artikel yang berjudul Al-â€˜IlÃ¢j bi `t-TalbÃ®nah, Ustadz â€˜Abdul KarÃ®m TajÃ»rÃ®, jurusan studi diploma Teknologi Rekayasa dan Budi Daya Lahan Padang Pasir (Kuliah Terbuka di Universitas Kairo).</p>
<p>387) Fakultas Pertanian, Universitas Kairo, jurusan Kimia &#8211; Biologi 1997 M.</p>
<p>388) Disebut juga NIDM.</p>
<p>389) Buku At-Taghdziyatu `sh-Shihhiyyah, diterjemahkan oleh Dr. Hayat Muhammad Syaroroh dkk., (Akademi Kimia Biologi, Fakultas Sains- Universitas Halwan).</p>
<p>Sumber : www.thibbun-nabawi.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/pengobatan-dengan-talbinah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kayu Manis Obat Asam Urat</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/kayu-manis-obat-asam-urat/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/kayu-manis-obat-asam-urat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 12:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/kayu-manis-obat-asam-urat/</guid>
		<description><![CDATA[Kayu manis adalah salah satu rempah yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bumbu penyedap masakan dan pembuatan kue, kayu manis sejak dulu dikenal memiliki berbagai khasiat. Bahkan, kayu manis saat ini sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kosmetika. Kayu manis (Cinnamomum burmani) memang memiliki efek farmakologis yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kayu manis adalah salah satu rempah yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bumbu penyedap masakan dan pembuatan kue, kayu manis sejak dulu dikenal memiliki berbagai khasiat. Bahkan, kayu manis saat ini sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kosmetika.</p>
<p><span id="more-197"></span>Kayu manis (Cinnamomum burmani) memang memiliki efek farmakologis yang dibutuhkan dalam obat-obatan. Tumbuhan yang kulit batang, daun, dan akarnya bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan ini berkhasiat sebagai peluruh kentut (carminative), peluruh keringat (diaphoretic), antirematik, meningkatkan napsu makan (istomachica), dan menghilangkan sakit (analgesik).</p>
<p>Kandungan kimia ada terdapat dalam kayu manis adalah minyak atsiri, eugenol, safrole, sinamaldehide, tanin, kalsium oksalat, damar, dan zat penyamak. Sifat kimia dari kayu manis adalah pedas, sedikit manis, hangat, dan wangi.</p>
<p>Menurut pakar obat-obatan herbal, Prof Hembing Wijayakusuma, kayu manis memiliki banyak khasiat obat. Di antaranya, obat asam urat, tekanan darah tinggi (hipertensi), radang lambung atau maag (gastritis), tidak napsu makan, sakit kepala (vertigo), masuk angin, perut kembung, diare, muntah-muntah, hernia, susah buang air besar, sariwan, asma, sakit kuning, dan lain-lain.</p>
<p>Sebagai obat asam urat, sebanyak 1 ibujari kayu manis, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkeh, 200 gram ubi jalar merah, 10 butir merica, 15 gram jahe merah, direbus dengan 1.500 cc air hingga tersisa 500 cc. Ramuan kemudian disaring lalu ditambahkan 200 cc air susu cair dan diminum. Sementara ubinya yang ikut direbus dimakan.</p>
<p>Resep obat asam urat lainnya, 1 ibu jari kayu manis, 15 gram jahe merah, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkeh, 4 lembar daun sosor bebek, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Air rebusan disaring dan diminum.</p>
<p>Mengatasi tekanan darah tinggi, 2 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 10 gram kencur, 15 gram daun sena, dan 20 gram daun saga direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc. Rebusan disaring dan diminum selagi hangat. Resep lainnya, 1 jari kulit kayu manis, 10 gram asam trengguli, 60 gram rambut jagung, dan 30 gram seledri, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Airnya kemudian disaring dan diminum hangat-hangat.</p>
<p>Obat maag, 10 gram kayu manis direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 100 cc, lalu disaring dan diminum selagi hangat. Obat sakit kepala, 10 gram kayu manis, 3 butir cengkeh, 5 gram biji pala, 5 gram merica, 10 gram jahe, ditumbuk hingga menjadi bubuk. Lalu diseduh dengan air secukupnya, disaring, dan diminum secara teratur.</p>
<p>Mengatasi masuk angin dan perut kembung, 5 gram kayu manis, 10 gram jahe, 5 butir cengkeh, 5 gram pulasari, 5 gram adas, 5 gram biji pala, dan gula aren secukupnya, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc. Kemudian disaring dan diminum selagi hangat sebanyak 150 cc, lakukan tiga kali sehari.</p>
<p>Obat diare, 5 gram kayu manis, 5 lembar daun jambu biji, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Air disaring dan ditambahkan gula secukupnya, kemudian diminum 150 cc sebanyak dua kali sehari. Mag</p>
<p>Sumber : republika.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/kayu-manis-obat-asam-urat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIWAK : Si Kayu Ajaib Pelindung Gigi</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/11/04/siwak-si-kayu-ajaib-pelindung-gigi/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/11/04/siwak-si-kayu-ajaib-pelindung-gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 08:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/11/04/siwak-si-kayu-ajaib-pelindung-gigi/</guid>
		<description><![CDATA[Subhanallah, Maha suci Allahâ€¦ sungguh indah dan sempurna agama yang diturunkan-Nya, sungguh mulia hukum-hukum yang disyariatkan-Nya, karena tak ada satupun dari apa-apa yang diturunkan-Nya dan apa-apa yang diciptakan-Nya kecuali pasti ada manfaat dan hikmahnya. Kesempurnaan islam ini benar-benar tiada bandingannya oleh agama-agama selainnya. Diantara kesempurnaan Islam adalah syariat bagi ummatnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial">Subhanallah, Maha suci Allahâ€¦ sungguh indah dan sempurna agama yang diturunkan-Nya, sungguh mulia hukum-hukum yang disyariatkan-Nya, karena tak ada satupun dari apa-apa yang diturunkan-Nya dan apa-apa yang diciptakan-Nya kecuali pasti ada manfaat dan hikmahnya. </span><span style="font-family: Arial" lang="SV">Kesempurnaan islam ini benar-benar tiada bandingannya oleh agama-agama selainnya. Diantara kesempurnaan Islam adalah syariat bagi ummatnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti kewajiban <em>istinjaâ€™ </em>setelah buang air, mandi <em>janabat </em>setelah <em>junub,</em> bahkan banyak sekali hikmah-hikmah syariat yang tersingkap dalam ajaran islam yang telah dibuktikan oleh sains modern, seperti khasiat madu, <em>habbatus sawdaâ€™ </em>(jinten hitam), minyak zaitun hingga â€˜si kayu ajaibâ€™ <em>siwak </em>yang bermanfaat bagi kesehatan gigi dan gusi. Mari kita kupas apa manfaat kayu siwak ini bagi kesehatan gigi.</span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial" lang="SV"><span id="more-190"></span></p>
<p></span><span style="font-family: Arial" lang="SV">Sejak zaman dahulu, manusia telah mengenal beberapa variasi teknik dalam membersihkan gigi. Mulai dari bulu ayam, duri landak, tulang hingga kayu dan ranting-ranting digunakan sebagai alat pembersih gigi. Masyarakat arab sebelum kedatangan islam, menggunakan akar dan ranting kayu dari pohon arak (<em>Salvadora persica</em>) yang hanya dapat tumbuh di daerah asia tengah dan afrika, yang belakangan diketahui sebagai alat pembersih gigi terbaik hingga saat ini. Setelah kedatangan islam, RasuluLlah menetapkan penggunaan siwak sebagai sunnah beliau yang sangat dianjurkan, bahkan beliau bersabda : â€œ<em>Seandainya tidak memberatkan ummatku, maka aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu</em>â€ (<em>Muttafaq â€˜alaihi</em>). Hal ini menunjukkan bahwa RasuluLlah adalah orang pertama yang mendidik manusia dalam memelihara kesehatan gigi. </span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial" lang="SV">Siwak berbentuk batang, diambil dari akar dan ranting segar tanaman arak (<em>Salvadora persica</em>) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon Arak adalah pohon yang kecil, seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, diameternya lebih dari 1 kaki, jika kulitnya dikelupas warnanya agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih, aromanya seperti seledri dan rasanya agak sedikit pedas.</span><span style="font-family: Arial" lang="SV">Siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut. Kata siwak diambil dari kata arab â€˜<em>yudlik</em>â€™ yang artinya adalah â€˜memijatâ€™ (yakni memijat bagian dalam mulut). Jadi siwak lebih dari hanya sekedar sikat gigi biasa. Selain itu, batang siwak memiliki serat batang yang elastis dan tidak merusak gigi walau dibawah tekanan yang keras, bahkan batang siwak yang berdiameter kecil, memiliki kemampuan fleksibilitas yang tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara pas untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi dan menghilangkan plaque. Siwak juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi.</span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial" lang="SV">Perlu diketahui, bahwa sisa-sisa makanan yang ada pada sela-sela gigi, menjadikan lingkungan mulut sangat baik untuk aktivitas pembusukan yang dilakukan oleh berjuta-juta bakteri yang dapat menyebabkan gigi berlubang, gusi berdarah dan munculnya kista. Selain itu, bakteri juga menghasilkan enzim perusak yang â€˜memakanâ€™ kalsium gigi sehingga menyebabkan gigi menjadi keropos dan berlubang. Bahkan, pada beberapa keadaan bakteri juga menghasilkan gas sisa aktivitas pembusukan yang menyebabkan bau mulut menjadi tak sedap.</span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial" lang="SV">Penelitian terbaru terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. </span><span style="font-family: Arial">Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :</span><span style="font-family: Arial" lang="SV">-Â Â  <em>Antibacterial acids</em>, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa <em>mustard</em> di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.</span><span style="font-family: Arial" lang="SV">-Â Â Â Â Â Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.</span><span style="font-family: Arial" lang="SV">-Â Â Â Â Â Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.</span><span style="font-family: Arial">-Â Â Â Â Â </span><span style="font-family: Arial" lang="SV">Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. </span><span style="font-family: Arial">Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.</span></p>
<p style="margin: 0pt 0pt 0pt 18pt; text-indent: -18pt; text-autospace: ideograph-numeric; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV">-Â Â Â Â Â </span><em><span style="font-family: Arial">Anti decay agent </span></em><span style="font-family: Arial">(Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan.<em> </em></span><span style="font-family: Arial" lang="SV">Selain itu siwak juga turut merangsang produksi <em>saliva</em> (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.</span></p>
<p style="margin: 0pt 0pt 0pt 18pt; text-indent: -18pt; text-autospace: ideograph-numeric; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p style="margin: 0pt 0pt 0pt 18pt; text-indent: -18pt; text-autospace: ideograph-numeric; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial" lang="SV"><em>Â </p>
<p></em></span><span style="font-family: Arial" lang="SV">Sebuah penelitian terbaru tentang â€˜<em>Periodontal Treatment</em>â€™ (Perawatan gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah, menunjukkan bahwa <em>Periodontal treatement </em>untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain, hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat terhadap rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap â€˜<em>Periodontal Treatment</em>â€™.</span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial" lang="SV">Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaan-perusahaan di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan. Mari kita budayakan hidup sehat dengan bersiwakâ€¦!!! (Ibnu Burhan)</span><span style="font-family: Arial" lang="SV">Â </p>
<p></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><strong><u><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></u></strong></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><strong><u><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></u></strong></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><strong><u><span style="font-family: Arial" lang="SV">Daftar Pustaka :</span></u></strong></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><strong><u><span style="font-family: Arial" lang="SV"></span></u></strong><span style="font-family: Arial">-Â Â Al-Mostehy, DR M. Ragaii, and friends, journal of SIWAK AS AN ORAL HEALTH DEVICE, <country-region w:st="on"></p>
<place w:st="on">Kuwait</place></country-region>, 1991.</span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">-Â Â K.,Almas, abstract journal of THE EFFECT OF SALVADORA PERSICA EXTRACT (MISWAK) AND CHLOREXIDINE GLUCONATE ON HUMAN DENTIN, Department of Preventive Dental Sciences, King Saud University College of Dentistry, <city w:st="on">Riyadh</city>,</p>
<place w:st="on">
<placetype w:st="on">Kingdom</placetype> of</p>
<placename w:st="on">Saudi Arabia</placename></place>, 1995.</span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">-Â Â Lafi,T. and Ababneh,H. abstract journal of THE EFFECT OF THE EXTRACT OF THE MISWAK (CHEWING STICK) USED IN JORDAN AND THE MIDDLE EAST ON ORAL BACTERIA, Department of Periodontology, University of Wales College of Medicine Dental School, Carddiff, United Kingdom, 1995.</span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">-Â Â Hardie,J. and Ahmed,K. abstract journal of THE MISWAK AS AN AID IN ORAL HYGIENE, J. Philipp Dental Association, 1995.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial"></span><span style="font-family: Arial">-Â Â Al-Khateeb,TL and friends, abstract journal of PERIODONTAL TREATMENT NEEDS AMONG SAUDI ARABIAN ADULTS AND THEIR RELATIONSHIP TO THE USE OF MISWAK,</p>
<placename w:st="on">King</placename>
<placename w:st="on">Abdul</placename>
<placename w:st="on">Aziz</placename>
<placetype w:st="on">University</placetype>, Jeddah,</p>
<place w:st="on">
<placetype w:st="on">Kingdom</placetype> of</p>
<placename w:st="on">Saudi Arabia</placename></place>, 1991.</span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"></span></p>
<p style="margin: 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial">Source : www.geocities.com/abu_amman/mukjizatsiwak.htm</span></p>
<p><span style="font-family: Arial"><a href="http://www.geocities.com/abu_amman/MukjizatSiwak.htm"><span style="color: windowtext"></span></a><u></u></span>Â </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/11/04/siwak-si-kayu-ajaib-pelindung-gigi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Dengan â€˜Ud Hindi datau Qusthul Bahri</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/08/19/pengobatan-dengan-%e2%80%98ud-hindi-datau-qusthul-bahri/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/08/19/pengobatan-dengan-%e2%80%98ud-hindi-datau-qusthul-bahri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Aug 2007 09:59:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/08/19/pengobatan-dengan-%e2%80%98ud-hindi-datau-qusthul-bahri/</guid>
		<description><![CDATA[Anjuran Berobat dengan â€˜Ud Hindi atau Qusthul Bahri Rosululloh Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam bersabda : â€œBerobatlah dengan â€˜ud hindi, karena di dalamnya terdapat tujuh kesembuhan, dimasukkan melalui hidung untuk â€˜udzroh (amandel) dan dimasukkan melalui mulut untuk dzÃ¢tul janbi.â€390) Ia bersabda : â€œSesungguhnya, pengobatan paling ideal yang kalian gunakan adalah bekam dan qusthul bahri.â€ Beliau juga bersabda, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Anjuran Berobat dengan â€˜Ud Hindi atau Qusthul Bahri</strong></p>
<p>Rosululloh Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam bersabda : â€œBerobatlah dengan â€˜ud hindi, karena di dalamnya terdapat tujuh kesembuhan, dimasukkan melalui hidung untuk â€˜udzroh (amandel) dan dimasukkan melalui mulut untuk dzÃ¢tul janbi.â€390)</p>
<p>Ia bersabda : â€œSesungguhnya, pengobatan paling ideal yang kalian gunakan adalah bekam dan qusthul bahri.â€ Beliau juga bersabda, â€˜Jangan menyiksa anak kalian dengan ghomz karena amandel, hendaklah kalian menggunakan qusthul bahri.â€391)</p>
<p><span id="more-182"></span><strong>Pengertian â€˜Ud Hindi atau Qusthul Bahri</strong></p>
<p>Ia adalah tumbuhan dari famili jahe-jahean, yang digunakan adalah akarnya yang kering, rasanya pahit dan aromanya tajam.392)</p>
<p><strong>Cara Pemakaian</strong></p>
<p>Berbaring di atas punggung, kemudian diletakkan sesuatu di antara kedua pundaknya yang bisa mengangkat keduanya, supaya kepalanya bisa menengadah, lalu diteteskan ke hidungnya air atau minyak yang di dalamnya terdapat obat, supaya sampai di otaknya guna mengeluarkan penyakit yang ada di dalamnya melalui bersin.393)</p>
<p>Ada dua cara pemakaian Qusthul Bahri :</p>
<p>1.Â Metode saâ€˜uth, yakni terapi dengan memasukkan obat melalui hidung.</p>
<p>2.Â Metode ladud, yakni terapi dengan cara menuangkan obat melalui sisi mulut untuk kemudian ditelan oleh pasien.</p>
<p>Khasiat â€˜Ud Hindi atau Qusthul Bahri Ud Hindi dinyatakan oleh Nabi bahwa di dalamnya terdapat kesembuhan untuk tujuh penyakit, di antaranya :</p>
<p>1.Â â€˜Udzroh, yakni sakit di tenggorokan, yaitu peradangan pada dua kelenjar tonsil (amandel; tonsilitis).</p>
<p>2.Â Dzatul Janbi, yakni penyakit ini banyak jenisnya, ada yang berupa infeksi bakteri pada selaput dada (pleurisy), infeksi baksil TBC, dan ada pula dzatul janbi rotsawiyah (rheumatism).394) Para dokter menyebutkan bahwa qusthul bahri itu bermanfaat untuk melancarkan kencing dan darah haid, membunuh cacing di dalam usus, menghilangkan racun dan demam quartan, menghangatkan lambung, membangkitkan nafsu seks, dan menghilangkan flek darah395).</p>
<p><strong>Cara Membuat Resep Qusthul Bahri Untuk Pengobatan</strong></p>
<p>Qusthul bahri mengandung minyak asiri, zat inulin, dan zat hilinin yang membersihkan toksin dalam tubuh.</p>
<p>1.Â Untuk mengobati kudis, dibuatlah salep dari 20 gr bubuk akar qusthul bahri dan 10 gr lemak, dioleskan ke tubuh.</p>
<p>2.Â Luka-luka bisa dibersihkan dengan rebusan bubuk akarnya.</p>
<p>3.Â Secangkir emulsi akar qusthul bahri bisa diminum (3 gr akar dimasukkan dalam secangkir besar air), ini akan memudah-kan pembersihan toksin.</p>
<p>4.Â Memudahkan pencernaan, menguatkan darah, melancarkan kencing dan darah haid.396) Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata : Rosululloh Shallallahu â€˜Alaihi Wasallam bersabda : â€œSesungguhnya, pengobatan paling ideal yang kalian lakukan adalah bekam dan qusthul bahri.â€397)</p>
<p>Al-Hafizh Dzahabi berkata mengenai hadits ini, â€œAda rahasia halus mengapa Nabi saw. memadukan antara bekam dan qusthul bahri, yaitu bahwa apabila bekas-bekas sayatan bekam diolesi dengan qusthul bahrÃ®, maka tidak akan timbul flek bekas-bekas sayatan di tubuh. Ini merupakan salah satu keajaiban medis.â€398)<br />
______________________________________________<br />
390) Bukhori dalam Shohih-nya(5692).</p>
<p>391) Bukhori dalam Shoih-nya(5696).</p>
<p>392) Al-Haqoâ€™iqu `th-Thibbiyyah fi `l-Islam, hal. 355.</p>
<p>393) Ibnu Hajar Al-â€˜Asqolani, Fathu `l-Bari, kitab Ath-Thibb wa `s-Suâ€˜uth.</p>
<p>394) Ibnu Hajar Al-â€˜Asqolani dalam Al-Fath, kitab Ath-Thibb, bab As-Suâ€˜uth.</p>
<p>395) Atau lebih dikenal dengan encok : gout -penerj.</p>
<p>396) Buku At-Tadawi bi `l-Aâ€˜syab, Dr. Amin Ruwaihah.</p>
<p>397) Bukhori dalam Shohih-nya.</p>
<p>398) Ath-Thibbu `n-Nabawi wa `l-â€˜Ilmu `l-Hadits, Dr. Muhammad Nazhim An-Nasimi, Jilid III, hal. 271.</p>
<p>Sumber :www.thibbun-nabawi.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/08/19/pengobatan-dengan-%e2%80%98ud-hindi-datau-qusthul-bahri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petunjuk Nabi dalam Mengobati Demam</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/08/19/petunjuk-nabi-dalam-mengobati-demam/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/08/19/petunjuk-nabi-dalam-mengobati-demam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Aug 2007 09:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/08/19/petunjuk-nabi-dalam-mengobati-demam/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah Â  Termuat di dalam Ash-Shahain, dari nafiâ€™, dari â€˜Umar, bahwa Nabi Shalallahu â€˜alaihi wasallam berkata : â€Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan airâ€. Hadits ini menimbulkan banyak masalah bagi dokter yang bodoh, yang memandangnya sabagai peniadaan pengobatan bagi penyakit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah<br />
Â <br />
Termuat di dalam Ash-Shahain, dari nafiâ€™, dari â€˜Umar, bahwa Nabi Shalallahu â€˜alaihi wasallam berkata : â€Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan airâ€.</p>
<p>Hadits ini menimbulkan banyak masalah bagi dokter yang bodoh, yang memandangnya sabagai peniadaan pengobatan bagi penyakit demam dan pencegahannya. Kami akan menjelaskan -dengan daya dan kekuatan Allah- segi dan maknanya. Maka kami katakan: Seruan Nabi Shalallahu â€˜alaihi wasallam ada dua macam: yang umum bagi penduduk bumi dan yang khusus bagi sebagian mereka. Yang pertama misalnya seruan baliau pada umumnya. Dan yang kedua seperti ucapan beliau:â€Janganlah kamu menghadap kiblat dengan tahi dan air kencing. Dan jangan pula kamu membelakanginya; akan tetapi menghadaplahh ke timur atau ke baratâ€.</p>
<p><span id="more-181"></span>Ini bukanlah seruan kepada penduduk timur atau penduduk barat, juga bukan penduduk Irak. Tetapi ia adalah seruan kepada pendudukk Madinah dan kawasan yang serupa dengannya seperti syiria dan yangÂ  lain. Juga ucapan beliau: â€œApa yang ada diantaraÂ  timur dan barat adalah kiblatâ€.</p>
<p>Apabila yang demikian diketahui, maka seruan beliau didalam hadits ini adalah khusus bagi penduduk Hijaz dan siapa yang ada di sekitar mereka, sebab kebanyakan demam yang menyerang mereka dari jenis demam matahari dan aksidental yang terjadi karena terik sinar matahari. Dan ini dapat diatasi dengan air yang dingin, baik minum atau pun mandi. Sebab demam adalah panas aneh yang menyala di dalam hati dan tersebar darinya melalui â€“ruh dan darah di dalam urat nadi dan pembuluh darahâ€“ ke seluruh tubuh; sehingga nyala ia di dalamnya dengan nyala yang membahayakan perbuatan-perbuatan yang alamiah.</p>
<p>Demam terbagi menjadi dua bagian: demam aksidental yang terjadi karena humor, gerakan tubuh, sengatan terik matahari, sengatan panas yang amat sangat atau yang serupa dengan itu; dan demam penyakit, yang terbagi menjadi tiga macam. Ia tidak berada kecualiÂ  pada meteri yang pertama, kemudian darinya panaslah seluruhÂ  tubuh.</p>
<p>Apabila asalnya berhubungan dengan darah, maka ia dinamakan dengan demam â€“sehari. Dan apabila asalnya berhubungan dengan humor [Humor = salah satu cairan tubuh yang dulu dianggap menentukan kesehatan dan watak seseorang. Empat humor yang pertama adalah darah, lendir (phlegma), ciran empedu dan melancholy (black bile) peny.], maka ia dinamakan demam putrescent (keadaan yang sangat tidak enak), yang terbagi menjadi empat macam: bilious (kuning (penyakit hati atau empedu) penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pada empedu), melanchoniac (ketidakteraturan fungsi mental, yang dicirikan oleh depresi berat pada semangat dan tindakan, berpikir suram dan ketakutan yang sering diiringi hayalan (delusi) yang jelas), phlegmi (lendir(cairan) dalam tubuh yang membuat orang malas) dan sanguinary (berkulit wajah merah yang sangat periang dan bersemangat).</p>
<p>Apabila asalnya berhubungann dengan organ utama yang keras, maka ia dinamakan demam hectic (penyakit yang menyebabkan TBC atau penyakit yang berakibat sejenisnya yang ditandai oleh pipi yang merah, dan kulit yang kering dan kuning). Dan bagian ini pun dibagi lagi menjadi beberapa jenis.</p>
<p>Demam kadang besar gunanya bagi badan melebihi pengobatan, seringkali demam-sehari dan demam putrescent menjadi penyebab kematangan bagi materi yang kasar, yang tidak akan matang kecuali dengan demam, dan menjadi penyebab bagi keterbukaan penyumbatan yang tidak dapat dicapai oleh obat-obatan pembukaan penyumbatan.</p>
<p>Demam juga menyembuhkan dengan cepat dan menakjubkan kebanyakan jenis penyakit mata yang baru dan yang lama, di samping kelumpuhan sebelah badan, kelumpuhn muka, kekejangan yang penuh dan banyak penyakit yang disebabkan oleh keletihan yang berat.</p>
<p>Beberapa orang dokter yang berjasa menceritakan kepadaku bahwa banyak penyakit yang kita akan beruntung karena demamnya, sebagai mana orang sakit yang merasa beruntung karena kesembuhan; sebab demam akan lebih bermanfaat baginya dari pada minum obat. Demam mematahkan humor dan materi yang rusak yang membahayakan tubuh. Apabila demam mematangkannya, maka ia akan dikurangi dengan pengobatan; sehingga demampun akan menyebabkan kesembuhan. Mungkin hadits di atas menunjukkan demam aksidental yang dapat dihilangkan dengan berbenam di dalam air sedingin es. Dengan demikian penderita tidak memerlukan pengobatan lain, sebab demam hanyalah kondisi panas yang berhubungan dengan darah, sehingga untuk menghilangkannya cukup hanya dengan kondisi dingin yang menenangkan dan memadamkan nyalanya, tanpa diperlukan pengosongan materi atau menunggu kematangann. Mungkin pula hadits di atas meliputi semua jenis demam.</p>
<p>Galileo, dokter yang termashur, mengakui bahwa air dingin bermanfaat bagi demam. Dia menyatakan di dalam artikel yang kesepuluh dari kitabnya The access to healing: â€Jika seorang lelaki muda yang baikingatan dan sehat, tidak menderita tumor pada sisi perutnya, mandi dengan air dingin pada waktu kepanasan, demam yang sangat atau berenang di dalamnya, akan bermannfaat baginyaâ€. Dan katanya: â€Dan kami memerintahkan yang demikian itu dengan tanpa ragu-raguâ€.</p>
<p>Berkat Ar-Razi di dalam kitabnya yang besar : â€Apabila tenaga kuat, demam tajam sekali dan kematangan nyata tanpa tumor di dalam perut dan tanpa burut, maka meminum air dingin akan memberi manfaat. Dan jika seseorang yang sakit itu gemuk, periodenya panas dan dia terbiasa menggunakan air dingin dari luar, maka yang demikian dibolehkanâ€.<br />
Ucapan beliau â€œdemam itu sebagian dari aroma neraka jahannamâ€ barati sangat tajam dan kuat. Ini sama dengan ucapan beliau â€œPanas yang sangat itu sebagian dari aroma neraka jahannamâ€. Ini mengandung dua aspek:</p>
<p>Merupakan contoh yang diambil dari neraka untuk menunjuki hamba-hamba Allah sehingga mereka mau belajar darinya. Kemudian Allah telah menentukan kejadiannya karena sebab-sebab yang menuntutnya. Sebaagaimana pula bahw ruh, kegembiraan kesengan dan kenikmatan adlah sebagaian dari kenikmaran surga. Allah memunculkan di bumi ini sebagai suatu pelajaran dan petunjuk, dan dia telah menentukan pula kejadiannya dengan sebab-sebab yang menuntutnya.</p>
<p>Yang dimaksud hadits itu mungkin tasybih (perbandingan). Beliau juga membandingkan demam yang sangat dan akut dengan aroma neraka sebagai peringatan bagi jiwa dan sangat pedihnya azab neraka. Bahwa panas yang besar ini diserupakan dengan aromanya, yang akan menimpa siapa yang akan berdekatan dengannya karena panasnya yang sangat.</p>
<p>Al-Hamassi mengatakan:<br />
Jika api cinta menyala di hatiku;<br />
Aku dekati kantong air untuk mendinginkannya;<br />
Jika air dapat mendinginkan bagian luar;<br />
Maka apakah yang dapat mendinginkan bagian dalamnya?</p>
<p>Ucapan beliau â€œdengan airâ€; di dalamnya ada dua pendapat. Petama, bahwa ia adalah semua air; dan itulah yang benar. Kedua, bahwa ia adalah air zam-zam. Para pendukung pendapat ini berhujjah dengan apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukari di dalam shahihnya, dari Abu Jamrah Nashr ibnu â€˜Imran Adh-Dhubaâ€™i: dia berkata: ketika aku duduk bersama ibnu Abbas di Makkah, aku terserang demam. Maka dia mengatakan:â€Dinginkanlah ia dengann air, karena Rasulullah Shalallahu â€˜alaihi wasallam pernah mengatakan:â€™Sesungguhnya demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan airâ€™; atau beliau mengatakan: â€™dengan air zam-zamâ€.</p>
<p>Perawi hadits ini meragukannya. Seandainya dia memastikannya, tentulah itu merupakan perintah kepada penduduk Makkah untuk menggunakan air zam-zam karena zam-zam leluasa bagi mereka, dan perintah kepada selain mereka untuk menggunakan air yang ada pada mereka.Â  Kemudian orang yang berpendapat bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Shalallahu â€˜alaihi wasallam adalah air pada umumnya, berbeda pendapat: Apakah yang dimaksudkan adalah bersedekah dengan air, karena sulit diterima akalnya menggunakan air dingin bagi penyakit demam dan kurang memahami maknanya. Padahal ucapan beliau mengandung aspek yang positif, yaitu balasan terhadap jenis amal. Maka sebagaimana nyala haus bagi orang yang kehausan dipadamkan dengan air yang dingin, Allah pun memadamkan nyala demam dari sebagai balasan yang setimpal. Ini diambil dari pemahaman hadits dan isyaratnya. Adapun yang dimaksud dengannya adalah penggunaan air.</p>
<p>Abu Nuâ€™aim dan yang lain menyebutkan kata-kata ini dari Anas, dan dimarfuâ€™kan kepada Nabi Shalallahu â€˜alaihi wasallam: â€œApabila salah seorang diantara kamu terserang demam, maka hendaklah dicipratkan kepadanya air selama tiga malam sebelum waktu sahurâ€.</p>
<p>Termuat didalam sunan ibnu Majah, dari Abu Hurairah yang dimarfuâ€™kan kepada Nabi Shalallahu â€˜alaihi wasallam:â€Demam adalah bagian dari hembusan neraka jahannam, maka jauhkanlah ia darimu dengan air dinginâ€.<br />
Termuat di dalam Al-Musnad dan yang lainnya, Dari Hadits Al-Hasan, dan dari Samurah yang dimarfuâ€™kan kepada Nabi Shalallahu â€˜alaihi wasallam:â€Demam adalah potongan dari neraka maka dinginkanlah ia dengan air dinginâ€. Adalah Rasulullah Shalallahu â€˜alaihi wasallam apabila menderita demam, beliau meminta didatangkan kantong air, lalu beliau menyiramkan di kepala beliau lalu beliau mandi.</p>
<p>Termuat di dalam as-Sunan, dari Hadits Abu Hurairah, dia berkata: â€œPenyakit demam disebutkan di samping rasulullah Shalallahu â€˜alaihi wasallam, lalu seorang lelaki mencelanya. Maka Rasulullah Shalallahu â€˜alaihi wasallam: â€œJanganlah engkau mencelanya, sebab ia menghapuskan dosa-dosa sebagai mana api menghilangkan karat besiâ€.</p>
<p>Oleh karena demam diikuti oleh pencegahan makanan yang tidak bermutu dan harus memakan makanan dan obat yang bermanfaat -yang padanya terdapat bantuan pemurnian bagi badan, penghilangann kotoran dan sisa-sisanya, pembersihan dari materi-materi yang tidak bermutu; demam berlakuÂ  pada badan seperti api berlaku pada badan seperti api berlaku pada besi dalam menghilangkan karatnya dan membersihkan esensinya, yang sangat serupa dengan api ububan yang membersihkan esensi besi. Fakta inilah yang dimaklumi oleh dokter-dokter badan.</p>
<p>Adapun pembersihan demam terhadap hati dari kotoran dan dakinya serta pengeluaran kandungan â€“ kandungnnya yang tidak bermutu; adalah merupakan urusan yang hanya diketahui dan ditemukan oleh dokter-dokter hati, sebagai mana diberitakan kepada mereka oleh Nabi mereka, Rasulullah Shalallahu â€˜alaihi wasallam. Akan tetapi apabila penyakit hati telah mencapai pada tingkatan yang tidak ada harapan lagi untuk disembuhkan, maka pengobatan seperti ini tidak akan bermanfaat baginya.</p>
<p>Demam bermanfaat bagi badan dan hati. Adalah tindak kezaliman dan permusuhan yang mencela penyakitÂ  seperti ini.<br />
Pada suatu kali ketika aku menderita suatu demam, aku ingat ucapan sebagian penyair yang mencelanya:<br />
Penghapus dosa mengunjungiku dan mengucapkan selamat tinggal;<br />
Celakalah si pengunjung dan si pengucapnya;<br />
Ia mengatakan ketika hendak pergi;<br />
Apa maumu? Ku jawab: Jangan kembali lagi!<br />
Aku katakan: Celakalah dia karena mencela apa yang dilarang Rasulullah Shalallahu â€˜alaihi wasallam mencelanya. Seandainya dia mengatakan:<br />
Penghapus dosa mengunjungi pujaannya;<br />
Selamat datang bagi pengunjung dan pengembara;<br />
Ia mengatakan ketika hendak pergi;<br />
Apa maumu ? Aku jawab: Janganlah pergi!<br />
Akan lebih baik lagi jika ia mengatakan: Dan aku benar-benar menjauh darinya. Maka ia pun demam, segera menjauh dariku.</p>
<p>Telah diriwayatkan dalam satu atsar, yang tidak aku ketahui hal ihwalnya:â€Demam sehari adalah kaffarah setahunâ€. Dalam hal ini ada dua pendapat: Demam yang memasuki setiap anggota dan ruas tubuh, yang jumlahnya tiga ratus enam puluh ruas, untuk menghapuskan dosa-dosa hari ini sesuai dengan jumlah ruas. Demam memberikan pengaruh kepada badan yang tidak hilang secara keseluruhan dalam setahun, seperti dikatakan Nabi Shalallahu â€˜alaihi wasallam: â€œBarang siapaÂ  yang meminum khamr, maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh hariâ€. Ini berarti bekas khamr akan tetap berada dalam perut hamba Allah, Uratnya dan anggota badannya selama empat puluh hari. Wallahuaâ€™lam.<br />
Berkata Abu Hurairah: â€œTidak ada satu penyakitpun yang menimpaku, yang lebih aku sukai , selain demam; karena ia masuk ke dalam setiap anggota badanku dan Allah Taâ€™ala memberikan kepada setiap anggota bagian pahalanyaâ€.</p>
<p>At-Tarmidzi meriwayatkan di dalam Al-jamiâ€™nya, dari hadits ibnu Rafiâ€™ ibnu Khadij, yang dimarfuâ€™kan kepada Nabi: â€œApabila salah seorang diantara kamu ditimpa demam, dan demam adalah sepotong dari neraka, maka hendaklah ia memadamkannya dengan air yang dingin dan hendaklah ia menghadap ke sungai yang mengalir. Hendaklah ia menghadap ke air yang mengalir sesudah terbit fajar dan sebelum terbit matahari. Dan hendaklah ia mengucapkan: â€œDengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sembuhkanlah hambamu dan teguhkanlah rasulmu. Dan hendaklah ia berbenam di dalamnya tiga kali selama tiga hari. Dan jika tidak sembuh berbenam lima kali, maka ia harus berbenam tujuh kali. Sebab kesembuhannya tidak akan tujuh hari, atas izin Allahâ€œ.</p>
<p>Aku katakan: Perbuatannya ini akan bermanfaat bagi dirinya, pada musim panas di musim-musim yang panas, xsesuai dengan syarat-syarat terdahulu. Sebab air pada waktu itu dalam keadaannya yang paling dingin karena jauhnya dari sentuhan sinar matahariÂ  dan kekuatan cukup banyak pada waktu itu karena, sebagaimana pula tidur, ketenangan dan dinginnya udarapun bermanfaat baginya. Maka terkumpullah tenaga dari kekuatan-kekuatan dan tenaga obat-obatan â€“ yakni ait yang dingin â€“ dalam menghadapi panas dari demam aksidental atau demam tertian, yang tanpa tumor atau gejala-gejala yang membahayakan atau materi-materiÂ  yang rusak, sehingga yang demikian pun akan menyembuhkannya atas izin Allah, terutama pada salah satuÂ  hari yang disebutkan di dalam hadits; yaitu pada hari-hari yang di dalamnya kebanyakan penyakit yang akut terjadi, terutama di negeri-negeri yang telah disebutkan itu karena sensitivitas humor penduduknya dan kecepatn mereka terpengaruh obat-obatan yang bermanfaat.</p>
<p>Dinukil dari Kitab Thibbun Nabawi (Ibnul Qayyim), terj. Metode Pengobatan Nabi, Griya Ilmu, pent. Al-Ustadz Abu Umar Basyir</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/08/19/petunjuk-nabi-dalam-mengobati-demam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teladan Sehat ala Rasulullah</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/07/28/teladan-sehat-ala-rasulullah/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/07/28/teladan-sehat-ala-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2007 02:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/07/28/teladan-sehat-ala-rasulullah/</guid>
		<description><![CDATA[SYARMADEL bin Qubats Al-Kaâ€™bi dahulu kala terkenal sebagai seorang dokter di kalangan Arab, yang tinggal di daerah Najran. Ketika ia tahu Rasulullah memiliki pengetahuan tentang kedokteran, ia bergegas mendatanginya, kemudian mengujinya dengan mengajukan berbagai pertanyaan tentang penyakit dan cara pengobatannya. Rasulullah saw pun mampu menjawab semua pertanyaan. Namun, saat rasul balik bertanya tentang satu penyakit, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SYARMADEL bin Qubats Al-Kaâ€™bi dahulu kala terkenal sebagai seorang dokter di kalangan Arab, yang tinggal di daerah Najran. Ketika ia tahu Rasulullah memiliki pengetahuan tentang kedokteran, ia bergegas mendatanginya, kemudian mengujinya dengan mengajukan berbagai pertanyaan tentang penyakit dan cara pengobatannya. Rasulullah saw pun mampu menjawab semua pertanyaan. Namun, saat rasul balik bertanya tentang satu penyakit, Syarmadel terkejut karena tak bisa menjawabnya. Lalu, ia berkata, â€œ Wahai Rasulullah, Demi Bapak dan Ibuku, aku adalah seorang dukun dan tabib di kalangan kaumku, apa yang harus aku lakukan? Lalu Rasul menjawab,â€ bedahlah uratnya, tusuklah jika terpaksa dan gunakanlah sana (sejenis tumbuhan) dan janganlah engkau mengobati seseorang sebelum mengetahui jenis penyakitnya.â€</p>
<p><span id="more-163"></span>Syarmadel langsung menunduk dan mencium lutut Rasul, kemudian memeluk Islam, dan berkata,â€ Wahai Muhammad saw, demi zat yang telah mengutusmu dengan hak, engkaulah yang lebih pandai dari aku dalam kedokteran, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusanNya. Dari kisah inilah, tak bisa disangkal bahwa nabi Muhammad saw adalah seorang dokter. Meski tak ada satu kisah pun yang menceritakan dari mana nabi belajar medis. Tentu saja, sebagai utusan Allah, nabi memiliki ilmu mukasyafah, yang bersifat batiniah. Hanya Allahlah yang mengajarkan ilmu ini. â€œâ€¦Dan (juga karena) Allah telah menurunkan kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Karunia Allah sangat besar atasmu (QS. An-Nisa: 113)</p>
<p>Informasi tentang medis dan anatomi tubuh manusia banyak ditemukan dalam berbagai hadist nabi, yang kemudian dibuktikan dalam ilmu kedokteran modern saat ini. Misalnya, soal sendi manusia yang disebutkan nabi berjumlah 360. Hingga tahun 1996, ilmu kedokteran modern masih menyatakan jumlah sendi 340. Namun, setelah diteliti lagi ternyata ada susunan sendi yang menyatu, jika dipisah-pisah lagi, jumlahnya menjadi 360, sesuai dengan hadist nabi. Informasi lain yang menakjubkan, misalnya soal fase-fase penciptaan manusia. Seorang pakar embrio dari Kanada, Kate Moore sempat penasaran dan ingin membuktikan secara ilmiah apa yang ditulis dalam Al-quran dan Hadist, tentang proses embrional manusia yang mencapai lima periode, mulai dari tahap saripada tanah, air mani, segumpal darah, segumpal daging dan terakhir tulang belulang yang dibalut dengan daging.</p>
<p>Proses identifikasi kelamin janin pun, sudah dijelaskan dalam sebuah hadist, yaitu setelah air mani mencapai umur empat puluh dua malam di dalam rahim ibunya. Setelah berbagai pengujjian laboratorium inilah, Kate Moore mendapat kebenaran, sehingga ia tersungkur takjub dan masuk islam Berbagai bukti ilmiah ini menambah kadar keyakinan terhadap kesempurnaan Islam. Jejak tauladan yang ditinggalkan Nabi pun, jadi rujukan yang tak lekang ditelan masa. Termasuk, bagaimana nabi menjelaskan soal kesehatan dan pengobatan. Meski ilmu kedokteran sudah begitu maju pesat, namun, cara pengobatan nabi (Thibbun Nabawi) tetap dipraktekan sebagian besar umat muslim. Bahkan, saat pengobatan medis menghadapi jalan buntu, maka pengobatan nabi dijadikan rujukan.</p>
<p>Filsafat thibbun nabawi, seperti diulas Abdul Basith Muhammad Sayyid dalam bukunya, Ath-Thib Al â€“Wiqaâ€™i minal Quran was-Sunah mengacu pada tiga hal, yaitu, pertama, membersihkan dari unsur khurafat dan sihir: kedua, lebih mementingkan tindakan pencegahan penyakit; ketiga, mempraktekan tindakan pengobatan saat dibutuhkan. Cara hidup nabi yang sehat sudah banyak diulas. Seperti diungkapkan oleh Anas ra, â€œRasulullah saw berkulit cerah, seakan-akan keringatnya adalah mutiara, jalannya tegap, tidak pernah menyentuh sutera, dan tidak ada yang lebih lembut dari telapak tangan nabi saw. Aku tidak pernah mencium minyak wangi misik dan ambar yang lebih wangi dari aroma beliau (Musnad Ahmad).</p>
<p>Dalam berbagai hadist, nabi menyulas soal kebersihan sangat detail, baik kebersihan fisik, maupun lingkungan. Ia mengajarkan kepada umatnya, mulai memotong kuku, membersihkan ruas jari, mencabut bulu ketiak, bersiwaq hingga bagaimana cara dia makan. Bahkan, untuk soal makan saja, nabi merincinya, karena nabi berkata pada istrinya, â€œwahai Aisyah menahan diri adalah obat, perut adalah sarang penyakit, dan biasakan setiap anggota badan sesuai kemampuannya.â€ Beberapa anjuran dalam soal makan dan supaya terhindar dari penyakit, misalnya melarang meniup makanan atau bernapas dalam gelas, tidak pernah tidur dengan tangan masih ada bekas makanan dan gigi ada bekas makanan, tidak makan kecuali setelah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, mengkonsumsi buah-buahan dan biji-bijian serta madu, berpuasa dan berolahraga.</p>
<p>Sedangkan, pengobatan yang pernah diajarkan nabi, antara lain, ruqyah, salat, bekam, dan minum madu. Ruqyah atau yang kita kenal dengan jampiâ€“jampi merupakan salah satu cara pengobatan yang pernah diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammmad SAW. Ketika Rasullulloh sakit maka datang Malaikat Jibril mendekati tubuh beliau yang sangat indah kemudian Jibril membacakan salah satu doa sambil ditiupkan ke tubuh Nabi, seketika itu Beliau sembuh.inilah doanya â€œBISMILLAHI ARQIIKA MINKULLI SYAI-IN YUâ€™DZIIKA MINSYARRI KULLI NAFSIN AU-ANIASADIN ALLOHU YASYFIKKA BISMILLAHI ARQIIKA.â€</p>
<p>Ada tiga cara yang dilakukan Nabi dalam Ruqyah, yaitu Pertama, Nafas: membaca ayat Al Qurâ€™an atau doa kemudian ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan ke seluruh badan pasien yang sakit : Kedua, menempelkan air liur pada tangannya, lalu diusapkan pada luka orang, sambil berdoa, â€ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A ILLA SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN &#8220;. Ketiga, meletakkan tangan pada salah satu anggota badan, sambil membaca â€œBasmalah 3x dan Aâ€™UDZU BI-IZZATILLAH WAQUDROTIHI MINSYARRIMA AJIDU WA UJAJIRU 7X. Tentu saja, untuk mengikuti cara nabi ini mesti dibekali dengan ilmunya.<br />
Nabi juga mengulas bahwa berbagai penyakit bisa bersumber pada penyakit hati, seperti iri, hasud, dengki dan suka menggunjing kejelekan orang. Secara ilmiah, sudah terbukti bahwa orang yang jiwanya sehat dan hidupnya ikhlas karena Allah, akan terhindar dari penyakit. Orang yang suka berwudhu dan menjalankan salat secara khusyu, dan melengkapi dengan salat-salat sunnah, seperti nawafil, dhuha, tahajud dll, mampu menjaga stamina tubuh dan mentalnya lebih baik. Inilah ajaran nabi bagi umatnya untuk bisa hidup sehat dan terhindar dari penyakit. Berbagai balai pengobatan dengan label Thibbun Nabawi, kini makin marak. Cara pengobatan nabi dianggap paling ampuh, sementara pengobatan modern dianggap punya keterbatasan.</p>
<p>Namun, menurut Prof. Dr. Amin Syukur, pakar tasawuf dari IAIN Walisongo, Semarang, ilmu kedokteran modern dan pengobatan ala nabi bisa saling melengkapi. Keduanya tak saling menafikan. Berbagai klinik pengobatan yang diklaim Thibbun Nabawi dalam bab selanjutnya hanya merupakan contoh tanpa berpretensi untuk menyimpulkan inilah yang paling benar.. Apa pun metodenya, baik ilmu kedokteran modern maupun alternatif, jika tak memasrahkan pada kemurahan Allah, maka akan terjebak pada perbuatan syirik. Manusia hanya sarana, Semua penyakit mesti dipasrahkan pada Allah. Karena, Dia yang Maha Penyembuh. Nabi pernah ditanya soal penyakit, lalu nabi menjawab,â€ Wahai hamba Allah, berobatlah karena Allah tidak membuat satu penyakit kecuali Dia juga memberikan penawarnya, kecuali satu penyakit.â€ Lalu laki-laki itu bertanya lagi,â€ apa penyakit itu wahai Rasulullah saw? Rasul menjawab,â€ penyakit tua.â€ Bachtiar</p>
<p><a href="http://www.walisongo.net/pages/blog/showblog.php?blogid=33">http://www.walisongo.net/pages/blog/showblog.php?blogid=33</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/07/28/teladan-sehat-ala-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susu Sehat dan Halal</title>
		<link>http://tauziyah.com/2007/07/28/susu-sehat-dan-halal/</link>
		<comments>http://tauziyah.com/2007/07/28/susu-sehat-dan-halal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2007 02:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thibbun Nabawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tauziyah.com/2007/07/28/susu-sehat-dan-halal/</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat kini sudah jarang mengkonsumsi susu dalam bentuk segar (fresh milk). Kebanyakan susu yang diminum adalah susu olahan, seperti susu pasteurisasi, susu bubuk atau susu kental manis. Dalam bentuk olahan tersebut susu sudah mengalami proses perjalanan yang cukup panjang. Proses pengolahan inilah yang memungkinkan masuknya unsur haram atau yang meragukan ke dalam produk tersebut. Susu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat kini sudah jarang mengkonsumsi susu dalam bentuk segar (fresh milk). Kebanyakan susu yang diminum adalah susu olahan, seperti susu pasteurisasi, susu bubuk atau susu kental manis. Dalam bentuk olahan tersebut susu sudah mengalami proses perjalanan yang cukup panjang. Proses pengolahan inilah yang memungkinkan masuknya unsur haram atau yang meragukan ke dalam produk tersebut.</p>
<p><span id="more-162"></span>Susu olahan yang beredar di pasaran saat ini kebanyakan adalah susu formula. Artinya susu tersebut sudah mengalami pencampuran dengan bahan-bahan lain sesuai dengan formula yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Maka dikenal adanya susu dengan kalsium tinggi untuk orang tua, susu dengan vitamin tertentu untuk pertumbuhan anak-anak, susu dengan lemak rendah untuk diet, dan seterusnya. Semua ditawarkan dengan keunggulan dan kegunaan masing-masing, lengkap dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda. Ada yang rasa cokelat, rasa stroberi, rasa vanila, dan sebagainya.</p>
<p>Masyarakat sering dibuat bingung oleh banyaknya pilihan yang ditawarkan para produsen susu tersebut. Apalagi dengan iklan dan iming-iming yang katanya bisa membuat anak jadi cerdas, pintar dan berprestasi. Susu untuk manula (manusia usia lanjut) juga digambarkan dapat mencegah tulang keropos, anti penuaan dan menjaga badan tetap segar. Sementara beberapa vitamin tertentu dalam produk tersebut juga digambarkan dapat memacu pertumbuhan anak, meningkatkan pertumbuhan tulang dan gigi.</p>
<p><strong>Proporsional </strong></p>
<p>Dalam menanggapi gencarnya iklan dan promosi produk susu tersebut, konsumen sebaiknya bersikap proporsional. Bahwa susu memang mengandung zat-zat gizi yang berguna bagi manusia, hal itu sudah menjadi kemakluman bersama. Satu hal yang perlu diluruskan adalah bahwa segala sesuatu bekerja secara alamiah, tidak instan. Kalau anak Anda minum susu secara teratur, maka badan anak tersebut akan sehat dan kuat. Itupun jika dibarengi dengan makanan lainnya yang seimbang antar karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin dari berbagai sumber. Tetapi jika hanya minum susu ansih, maka mustahil hal itu bisa terwujud.</p>
<p>Demikian juga ketika anak Anda sehat dan kuat, maka peluang untuk menjadi anak yang cerdas dan pintar akan terbuka lebar. Tetapi jika tidak dibarenhgi dengan belajar yang rajin dan sungguh-sungguh, mustahil anak akan menjadi pintar. Sementara ini ada pandangan yang kurang tepat, ketika seorang anak kecil sudah diberi susu cukup bahkan berlebih, maka tugas orang tua sudah dianggap selesai. Sehingga mereka mau membeli produk tersebut meskipun harganya luar biasa mahal.</p>
<p><strong>Titik kritis </strong></p>
<p>Di samping menanggapi secara proporsional, susu juga perlu dilihat dari kacamata halal dan haram. Memang pada dasarnya susu sapi atau kambing adalah halal. Hampir tidak ada susu babi yang dipasarkan dan dikonsumsi manusia. Namun selama proses produksi, susu ternyata mengalami berbagai tahapan yang memungkinkan masuknya unsur-unsur ke dalam produk tersebut.</p>
<p>Salah satu proses yang cukup kritis adalah pemisahan antara whey dan keju. Keju merupakan produk olahan susu yang bernilai ekonomi tinggi. Proses pemisahan keju ini melibatkan rennet yang bisa berasal dari lambung anak sapi, babi, atau produk mikrobial. Setelah keju dipisahkan, masih ada produk lain, yaitu whey. bahan ini masih mengandung laktosa tinggi, sehingga sering digunakan dalam produk-produk susu olahan atau susu formula. Meskipun hanya sebagai bahan penolong, namun penggunaan rennet yang tidak halal akan menyebabkan produk yang dihasilkannya tidak halal.</p>
<p>Selain itu untuk produk susu tertentu dengan kegunaan khusus sering ditambahkan bahan-bahan aditif. Misalnya untuk susu bubuk instan, agar mudah larut ke dalam air maka ditambahkan bahan pengemulsi (emulsifier). Bahan pengemulsi ini juga bisa berasal dari bahan yang tidak halal, seperti monogliserida (dari lemak) ataupun lecitin (kadang-kadang juga ditambahkan enzim tertentu).</p>
<p>Pada susu formula yang diperuntukkan bagi anak-anak biasanya ditambahkan berbagai vitamin, seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B6, B12, vitamin D, dan vitamin E. Vitamin-vitamin tersebut biasanya kurang stabil selama proses pengolahan, sehingga perlu dilapisi atau dicoating. Bahan pelapis inilah yang bisa berasal dari gelatin, karagenan, gum atau pati termodifikasi. Gelatin bisa berasal dari tulang sapi atau babi.</p>
<p>Masih mengenai vitamin, sumber bahan tersebut juga perlu dicermati, apakah berasal dari bahan hewani ataukah produk mikrobial. Saat ini vitamin yang diperdagangkan secara internasional memang kebanyakan dari produk mikrobial. Oleh karena itu perlu dikaji, apakah media yang digunakan untuk pertumbuhan mikroba tersebut berasal dari bahan yang halal atau haram.</p>
<p>Pada susu formula juga sering ditambahkan berbagai macam mineral tambahan, seperti kalsium, besi dan mineral esensial lainnya. Sumber mineral ini ada yang berasal dari batu-batuan, ada juga yang diekstrak dari bahan-bahan organik, seperti susu, tanaman dan produk hewani. Misalnya kalsium yang diekstrak dari tulang binatang, baik yang halal maupun haram.</p>
<p>Dari berbagai kemungkinan masuknya unsur haram ke dalam susu olahan tersebut, maka sebaiknya konsumen muslim lebih berhati-hati. Apalagi dengan maraknya produk-produk impor yang belum semuanya mendapatkan sertifikat halal. Keunggulan dan kelebihan yang ditawarkan produsen melalui iklan yang gencar perlu dibarengi dengan kehati-hatian dalam memilih yang tepat dan benar-benar halal. n halalmui.or. id</p>
<p>Sumber: Republika</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tauziyah.com/2007/07/28/susu-sehat-dan-halal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

